Soal Pedagang "Nuthuk" Harga di Tempat Wisata, Sandiaga Uno: Kalau Berulang Kita Proses Hukum

Kompas.com - 05/06/2021, 21:04 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Sabtu (05/06/2021). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Sabtu (05/06/2021).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno angkat bicara menanggapi kasus video viral pedagang pecel lele yang diduga mematok harga tidak wajar kepada wisatawan di sekitar Malioboro, Yogyakarta.

Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya dapat dihindari. Sebab, dapat merugikan daerah wisata setempat karena wisatawan kapok untuk kembali datang.

"Kalau dituthuk dengan biaya yang tidak masuk akal, bukan hanya mereka tidak akan kembali, tetapi juga akan menjadi buah bibir jangan ke daerah situ karena banyak sekali potensi kita dituthuk," ujarnya saat berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Sabtu (05/06/2021).

Baca juga: Penjual Pecel Nuthuk Harga ke Wisatawan Malioboro, Sandiaga Uno: Jika Terulang, Mereka Bisa Kapok Berkunjung

Untuk mengantisipasi kasus serupa kembali terulang, pemerintah akan melakukan pendampingan dengan konsep reward dan punishment.

Sehingga, para pedagang yang diketahui mematok harga tinggi kepada wisatawan dapat diberikan teguran. Kalau teguran itu ternyata tidak diindahkan, bisa dibawa ke ranah hukum.

Pasalnya, praktik menaikan harga tidak wajar kepada wisatawan itu dapat mencoreng wajah pariwisata di daerah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi kalau terus berlangsung berulang-ulang kita akan tindak secara tegas dan kita akan proses secara hukum," jelasnya.

Baca juga: Pedagang Pecel Lele Mahal Ditemukan, Disanksi Tutup 6 Hari dan Diminta Lakukan Ini

Dijelaskan Sandiaga, konsep pariwisata berkelanjutan adalah memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Sehingga mereka yang berkunjung merasa nyaman dan bisa mempromosikan ke daerah asalnya.

"Pariwisata yang berkelanjutan, yang berkah itu adalah jika para wisatawan puas dan nyaman. Mereka akan kembali lagi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan seorang wisatawan mengeluhkan tingginya harga pecel lele saat makan di sekitar kawasan Malioboro viral di media sosial.

Baca juga: Soroti soal Harga Pecel Lele Mahal di Malioboro, Ini Kata Sri Sultan

Setelah dilakukan penelusuran oleh aparat Pemda setempat, pedagang yang menjual harga tidak wajar itu bukan di kawasan Malioboro melainkan di Jalan Perwakilan.

Pedagang yang masuk kategori rumah makan itu saat ini juga telah diberikan teguran dan sanksi.

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor : I Kadek Wira Aditya



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-viralnya Video Siswa SD Seberangi Sungai dengan Kotak Bus, Pemkab OKI Kaji Pembangunan Jembatan

Pasca-viralnya Video Siswa SD Seberangi Sungai dengan Kotak Bus, Pemkab OKI Kaji Pembangunan Jembatan

Regional
Bidan Desa di Lembata Turun ke Kebun Ajak Pengungsi Badai Seroja Ikut Vaksinasi Covid-19

Bidan Desa di Lembata Turun ke Kebun Ajak Pengungsi Badai Seroja Ikut Vaksinasi Covid-19

Regional
Mayat Pria Ini Tergeletak di Jalan, Diduga Korban Penikaman

Mayat Pria Ini Tergeletak di Jalan, Diduga Korban Penikaman

Regional
Petani Kopi Asal Sumsel Jadi Pencuri Spesialis Ganjal ATM, Pasang Stiker Call Center Palsu

Petani Kopi Asal Sumsel Jadi Pencuri Spesialis Ganjal ATM, Pasang Stiker Call Center Palsu

Regional
Diguyur Hujan Deras, 8 Kecamatan di Lubuk Linggau Diterjang Banjir Bandang

Diguyur Hujan Deras, 8 Kecamatan di Lubuk Linggau Diterjang Banjir Bandang

Regional
Kerugian akibat Kebakaran di Gedung Meranti RSKD Dadi Makassar Ditaksir Capai Rp 300 Juta

Kerugian akibat Kebakaran di Gedung Meranti RSKD Dadi Makassar Ditaksir Capai Rp 300 Juta

Regional
Cemburu, Pria Ini Siram Pacar dengan Air Keras hingga Tewas, Berbohong jika Korban Diserang Orang Tak Dikenal

Cemburu, Pria Ini Siram Pacar dengan Air Keras hingga Tewas, Berbohong jika Korban Diserang Orang Tak Dikenal

Regional
Video Viral Debt Collector di Lombok Tagih Nasabah Pakai Senjata Api, Oknum Polisi Terlibat?

Video Viral Debt Collector di Lombok Tagih Nasabah Pakai Senjata Api, Oknum Polisi Terlibat?

Regional
Polisi Tutup 2 Pabrik Obat-obatan Terlarang di Bantul dan Sleman, Produksi 420 Juta Butir Per Bulan

Polisi Tutup 2 Pabrik Obat-obatan Terlarang di Bantul dan Sleman, Produksi 420 Juta Butir Per Bulan

Regional
Ini Temuan dari Struktur Kuno di Blitar yang Diduga Kompleks Bangsawan Era Majapahit

Ini Temuan dari Struktur Kuno di Blitar yang Diduga Kompleks Bangsawan Era Majapahit

Regional
Sekitar 7.000 Anak di Jabar Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Sekitar 7.000 Anak di Jabar Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Gadis 13 Tahun di Tanah Bumbu Kalsel Dicabuli 3 Pemuda secara Bergilir

Gadis 13 Tahun di Tanah Bumbu Kalsel Dicabuli 3 Pemuda secara Bergilir

Regional
Bharada Muhammad Kurniadi Korban KKB Dimakamkan di TMP Aceh Tamiang, Kapolres: Kami Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik

Bharada Muhammad Kurniadi Korban KKB Dimakamkan di TMP Aceh Tamiang, Kapolres: Kami Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik

Regional
Kantor Bank Sinarmas Pontianak Diduga Ditembaki Orang Tak Dikenal, Ada Belasan Lubang Bekas Tembakan

Kantor Bank Sinarmas Pontianak Diduga Ditembaki Orang Tak Dikenal, Ada Belasan Lubang Bekas Tembakan

Regional
Bersiap Buka Pariwisata Bali, Pemprov Targetkan Wisman dari 4 Negara Ini

Bersiap Buka Pariwisata Bali, Pemprov Targetkan Wisman dari 4 Negara Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.