Bebaskan Beruang Madu Kena Jerat, BBKSDA Riau Tak Temukan Luka Serius

Kompas.com - 04/06/2021, 14:14 WIB
Petugas BBKSDA Riau saat mengevakuasi seekor beruang madu yang terjerat di kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (28/6/2021). Dok. BBKSDA RiauPetugas BBKSDA Riau saat mengevakuasi seekor beruang madu yang terjerat di kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (28/6/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Petugas Resort Kampar bersama tim medis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan evakuasi seekor beruang madu yang terkena jerat di Cagar Alam Bukit Bungkuk, Kabupaten Kampar, Riau.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, evakuasi satwa dengan nama latin Helarctos Malayanus itu dilakukan pada Jumat (28/5/2021) malam lalu.

"Berawal dari laporan masyarakat terkait adanya seekor beruang madu terjerat di Cagar Alam Bukit Bungkuk. Kemudian, petugas Resort Kampar langsung melakukan pengecekan. Ternyata benar terdapat seekor beruang madu yang terjerat di lokasi tersebut," kata Suharyono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Beruang Madu Masuk Dapur dan Minum Minyak Goreng Bekas, Simak Pesan BKSDA untuk Warga

Dia melanjutkan, tim Resort Kampar bersama medis satwa BBKSDA Riau melakukan evakuasi dengan membius hewas buas tersebut.

Setelah beruang tak sadarkan diri, petugas melepaskan tali jerat nilon yang melekat di kaki kirinya.

Tim medis melakukan pengecekan kesehatan satwa dilindungi itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kondisi beruang dalam keadaan sehat. Tidak ada bekas luka serius dari jeratan. Beruang ini berjenis kelamin jantan dengan umur yang masih menginjak remaja," sebut Suharyono.

Setelah jerat dilepas, sambung dia, petugas medis memberikan suntik vitamin agar kembali pulih dan sehat seperti sediakala.

Baca juga: Beruang Madu Lapar Masuk Permukiman, 12 Ekor Ternak Warga Dimangsa

Tiga puluh menit kemudian, beruang itu sadar.

"Berhubung keadaan beruang sehat dan tidak mengalami luka serius, maka beruang dilepasliarkan lagi disekitar lokasi kejadian yang aman dan itu memang merupakan habitatnya," kata Suharyono.

Ia menambahkan, saat bersamaan tim juga melakuksan sosislisasi dan  mengimbau masyarakat setempat untuk tidak memasang jerat satwa liar di daerah tersebut.

Karena, pemburu satwa dilindungi dapat dipidana sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Pasal 21 ayat 1 berbunyi: bagi setiap orang yang dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maka dapat dipidana dengan ancaman sesuai Pasal 40   ayat 2 dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Ada Tambahan Kasus Covid-19, BOR RS di Sumedang 0 Persen

Tidak Ada Tambahan Kasus Covid-19, BOR RS di Sumedang 0 Persen

Regional
Calon Bintara Polri Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri Usai 'Chat' Cekcok dengan Pacar

Calon Bintara Polri Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri Usai "Chat" Cekcok dengan Pacar

Regional
Kilas Balik Kasus Heather Mack, Bunuh Ibu Kandunngnya di Hotel Mewah di Bali lalu Simpan Mayatnya Dalam Koper

Kilas Balik Kasus Heather Mack, Bunuh Ibu Kandunngnya di Hotel Mewah di Bali lalu Simpan Mayatnya Dalam Koper

Regional
Mustakim, Atlet Asal Klaten Peraih Medali Emas PON Papua Dapat Bonus Rp 23 Juta

Mustakim, Atlet Asal Klaten Peraih Medali Emas PON Papua Dapat Bonus Rp 23 Juta

Regional
Kisah Guru Tinggal bersama Kambing di Tengah Hutan Jati, Sukses Entaskan Buta Huruf di Desanya

Kisah Guru Tinggal bersama Kambing di Tengah Hutan Jati, Sukses Entaskan Buta Huruf di Desanya

Regional
Pengungsi Asal Afghanistan Unjuk Rasa di Kantor Kemenkumham NTT, Ini Tuntutannya

Pengungsi Asal Afghanistan Unjuk Rasa di Kantor Kemenkumham NTT, Ini Tuntutannya

Regional
Edy Rahmayadi Peringatkan Pertamina soal Kelangkaan BBM di Sumut

Edy Rahmayadi Peringatkan Pertamina soal Kelangkaan BBM di Sumut

Regional
Cerita Juma, Sekali Jadi Nahkoda Kapalnya Dihantam Angin Kencang, Terseret Arus hingga Malaysia

Cerita Juma, Sekali Jadi Nahkoda Kapalnya Dihantam Angin Kencang, Terseret Arus hingga Malaysia

Regional
Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Masih Menjabat, Ini Penjelasan Sekda

Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Masih Menjabat, Ini Penjelasan Sekda

Regional
Jokowi Resmikan Jembatan Kabel Lengkung Pertama di Indonesia

Jokowi Resmikan Jembatan Kabel Lengkung Pertama di Indonesia

Regional
Demo 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Mahasiswa di Bali Serukan Cabut Revisi UU KPK dan Pecat Firli Bahuri

Demo 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Mahasiswa di Bali Serukan Cabut Revisi UU KPK dan Pecat Firli Bahuri

Regional
Cerita Lansia 102 Tahun di Tegal Usai Divaksin Dosis Kedua: Ora Terasa Apa-apa, Biasa Bae

Cerita Lansia 102 Tahun di Tegal Usai Divaksin Dosis Kedua: Ora Terasa Apa-apa, Biasa Bae

Regional
Kawanan Monyet Masuk Puskesmas, Merusak Sejumlah Fasilitas

Kawanan Monyet Masuk Puskesmas, Merusak Sejumlah Fasilitas

Regional
Pabrik Biodiesel yang Baru Diresmikan Jokowi Mampu Serap 2.320 Tenaga Kerja Baru

Pabrik Biodiesel yang Baru Diresmikan Jokowi Mampu Serap 2.320 Tenaga Kerja Baru

Regional
3 Kabupaten di Sulbar Ini Sudah Tidak Ada Lagi Pasien Positif Covid-19

3 Kabupaten di Sulbar Ini Sudah Tidak Ada Lagi Pasien Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.