Klaster Sangon di Kulon Progo Sudah Terkendali, Total Kasus Positif 128 Orang

Kompas.com - 20/05/2021, 22:39 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock) ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock)

Diketahui, Klaster Sangon pertama kali muncul pada bulan Ramadhan.

Penularan terjadi di tengah kehidupan masyarakat yang sibuk menjalankan berbagai kegiatan ibadah, terutama di mushala yang berada di batas kedua pedukuhan Sangon I dan Kadigunung.

Penularan juga semakin mudah diduga karena ada tokoh-tokoh keagamaan tidak sepenuhnya mengikuti protokol kesehatan.

Akibatnya, perkembangan Covid-19 di antara pedukuhan-pedukuhan itu mendadak masif.

“Kalau tidak ada petugas, kepatuhan memakai masker (dan 3M lain) itu sangat rendah. Maka kami petugas harus setiap saat lakukan edukasi,” kata Panewu Kokap, Sadikan via telpon di kesempatan berbeda.

Adapun kasus Covid-19 di Kulon Progo sampai saat ini telah menembus 5.708 orang.

Rinciannya. 51 kasus dalam perawatan di rumah sakit, 374 kasus aktif menjalani isolasi mandiri, dan kasus kematian menembus 109.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Regional
Seorang Pria Tewas Dikeroyok karena Mengajak Jalan Kekasih Orang Lain, Begini Kronologinya

Seorang Pria Tewas Dikeroyok karena Mengajak Jalan Kekasih Orang Lain, Begini Kronologinya

Regional
Belitung Perpanjang PPKM Level 3, Ini Aturan yang Baru

Belitung Perpanjang PPKM Level 3, Ini Aturan yang Baru

Regional
Terseret Arus Saluran Irigasi, Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

Terseret Arus Saluran Irigasi, Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

Regional
Ini Peran Bos Pinjol Ilegal yang Ditangkap Polisi

Ini Peran Bos Pinjol Ilegal yang Ditangkap Polisi

Regional
Pria yang Aniaya dan Nyaris Bacok Polisi Ditangkap

Pria yang Aniaya dan Nyaris Bacok Polisi Ditangkap

Regional
Warga Magetan Temukan Banyak Batu Besar di Bukit Sepundung, Pemkab Lakukan Observasi

Warga Magetan Temukan Banyak Batu Besar di Bukit Sepundung, Pemkab Lakukan Observasi

Regional
Semarang Masih Sering Terendam Banjir, Ini Perintah Hendi

Semarang Masih Sering Terendam Banjir, Ini Perintah Hendi

Regional
Menurut Ridwan Kamil, Pinjol Marak karena Sulit Pinjam Uang di Bank

Menurut Ridwan Kamil, Pinjol Marak karena Sulit Pinjam Uang di Bank

Regional
Solar Langka di Sulut hingga Terjadi Antrean Truk, Ini Janji Pertamina

Solar Langka di Sulut hingga Terjadi Antrean Truk, Ini Janji Pertamina

Regional
Terjadi Lagi, 14 Orang Terjebak di Waduk Jatiluhur

Terjadi Lagi, 14 Orang Terjebak di Waduk Jatiluhur

Regional
Pengacara: Bupati Kuansing Ketakutan Merasa Diikuti sampai Matikan Ponsel

Pengacara: Bupati Kuansing Ketakutan Merasa Diikuti sampai Matikan Ponsel

Regional
Kota Semarang PPKM Level 1, Mal Sudah Diizinkan Beroperasi 100 Persen

Kota Semarang PPKM Level 1, Mal Sudah Diizinkan Beroperasi 100 Persen

Regional
Mortir Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Kawasan Padat Penduduk di Manokwari

Mortir Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Kawasan Padat Penduduk di Manokwari

Regional
Hanya karena Bersenggolan Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Makassar Tewas Ditikam

Hanya karena Bersenggolan Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Makassar Tewas Ditikam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.