Kompas.com - 13/05/2021, 08:12 WIB
Petugas Polres Brebes menghentikan kendaraan pemudik yang melintas Jalur Pantura Losasi Brebes, Jawa Tengah, untuk putar balik saat hari pertama penerapan larangan mudik, Kamis (6/5/2021) (Istimewa) Tresno Setiadi/kompas.comPetugas Polres Brebes menghentikan kendaraan pemudik yang melintas Jalur Pantura Losasi Brebes, Jawa Tengah, untuk putar balik saat hari pertama penerapan larangan mudik, Kamis (6/5/2021) (Istimewa)


BREBES, KOMPAS.com - Sebanyak 12.230 pemudik tercatat telah tiba di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hingga Selasa (11/5/2021).

"Jumlah itu akumulasi yang dilaporkan di aplikasi Jogo Tonggo oleh masing-masing desa," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Brebes Subagyo kepada wartawan, Rabu (12/5/2021).

Dari data Dinpermades yang diterima Kompas.com, ada 17 kecamatan di Brebes yang melakukan pendataan.

Baca juga: Penumpang Bus Kompak Gunakan Seragam Karyawan, Ternyata Modus Pemudik

Jumlah pemudik yang paling banyak tiba di kampung berada di Kecamatan Bumiayu dengan total 1.849 orang.

Selain Salem, ada 3 kecamatan lain yang mencatatkan jumlah pemudik rata-rata di atas 1.000 orang.

Sedangkan jumlah paling sedikit berada di Kecamatan Songgom dengan 167 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Subagyo mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan dalam memantau perkembangan jumlah pemudik yang tiba di Kota Bawang.

Baca juga: Selama 33 Tahun Bertugas, Tak Pernah Ada Kapolda Bernama Endang Bachtiar

Sesuai instruksi pemerintah, salah satunya melalui aplikasi Jogo Tonggo di setiap desa atau kecamatan.

"Pendataan ini dilakukan setiap desa yang nantinya akan dilaporkan ke kecamatan masing-masing," kata dia.


Pihaknya meminta setiap desa untuk lebih memaksimalkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di tingkat desa.

Hal itu sebagai langkah antisipasi lonjakan jumlah pemudik yang pulang kampung ke Brebes.

Menurut dia, desa merupakan garda terdepan dalam melaporkan setiap warga yang baru pulang dari luar Brebes.

“Setiap desa ini ada posko PPKM mikro, jadi kita harapkan PPKM mikro ini bisa ditingkatkan lagi," kata Subagyo.

Subagyo berharap, warga yang telah tiba di kampung halaman, selain dipantau Satgas Jogo Tonggo, juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Tampak Selama 3 Hari, Penghuni Kamar Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pintu Kontrakannya Didobrak Warga

Tak Tampak Selama 3 Hari, Penghuni Kamar Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pintu Kontrakannya Didobrak Warga

Regional
Terganggu Suara Tangisan, Residivis Ini Tega Pukuli Bayinya hingga Tewas

Terganggu Suara Tangisan, Residivis Ini Tega Pukuli Bayinya hingga Tewas

Regional
Perempuan Tewas Terkubur Hanya Pakai Celana Dalam di Sleman Pergi Tanpa Pamit Sejak 15 Juli

Perempuan Tewas Terkubur Hanya Pakai Celana Dalam di Sleman Pergi Tanpa Pamit Sejak 15 Juli

Regional
Polisi Bongkar Penjualan Surat Keterangan PCR Palsu, 3 Orang Ditangkap

Polisi Bongkar Penjualan Surat Keterangan PCR Palsu, 3 Orang Ditangkap

Regional
Pasangan Hengki Yaluwo-Lexi Romel Menangi Pilkada Boven Digoel

Pasangan Hengki Yaluwo-Lexi Romel Menangi Pilkada Boven Digoel

Regional
Pria yang Bunuh IRT Saat Suaminya Shalat Jumat Ditangkap, Pelaku Ditembak

Pria yang Bunuh IRT Saat Suaminya Shalat Jumat Ditangkap, Pelaku Ditembak

Regional
Pengusaha PO Bus di Salatiga Kibarkan Bendera Putih dan Aksi Lempar Kunci

Pengusaha PO Bus di Salatiga Kibarkan Bendera Putih dan Aksi Lempar Kunci

Regional
Diwarnai Aksi Saling Dorong, Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 dan Angkut Pakai Pikap

Diwarnai Aksi Saling Dorong, Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 dan Angkut Pakai Pikap

Regional
Pembelajaran Daring di Babel Tanpa Batas Waktu, Sekolah Siapkan Komputer bagi Siswa Kurang Mampu

Pembelajaran Daring di Babel Tanpa Batas Waktu, Sekolah Siapkan Komputer bagi Siswa Kurang Mampu

Regional
Gotong Royong Saat Pandemi Covid-19: Beri Seikhlasnya, Ambil Seperlunya

Gotong Royong Saat Pandemi Covid-19: Beri Seikhlasnya, Ambil Seperlunya

Regional
Cerita Deni, Tertidur di Trotoar dan Dibangunkan Kapolresta, Sempat Dikira Akan Dirazia karena Dagang Kerupuk

Cerita Deni, Tertidur di Trotoar dan Dibangunkan Kapolresta, Sempat Dikira Akan Dirazia karena Dagang Kerupuk

Regional
Pengusaha Barang Bekas Dibunuh Karyawannya Sendiri, Jasad Korban Dibuang ke Sungai

Pengusaha Barang Bekas Dibunuh Karyawannya Sendiri, Jasad Korban Dibuang ke Sungai

Regional
Tak Dipinjami Uang, Pria di OKU Timur Bunuh Teman Wanitanya, Ini Kronologinya

Tak Dipinjami Uang, Pria di OKU Timur Bunuh Teman Wanitanya, Ini Kronologinya

Regional
Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Ratusan Warga Dihukum Senam dan Berdoa

Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Ratusan Warga Dihukum Senam dan Berdoa

Regional
Ditolak RSUD AWS Samarinda karena Oksigen Habis, Nenek 80 Tahun Meninggal di Ambulans

Ditolak RSUD AWS Samarinda karena Oksigen Habis, Nenek 80 Tahun Meninggal di Ambulans

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X