Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter

Kompas.com - 29/04/2021, 22:18 WIB
Wijaya Kusuma,
Dony Aprian

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah barat daya pada Kamis (29/4/2021).

"Terjadi awan panas guguran pada pukul 21.12 WIB," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam laporan tertulis, Kamis.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Hujan Abu Landa Cepogo Boyolali

Berdasarkan data BPPTKG, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 34 mm. Sedangkan durasi awan panas guguran tercatat 120 detik.

"Jarak luncur 2.000 meter ke arah Barat Daya," tegasnya.

Sementara itu, dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 29 April 2021 pukul 12.00 WIB-18.00 WIB asap kawah tidak teramati.

Data kegempaan di Gunung Merapi, untuk guguran sebanyak 26 dengan amplitudo  3 mm-62 mm dan durasi 8 detik-86 detik.

Baca juga: Lagi, Gunung Merapi Luncurkan Tiga Kali Awan Panas dan Lima Guguran Lava

Hybrid/Fase Banyak jumlah 8 dengan amplitudo 3 mm-6 mm, S-P 0.4 detik -0.7 detik dan durasi 8 detik-12 detik.

BPPTKG sampai saat ini masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com