Bunuh dan Perkosa Bocah 13 Tahun, Apung Dihukum Mati, Ini Ceritanya

Kompas.com - 22/04/2021, 11:33 WIB
Polres Lebak, Banten menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan beserta pemerkosaan terhadap remaja berusia 13 tahun, Senin (16/9/2019). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINPolres Lebak, Banten menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan beserta pemerkosaan terhadap remaja berusia 13 tahun, Senin (16/9/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Apung M Saepul (19) dihukum mati atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan bocah 13 tahun asal Baduy, Lebak Banten.

Putusan hukuman mati dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Rangkasbitung pada Rabu, 17 Maret 2020.

Apung mengajukan kasasi. Namun sesuai putusan kasasi Nomor 2852 K/Pid.Sus/2020 tanggal 23 September 2020 yang diketuai oleh Burhan Dahlan, kasasi yang diajukan Apung ditolak.

"Surat pemberitahuan putusan kasasi ini dikirimkan MA tertanggal 15 Maret 2021 dan diterima oleh PN Rangkasbitung tanggal 1 April 2021 dengan tembusan kepada PT Banten," ujar Humas Pengadilan Tinggi Banten Binsar M. Gultom dari ketarangan yang diterima Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: MA Kuatkan Hukuman Mati Apung, Si Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun di Lebak

Dibunuh dan diperkosa 3 pemuda

Kasus yang melibatkan Apung terjadi pada Jumat (30/8/2019) lalu.

Saat itu Apung bersama dua rekannya Furqon (19) dan A (15) membunuh S bocah Baduy berusia 13 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah korban dipastikan tewas, mereka bertiga memperkosa mayat S di dalam saung di tengah sawah.

Sebelum kejadian, pelaku Apung datang ke saung tersebut untuk berpura-pura meminjam golok untuk memotong kayu.

Baca juga: Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun di Lebak Divonis Hukum Mati

Korban tengah berada di sebuah gubuk seorang diri di kebun milik warga Cisimeut yang dijaga oleh keluarganya

Kepada korban, Apung mengaku akan membeli golok tersebut.

Lalu ia menodongkan golok ke leher korban dan mencancam akan melukainya jika S melawan. Sontak S melawan dan berteriak.

Apung lalu membacok tangan kiri korban hingga putus.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis 13 Tahun di Lebak: Usai Dibunuh, Mayatnya Diperkosa 3 Pemuda

Melihat korban yang terus melawan dengan tenaga seadanya, pelaku terus membacok korban di bagian kepala, wajah, dan sejumlah tubuh serta melukai leher korban hingga korban tewas.

Usai mengeksekusi korban, Apung lantas membuang golok ke semak-semak di bagian belakang saung.

Korban kemudian diperkosa secara bergantian oleh pelaku bersama tiga temannya, Furqon dan A. Setelah itu, para pelaku meninggalkan jasad S begitu saja di dalam saung.

Baca juga: Tragedi Gadis 13 Tahun Dibunuh dan Diperkosa di Tengah Kebun...

Ditemukan oleh sang kakak

Ilustrasi tewasSHUTTERSTOCK Ilustrasi tewas
Mayat S ditemukan oleh kakak laki-lakinya, Arsad.

Sebelum kejadian Arsad meninggalkan saung untuk mencari burung. Saat kembali ia menemukan adik perempuannya dengan luka bacok di seluruh bagian tubuh.

Dari hasil olah TKP, polisi menemuka bercak sperma di tubuh korban.

Beberapa hari kejadian polisi mengamankan tiga tersangka. Dua pelaku ditangkap di Cisimeut.

Baca juga: Fakta Baru Gadis 13 Tahun Dibunuh dan Diperkosa di Lebak, 1 Pelaku Ditangkap di Sumatera Selatan

Sementara pelaku Apung ditangkap saat tidur di rumah kelurganya tepatnya di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan pada Rabu (4/9/2019).

Saepul pelaku utama pembunuhan dan pemerkosaan bocah 13 tahun itu ternyata pernah tinggal di Kabupaten OKU Selatan. Saat masuk SMP dia pindah ke Jawah.

Hal tersebut membuat keluarga tak curiga saat Saepul datang ke Kecamatan Buay Pemaca.

Baca juga: Pembunuh Gadis 13 Tahun Ditangkap Saat Sembunyi di Rumah Keluarga

Dua pelaku dihukum penjara

Selain Apung, dua pelaku lainnya juga telah menerima vonis.

Pelaku F urqon telah divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar subsider enam bulan kurungan.

Sementara pelaku yang masih di bawa umur telah diadili lebih dulu dengan hukuman tujuh tahun penjara. Ia menjalani hukuman penjara di Lapas Anak Tangeran.

Penasihat Hukum Koswara Purwasasmita mengatakan Furqon dan satu tersangka di bawah umur vonisnya lebih ringan karena tak terlibat pembunuhan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Rasyid Ridho, Aji YK Putra, Acep Nazmudin | Editor : Aprillia Ika, Farid Assifa)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nahkoda Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Cilacap Jadi Tersangka

Nahkoda Kapal Pengayoman IV yang Tenggelam di Cilacap Jadi Tersangka

Regional
Warga Sragen Nekat Bakar Mobil Tetangga, Ini Pemicunya

Warga Sragen Nekat Bakar Mobil Tetangga, Ini Pemicunya

Regional
2 Bocah Ditemukan Tewas di Sungai Sumba Timur, Diduga akibat Tenggelam

2 Bocah Ditemukan Tewas di Sungai Sumba Timur, Diduga akibat Tenggelam

Regional
Riau Raih Emas Pedana PON XX dari Cabor Dayung Kayak 1.000 Meter

Riau Raih Emas Pedana PON XX dari Cabor Dayung Kayak 1.000 Meter

Regional
Seorang Anak Lepas Penutup Tuas Pintu Darurat, Pesawat Citilink Mendarat Darurat di Palembang

Seorang Anak Lepas Penutup Tuas Pintu Darurat, Pesawat Citilink Mendarat Darurat di Palembang

Regional
Pria Ini Buat Disinfektan dari Buah dan Sayur Sisa di Pasar, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Pria Ini Buat Disinfektan dari Buah dan Sayur Sisa di Pasar, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Regional
Bagikan 25.000 Telur Gratis dan Lepas 200 Ayam, Peternak: Menggambarkan Kefrustrasian Kami

Bagikan 25.000 Telur Gratis dan Lepas 200 Ayam, Peternak: Menggambarkan Kefrustrasian Kami

Regional
Tanah Bergerak di Cianjur Sebabkan 3 Bangunan Rusak

Tanah Bergerak di Cianjur Sebabkan 3 Bangunan Rusak

Regional
Masalah Pagar Tembok dan Tuduhan Bau Limbah, Ini Bantahan Manajemen RS

Masalah Pagar Tembok dan Tuduhan Bau Limbah, Ini Bantahan Manajemen RS

Regional
Oknum Polisi di Lombok Jadi 'Debt Collector', Tagih Utang dan Ancam Nasabah dengan Senjata Api Mainan

Oknum Polisi di Lombok Jadi "Debt Collector", Tagih Utang dan Ancam Nasabah dengan Senjata Api Mainan

Regional
3 Perwakilan Telah Diundang Presiden, Mengapa Peternak Blitar Tetap Lakukan Aksi Protes?

3 Perwakilan Telah Diundang Presiden, Mengapa Peternak Blitar Tetap Lakukan Aksi Protes?

Regional
290 Tempat Wisata di Jateng Sudah Buka, Rata-rata di Daerah PPKM Level 2

290 Tempat Wisata di Jateng Sudah Buka, Rata-rata di Daerah PPKM Level 2

Regional
Cerita Kolonel Rusnawi Saat Ponselnya Dihubungi Pegawai BKKBN

Cerita Kolonel Rusnawi Saat Ponselnya Dihubungi Pegawai BKKBN

Regional
Cabuli Anak Tiri di Kandang Babi hingga Hamil, Pria Ini Ditangkap Polisi

Cabuli Anak Tiri di Kandang Babi hingga Hamil, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Motif Pembunuh Perempuan 25 Tahun di Kaltim karena Faktor Ekonomi

Motif Pembunuh Perempuan 25 Tahun di Kaltim karena Faktor Ekonomi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.