Kompas.com - 15/04/2021, 11:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat membuka Webinar BPSDM Jabar bertajuk Pramuka Jawa Barat Juara, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Rabu (14/4/2021). Dok. Humas Pemprov Jawa BaratGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat membuka Webinar BPSDM Jabar bertajuk Pramuka Jawa Barat Juara, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Rabu (14/4/2021).

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, kegiatan Praja Muda Karana (Pramuka) merupakan investasi untuk menghadirkan para pemimpin masa depan.

“Gerakan Pramuka harus dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan semua anggotanya. Pramuka ini salah satu output-nya adalah melahirkan jiwa kepemimpinan,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil saat membuka Web Seminar (Webinar) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar bertajuk “Pramuka Jawa Barat Juara” di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Rabu (14/4/2021).

Menurut Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil itu, program apa pun yang diadakan oleh gerakan Pramuka harus menghadirkan semangat kepemimpinan bagi para anggota.

Baca juga: Buka Perkemahan Sehat Era Pandemi, Khofifah: Ini Akan Jadi Referensi Pramuka di Indonesia

Lebih lanjut, Kang Emil juga mendorong agar gerakan Pramuka untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.

Adaptasi dengan teknologi, sebut dia, bertujuan untuk regenerasi para anggota Gerakan Pramuka.

"Kalau Pramuka mau dicintai generasi z dan generasi alpha, maka Pramuka harus beradaptasi dengan kebiasaan generasi z dan generasi alpha," ucap Kang Emil, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis (15/4/2021).

Pada kesempatan tersebut, ia juga menekankan bahwa gerakan Pramuka harus meninggalkan jejak di tengah masyarakat. Contohnya seperti terlibat dalam Gerakan Tanam dan Pelihara 50 Juta Pohon.

Baca juga: Kwarda Pramuka Jatim Gelar Kemah di Jember, Bupati: Harus Memenuhi Standar Protokol Kesehatan

"Saya senang Pramuka turut aktif dalam kegiatan-kegiatan yang urgensi dalam kebencanaan. Kemudian urban farming dan banyak hal lainnya," tuturnya.

Menurut Kang Emil, terdapat empat kriteria manusia unggul yang diharapkan bisa menjadi generasi masa depan di Jawa Barat.

Adapun keempat kriteria yang dimaksud adalah physical quotient (PQ) atau kecerdasan fisik, spiritual quotient (SQ) atau kecerdasan spiritual, emotional quotient (EQ) atau kecerdasan emosional, serta intelligence quotient (IQ) atau kecerdasan Intelektual.

Gerakan Pramuka, kata Kang Emil, harus memperkuat keempat kriteria tersebut untuk mencetak para pemimpin masa depan.

Baca juga: Cegah Pemudik, 338 Titik Penyekatan Disiapkan di Jawa Barat

"Jadi, karakter fisik yang kuat, otak yang cerdas, berakhlak karimah dan ahli ibadah, itu saya titipkan dalam improvisasi-improvisasi Pramuka," ujarnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X