Tanaman Porang, Perawatannya Mudah, Untungnya hingga Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 14/04/2021, 03:48 WIB
Mujiono (56), seorang petani asal Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun sukses membudidayakan porang. 

surya/rahardian bagus pMujiono (56), seorang petani asal Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun sukses membudidayakan porang.

KOMPAS.com - Mujiono (56), merupakan salah satu petani asal Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, yang mampu melihat peluang dari tanaman porang.

Sekali panen, Mujiono mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah.

Baca juga: Menanam Porang Tanpa Modal, tapi Bisa Raup Untung Ratusan Juta Rupiah, Ini Rahasianya

Pria yang sudah 27 tahun bertani porang ini mengatakan, tidak mengeluarkan modal saat pertama kali menanam porang.

Baca juga: Berkat Menanam Porang, Warga di Desa Ini Keluar dari Kemiskinan, bahkan Bisa Beli Mobil dan Rumah

 

Bibit porang dia ambil di hutan di lereng Gunung Wilis, di dekat desanya.

Baca juga: Lagi Tren Ditanam Petani, Apa Itu Porang dan Berapa Harganya?

"Modalnya enggak ada, bibitnya saya cari langsung di hutan," ujar Mujiono dikutip dari Surya, Selasa (13/4/2021).

Awalnya Mujiono menanam porang di lahan seluas 10x20 meter persegi.

Setiap tahun, ia menambah luasan lahan tanaman porang hingga memiliki setengah hektare lahan yang ditanami 4.900 batang porang sampai sekarang.

Mulai 2015, setiap kali panen Mujiono mampu mendapatkan untung Rp 35 juta hingga Rp 36 juta. Total hingga saat ini dia mampu meraup untung ratusan juta.

Keuntungan atau hasil panen dia gunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, serta membiayai sekolah anak.

"Uangnya saya belikan tanah, sekarang sudah punya delapan bidang tanah, saya tanam porang semua. Sebagian uang itu saya pakai untuk membangun rumah," tambahnya.

Perawatan

Mujiono menuturkan, menanam porang jauh lebih menguntungkan dibandingkan menanam ketela atau jagung, asalkan perawatannya benar.

Perawatan porang terbilang lebih mudah bila dibandingkan tanaman lainnya.

"Lebih mudah perawatannya, cuma diberi pupuk kandang saja," kata Mujiono.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Jaring 12 Pasangan Bukan Suami Istri dari 7 Penginapan di Pangandaran

Petugas Jaring 12 Pasangan Bukan Suami Istri dari 7 Penginapan di Pangandaran

Regional
Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Regional
Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Regional
Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Regional
Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Regional
Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Regional
Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Regional
Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Regional
Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Regional
Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

Regional
Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Regional
Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Regional
Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X