Cerita PK Bunuh Ayah dan Tenteng Bagian Tubuh Korban Keliling Kampung, Pelaku Tewas Gantung Diri di Penjara

Kompas.com - 14/04/2021, 05:45 WIB
Ilustrasi tewas SHUTTERSTOCKIlustrasi tewas
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - PK (25) pelaku pembunuhan ayah kandungnya di Lampung Tengah ditemukan tewas di sel tahanan, Senin (12/4/2021).

Pria yang disebut mengalami gangguan kejiwaan itu tewas gantung diri dengan kaus yang ia kenakan di Mapolsek Kalirejo.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon A Sunggoro mengatakan PK ditemukan tewas setelah terpantau dari CCTV yang dipasang di dalam sel.

Menurutnya, tersangka PK meang ditahan di sel yang terpisah dengan tahanan lain. Sel tersebut dilengkapi dengan kamera pemantau.

"Gantung diri menggunakan kaus yang dipakai dia. Kaus itu diikatkan ke teralis," kata Popon.

Baca juga: Anak yang Bunuh Ayah secara Sadis Kini Bunuh Diri di Ruang Tahanan

Tenteng bagian tubuh ayah keliling kampung

PK membunuh ayah kandungnya, Slamet (69) di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah pada Senin (22/3/2021).

Ia membunuh ayahnya dengan sadis dan memasukkan kepala sang ayah ke dalam karung dan menentengnya keliling kampung.

Warga yang melihat ulah PK menenteng korban menjerit histeris.

Baca juga: Anak yang Bunuh Bapak Dinyatakan ODGJ, Polisi Tetap Teruskan Kasus

"Diarak (kepala korban) diperlihatkan ke sejumlah warga sambil bilang, 'Bapak saya mati, bapak saya mati'," tutur Tarmin, dilansir dari Tribun Lampung.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas mengatakan pembunuhan dilakukan saat Slamet istirahat sepulang dari sawah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tersangka Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora Terancam Penjara 9 Tahun

5 Tersangka Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora Terancam Penjara 9 Tahun

Regional
Tim Medis Telusuri Kaitan Kelumpuhan Juru Kunci Makam Bung Karno dengan Vaksin Covid-19

Tim Medis Telusuri Kaitan Kelumpuhan Juru Kunci Makam Bung Karno dengan Vaksin Covid-19

Regional
Polisi Tangkap Pembuat Video Provokatif Tolak Larangan Mudik

Polisi Tangkap Pembuat Video Provokatif Tolak Larangan Mudik

Regional
225 Pemudik yang Tercatat Masuk Kota Yogyakarta Akan Diisolasi

225 Pemudik yang Tercatat Masuk Kota Yogyakarta Akan Diisolasi

Regional
Otak Kerusuhan Papua Ditangkap, Kapolda Ungkap Kaitannya dengan Veronica Koman

Otak Kerusuhan Papua Ditangkap, Kapolda Ungkap Kaitannya dengan Veronica Koman

Regional
Gubernur Papua Lukas Enembe Jalani Pengobatan Lanjutan di Singapura

Gubernur Papua Lukas Enembe Jalani Pengobatan Lanjutan di Singapura

Regional
Bukan Mudik Jalan Kaki, Dani dan Istrinya Ternyata Sudah Setahun Hidup di Jalanan, Ini Alasannya

Bukan Mudik Jalan Kaki, Dani dan Istrinya Ternyata Sudah Setahun Hidup di Jalanan, Ini Alasannya

Regional
Ustaz Tengku Zulkarnain Sempat Ucap Takbir 2 Kali Saat Kondisi Mulai Menurun

Ustaz Tengku Zulkarnain Sempat Ucap Takbir 2 Kali Saat Kondisi Mulai Menurun

Regional
Lonjakan Kasus di Sumsel Diduga akibat Virus Corona Jenis Baru

Lonjakan Kasus di Sumsel Diduga akibat Virus Corona Jenis Baru

Regional
9 Kg Daging Ayam dan Sapi Busuk Ditemukan Dijual di Pasar Magelang

9 Kg Daging Ayam dan Sapi Busuk Ditemukan Dijual di Pasar Magelang

Regional
Derita Arif, 7 Tahun Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Orangtuanya

Derita Arif, 7 Tahun Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Orangtuanya

Regional
Anaknya Mengarang Cerita Mudik Jalan Kaki ke Bandung, Ibunda Dani Mengaku Malu: Saya Capek Ngurus Dia

Anaknya Mengarang Cerita Mudik Jalan Kaki ke Bandung, Ibunda Dani Mengaku Malu: Saya Capek Ngurus Dia

Regional
Pemudik yang 6 Tahun Tak Bertemu Anaknya Diizinkan Lewati Penyekatan dengan Syarat

Pemudik yang 6 Tahun Tak Bertemu Anaknya Diizinkan Lewati Penyekatan dengan Syarat

Regional
Ibu Bunuh Bayi hingga Jasad Dimakan Anjing, Malu Lahirkan Anak dari Hubungan Gelap

Ibu Bunuh Bayi hingga Jasad Dimakan Anjing, Malu Lahirkan Anak dari Hubungan Gelap

Regional
Terjadi Penumpukan, Pemudik Diloloskan Sementara di Perbatasan Bekasi-Karawang

Terjadi Penumpukan, Pemudik Diloloskan Sementara di Perbatasan Bekasi-Karawang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X