Tanah Longsor di Desa Tunbaun, NTT Terus Bergerak, Warga Diminta Tak Mendekat

Kompas.com - 13/04/2021, 15:11 WIB

KOMPAS.com - Warga Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, diimbau tidak mendekati lokasi longsor karena tanah di kawasan longsor itu masih terus bergerak.

"Kondisi tanah di lokasi longsor terus bergerak turun, kami sudah mengingatkan warga agar tidak mendekati kawasan longsor karena sangat membahayakan," kata Camat Amarasi Barat Kornelis Nenoharan seperti dilansir dari Antara, Selasa (13/4/2021).

Pihaknya mengkhawatirkan terjadinya longsor susulan karena kawasan tersebut terus bergerak turun dan retakan tanah semakin melebar.

Baca juga: Pulau Baru Seluas 152 Kaki Muncul Pasca Badai Seroja di NTT

Longsor susulan dikhawatirkan menyebabkan puluhan unit rumah yang berada tidak jauh dari lokasi longsoran ikut ambruk.

Bencana alam badai siklon tropis seroja pada Minggu (4/4/2021) lalu mengakibatkan 13 unit rumah warga Desa Tunbaun tertimbun tanah longsor.

Sedangkan puluhan unit rumah lainnya rusak ringan.

Dalam peristiwa tanah longsor di Tunbaun tidak ada korban jiwa karena ratusan warga mengungsi sebelum peristiwa longsor terjadi.

Baca juga: Pasca Badai Seroja, Sebuah Pulau Baru Muncul di Rote Ndao, NTT

"Satu jam sebelum terjadi tanah longsor warga sudah mengungsi karena rumah-rumah warga sudah ada yang retak-retak dan tanah mulai turun sehingga warga menyelamatankan diri ke gereja," kata Kornelis.

Sekitar 400 orang warga Tunbaun terdampak bencana alam siklon tropis seroja.

"Semua warga masih ada di tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah desa dan kecamatan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pekan Pencarian Korban Gempa Cianjur, 78 Orang Ditemukan Tewas, Sisa 11 Orang

Dua Pekan Pencarian Korban Gempa Cianjur, 78 Orang Ditemukan Tewas, Sisa 11 Orang

Regional
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Tewasnya Sopir Taksi Online di Tempat Karaoke Purworejo

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Tewasnya Sopir Taksi Online di Tempat Karaoke Purworejo

Regional
Pemprov NTB Kirim Bantuan Produk Lokal ke Cianjur, Ada Ayam Taliwang hingga Sate Rembige

Pemprov NTB Kirim Bantuan Produk Lokal ke Cianjur, Ada Ayam Taliwang hingga Sate Rembige

Regional
Kisah Briptu Ayu Saidevy, Polwan Polda Kaltim yang Mengemban Misi Kemanusiaan di Bangui Afrika Tengah

Kisah Briptu Ayu Saidevy, Polwan Polda Kaltim yang Mengemban Misi Kemanusiaan di Bangui Afrika Tengah

Regional
Penabrak Pasien hingga Tewas di RS WZ Johannes Kupang Ternyata Office Boy, Pegang Kemudi meski Tak Mahir

Penabrak Pasien hingga Tewas di RS WZ Johannes Kupang Ternyata Office Boy, Pegang Kemudi meski Tak Mahir

Regional
Pesan Kapolda NTT Saat Lepas 105 Personelnya ke Papua: Menangkan Hati Masyarakat agar Makin Cinta NKRI

Pesan Kapolda NTT Saat Lepas 105 Personelnya ke Papua: Menangkan Hati Masyarakat agar Makin Cinta NKRI

Regional
Dijanjikan Proyek Rp 36 M di Kompleks Stadion Jakabaring, Pria di Lampung Tertipu Rp 675 Juta, Pelaku Catut Nama Gubernur Sumsel

Dijanjikan Proyek Rp 36 M di Kompleks Stadion Jakabaring, Pria di Lampung Tertipu Rp 675 Juta, Pelaku Catut Nama Gubernur Sumsel

Regional
Bocah SD di Luwu Diduga Diperkosa 9 Pria, 1 Pelaku Ditangkap

Bocah SD di Luwu Diduga Diperkosa 9 Pria, 1 Pelaku Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap DDS Racuni Orangtua dan Kakaknya di Magelang Terinsipirasi dari Kasus Munir hingga Mirna

Polisi Ungkap DDS Racuni Orangtua dan Kakaknya di Magelang Terinsipirasi dari Kasus Munir hingga Mirna

Regional
Soal Kapan Gempa Susulan Cianjur Berhenti, Ini Prediksi BMKG

Soal Kapan Gempa Susulan Cianjur Berhenti, Ini Prediksi BMKG

Regional
Sopir Taksi Online Dianiaya hingga Tewas di Parkiran Kafe, Para Pengusaha Karaoke Diminta Tutup 7 Hari

Sopir Taksi Online Dianiaya hingga Tewas di Parkiran Kafe, Para Pengusaha Karaoke Diminta Tutup 7 Hari

Regional
Perusahaan Jepang Tertarik Rekrut Lulusan SMK dari Tasikmalaya, Disebut Santun, Rajin dan Religius

Perusahaan Jepang Tertarik Rekrut Lulusan SMK dari Tasikmalaya, Disebut Santun, Rajin dan Religius

Regional
Kisah Pemuda 22 Tahun di Kupang, Alami Jantung Bocor sejak Bayi, Belum Bisa Dioperasi karena Kendala Biaya

Kisah Pemuda 22 Tahun di Kupang, Alami Jantung Bocor sejak Bayi, Belum Bisa Dioperasi karena Kendala Biaya

Regional
Stadion Manahan Jadi Tuan Rumah Liga 1, Gibran: Jika 7 Pertandingan Berhasil, Januari Pakai Penonton

Stadion Manahan Jadi Tuan Rumah Liga 1, Gibran: Jika 7 Pertandingan Berhasil, Januari Pakai Penonton

Regional
Festival Moderasi Beragama, Umat Hindu Menari di Kompleks Candi Prambanan

Festival Moderasi Beragama, Umat Hindu Menari di Kompleks Candi Prambanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.