Blora Jadi Percontohan Penanaman Padi di Lahan Sawah Tadah Hujan

Kompas.com - 08/04/2021, 16:28 WIB
Bupati Blora, Arief Rohman lakukan tanam perdana padi di lokasi riset Kementan, Desa Perantaan, Bogorejo, Blora, Kamis (8/4/2021) Dok. Prokompim Kabupaten BloraBupati Blora, Arief Rohman lakukan tanam perdana padi di lokasi riset Kementan, Desa Perantaan, Bogorejo, Blora, Kamis (8/4/2021)

BLORA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memilih Blora sebagai lokasi percontohan riset pengembangan inovatif kolaboratif (RPIK) untuk penanaman padi di lahan sawah tadah hujan (LSTH).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Puslitbangtan) Kementan Priatna Sasmita menjelaskan, alasannya memilih Blora sebagai lokasi riset dikarenakan kondisi wilayah yang sebagian besarnya merupakan sawah tadah hujan.

“Kami bawa beberapa varietas padi hasil penelitian yang dirancang memiliki masa tanam pendek dan butuh sedikit air sehingga cocok untuk sawah tadah hujan seperti Blora ini,” ucap Priatna usai tanam perdana di Desa Perantaan, Bogorejo, Blora, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Surplus Beras 200 Ton, Bupati Hendy: Kami Akan Dorong Jember Jadi Lumbung Padi Nasional

Sejumlah varietas padi yang ditanam di antaranya inpari 38, inpari 39, inpari 40, inpari 46, varietas cisaat, dan cakra buana.

“Semuanya ini cocok ditanam di lahan tadah hujan. Kita coba, kita lihat mana yang lebih cocok untuk Blora. Luas lahan yang ditanami kali ini adalah 10 hektar,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Priatna berharap, program tersebut dapat menjadi pusat percontohan keunggulan inovasi di lahan sawah tadah hujan.

"Harapannya nanti bisa dikembangkan di seluruh kecamatan dan menyebar menjadi model pengembangan sawah tadah hujan tingkat nasional," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kementan karena memilih Blora sebagai proyek percontohan nasional riset padi sawah tadah hujan.

“Blora ini memang hampir sebagian besar merupakan sawah tadah hujan. Sawah irigasinya hanya sedikit. Dengan adanya riset ini, kami berharap memperoleh hasil terbaik dan bisa direplikasikan ke daerah lain sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan petani kita,” ucapnya.

Baca juga: Wamentan Sebut Stok Padi Surplus dan Petani Berharap Tidak Impor

Pihaknya meminta petani dan tenaga penyuluh pertanian bisa ikut menyukseskan riset ini.

Selain itu, Arief menyampaikan sejumlah permasalahan terkait pertanian yang ada di wilayahnya mulai tentang pupuk subsidi hingga penanganan pascapanen.

“Mohon bantuannya Pak Kapuslitbang. Beberapa waktu lalu kami juga sudah sowan Pak Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Dirjen Tanaman Pangan. Semoga Blora bisa terus dibantu,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Perdana Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Tidak Keberatan Dakwaan Jaksa

Sidang Perdana Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Tidak Keberatan Dakwaan Jaksa

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 September 2021

Regional
Sudah Diresmikan Gus Dur Pada 2002, RSNU di Blora Tak Kunjung Beroperasi

Sudah Diresmikan Gus Dur Pada 2002, RSNU di Blora Tak Kunjung Beroperasi

Regional
Peserta Tes SKD CPNS Riau Gratis Tes Antigen, Ujian Digelar 5-19 Oktober 2021

Peserta Tes SKD CPNS Riau Gratis Tes Antigen, Ujian Digelar 5-19 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 September 2021

Regional
Eks Sekdis Pendidikan dan Pegawai Honorer PU Banten Jadi Tersangka Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK

Eks Sekdis Pendidikan dan Pegawai Honorer PU Banten Jadi Tersangka Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK

Regional
Pembunuh Perempuan 25 Tahun di Kaltim Bukan Pacar, tapi Rekan Kerja

Pembunuh Perempuan 25 Tahun di Kaltim Bukan Pacar, tapi Rekan Kerja

Regional
BEM Unsri Kawal Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi oleh Dosen Pembimbing Skripsi

BEM Unsri Kawal Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi oleh Dosen Pembimbing Skripsi

Regional
Guru Sering Tak Pakai Masker, Seluruh Orang SD Ini Di-Swab Mendadak

Guru Sering Tak Pakai Masker, Seluruh Orang SD Ini Di-Swab Mendadak

Regional
Mural Berjudul “Kamu yang Abai Jangan Sampai Kami yang Menuai” Menang Festival Mural Goyang Karawang 2021

Mural Berjudul “Kamu yang Abai Jangan Sampai Kami yang Menuai” Menang Festival Mural Goyang Karawang 2021

Regional
Cerita Iptu Pranan Dampingi Tim Vaksinasi Temui Lansia hingga Kunjungi Daerah Terpencil di Jombang

Cerita Iptu Pranan Dampingi Tim Vaksinasi Temui Lansia hingga Kunjungi Daerah Terpencil di Jombang

Regional
Beredar Video Hoaks Harimau di Grobogan, Ini Faktanya

Beredar Video Hoaks Harimau di Grobogan, Ini Faktanya

Regional
Terimpit Utang Rp 150 Juta, Alasan Mantan Polisi di Semarang Jadi Manusia Silver

Terimpit Utang Rp 150 Juta, Alasan Mantan Polisi di Semarang Jadi Manusia Silver

Regional
Tinggalkan TNI, Rusnawi Hanya Bertahan 5 Bulan Jadi Kepala BKKBN karena NIP Diduga Dibuat Asal-asalan

Tinggalkan TNI, Rusnawi Hanya Bertahan 5 Bulan Jadi Kepala BKKBN karena NIP Diduga Dibuat Asal-asalan

Regional
Kontingen Papua Kembali Raih 2 Emas dari Cabor Sepatu Roda

Kontingen Papua Kembali Raih 2 Emas dari Cabor Sepatu Roda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.