Wali Kota Blitar Didenda 50 Kali Lebih Banyak Dibanding Pelanggar Prokes Lain, Ini Alasannya

Kompas.com - 07/04/2021, 15:03 WIB
Wali Kota Blitar Santoso memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Blitar, Selasa (6/4/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIWali Kota Blitar Santoso memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Blitar, Selasa (6/4/2021)

KOMPAS.com - Aksi Wali Kota Blitar Santoso bernyanyi, berjoget tanpa masker dan membagikan uang kepada penyanyi perempuan berujung pada sanksi denda.

Dia dan sejumlah peserta acara itu didenda karena dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes).

Namun khusus untuk Santoso, denda ditetapkan 50 kali lipat dibandingkan pelanggar protokol kesehatan lainnya.

Baca juga: Didenda Rp 5 Juta karena Langgar Prokes, Wali Kota Blitar: Sudah Beres, Jangan Diungkit Lagi

Bermula video viral

Ilustrasi viralShutterstock Ilustrasi viral
Sanksi ini bermula dari video viral yang menunjukkan Wali Kota Santoso bernyanyi dan berjoget di atas panggung. Sayangnya, Santoso tidak mengenakan masker.

Acara tersebut merupakan syukuran pelantikan dirinya sebagai Wali Kota Blitar di Gedung Balai Kota Kusumo Wicitro, Jumat (26/2/2021).

Santoso dan beberapa orang lainnya tampak bernyanyi danberjoget.

Dia juga terekam membagikan uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 kepada penyanyi perempuan.

Baca juga: Bernyanyi dan Berjoget Tanpa Masker, Wali Kota Blitar Santoso Didenda Rp 5 Juta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus BST Tersrempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Bus BST Tersrempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Regional
Doni Monardo: Kalau Telanjur Mudik Wajib Karantina, Apa Pun Alasannya

Doni Monardo: Kalau Telanjur Mudik Wajib Karantina, Apa Pun Alasannya

Regional
Pemulung di Kupang Temukan Jasad Bayi dalam Tumpukan Sampah, Diduga Baru Berusia Sehari

Pemulung di Kupang Temukan Jasad Bayi dalam Tumpukan Sampah, Diduga Baru Berusia Sehari

Regional
Pusat Niaga di Bandung Ramai, Wali Kota: Luar Biasa Masyarakat Ini, seperti Tidak Ada Covid-19

Pusat Niaga di Bandung Ramai, Wali Kota: Luar Biasa Masyarakat Ini, seperti Tidak Ada Covid-19

Regional
'Kalau Setiap Ada Forum Pengajian di Kota Pasuruan, Bipang Jangkar Ini Selalu Disuguhkan'

"Kalau Setiap Ada Forum Pengajian di Kota Pasuruan, Bipang Jangkar Ini Selalu Disuguhkan"

Regional
Dijadwalkan Tinjau Pos Penyekatan Hari Ini, Bupati Nganjuk Malah Terjaring OTT KPK

Dijadwalkan Tinjau Pos Penyekatan Hari Ini, Bupati Nganjuk Malah Terjaring OTT KPK

Regional
2 WNA Kru Film Dokumenter Disetop Petugas Pos Penyekatan Mudik di Aceh

2 WNA Kru Film Dokumenter Disetop Petugas Pos Penyekatan Mudik di Aceh

Regional
Takbir Keliling di Surabaya Ditiadakan, Ini Aturan Saat Malam Lebaran

Takbir Keliling di Surabaya Ditiadakan, Ini Aturan Saat Malam Lebaran

Regional
Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pelayanan Pemerintah Dipastikan Terus Berjalan

Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pelayanan Pemerintah Dipastikan Terus Berjalan

Regional
Kronologi 4 Pria di Sikka Berkelahi, 1 Orang Tewas, Bermula Minum Moke Bersama

Kronologi 4 Pria di Sikka Berkelahi, 1 Orang Tewas, Bermula Minum Moke Bersama

Regional
KPK Lakukan OTT pada Bupati Novi, Sekda Nganjuk: Materinya Saya Belum Tahu

KPK Lakukan OTT pada Bupati Novi, Sekda Nganjuk: Materinya Saya Belum Tahu

Regional
Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, Anak Buah Kaget: Minggu Pagi Masih Bekerja

Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, Anak Buah Kaget: Minggu Pagi Masih Bekerja

Regional
Takbir Keliling dan 'Open House' Dilarang di Batam

Takbir Keliling dan "Open House" Dilarang di Batam

Regional
Angka Covid-19 di Kepri Terus Meningkat, Total 12.339 Kasus

Angka Covid-19 di Kepri Terus Meningkat, Total 12.339 Kasus

Regional
Pelaku Penembakan Warga Kupang Ditangkap, Ini Motifnya

Pelaku Penembakan Warga Kupang Ditangkap, Ini Motifnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X