Ini Alasan Papua Nugini Putuskan Deportasi Gubernur Papua Lukas Enembe dan 2 Kerabatnya

Kompas.com - 02/04/2021, 13:35 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe berada di PLBN Skouw setelah dideportasi oleh pemerintah PNG, Jayapura, Papua, Jumat (2/4/2021) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIGubernur Papua Lukas Enembe berada di PLBN Skouw setelah dideportasi oleh pemerintah PNG, Jayapura, Papua, Jumat (2/4/2021)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pihak pemerintah Papua Nugini memutuskan mendeportasi orang nomor satu se-Papua, Gubernur Lukas Enembe, lantaran tidak memiliki dokumen resmi. Sehingga, disebut "illegal stay".

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua, Novianto Sulastono.

Dengan demikian, Lukas Enembe dan dua kerabatnya yakni Hendrik Abodondifu dan Eli Wenda pun dideportasi via Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura.

Baca juga: Imigrasi: Gubernur Papua Lukas Enembe Dideportasi Papua Nugini, Disebut Illegal Stay

"Dari pemerintah Papua Nugini yang menyatakan bahwa beliau ini illegal stay di sana, kita sebut pelintas ilegal," ujarnya di Jayapura, Jumat.

Pada prosesnya, Konsulat Jenderal RI untuk Vanimo mengeluarkan Surat Perjalanan Laksana Pasport (SPLP) yang hanya digunakan selama satu kali.

"Jadi yang deportasi itu Pemerintah Papua Nugini," katanya.

Baca juga: Konsulat RI: Lukas Enembe Kembali ke Indonesia Setelah 2 Hari di Papua Nugini


Imigrasi Jayapura akan usut cara Lukas Enembe melintas ke Papua Nugini

Novianto Sulastono memastikan imigrasi akan mencari tahu perihal keberangkatan Lukas Enembe saat melintas ke Papua Nugini.

"Jam berapa dan dari mana beliau melintas tentunya akan kita dalami dan sebagai pejabat negara tentu beliau paham (aturan)," tuturnya.

 

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Papua Lukas Enembe menyeberang ke Vanimo, Papua Nugini secara ilegal dengan menggunakan ojek di jalur "tikus" atau jalur tradisional pada Rabu (31/3/2021).

Kemudian pada Jumat (2/4/2021) siang, Lukas Enembe bersama kerabatnya Hendrik Abodondifu dan Eli Wenda, dengan didampingi Konsulat RI untuk Vanimo, Allen Simarmata, kembali ke Indonesia melalui PLBN Skouw, Kota Jayapura.

Konsulat RI menyebutkan Lukas Enembe berada di Papua Nugini selama dua hari tanpa sepengetahuan pihaknya.

Sementara menurut Lukas Enembe, ia ke Papua Nugini menggunakan ojek karena akan terapi syaraf.

(Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Talaud Sulut

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Talaud Sulut

Regional
Update Covid-19 di Riau Bertambah 523 Kasus

Update Covid-19 di Riau Bertambah 523 Kasus

Regional
Umat Islam Memadati Masjid Raya Medan, Jaga Jarak Sulit Dilakukan

Umat Islam Memadati Masjid Raya Medan, Jaga Jarak Sulit Dilakukan

Regional
Ledakan Petasan Berujung Tragis, Tiga Orang Tewas, Rumah Hancur hingga Tangan Bocah Nyaris Putus

Ledakan Petasan Berujung Tragis, Tiga Orang Tewas, Rumah Hancur hingga Tangan Bocah Nyaris Putus

Regional
Malam Takbiran di Kuburan, Tanpa Lelah Pikul Jenazah Pasien Covid-19

Malam Takbiran di Kuburan, Tanpa Lelah Pikul Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Kesaksian Ayah Korban Ledakan Petasan di Kebumen: Semua Tergeletak, Darah di Mana-mana...

Kesaksian Ayah Korban Ledakan Petasan di Kebumen: Semua Tergeletak, Darah di Mana-mana...

Regional
12.230 Pemudik Tiba di Kabupaten Brebes

12.230 Pemudik Tiba di Kabupaten Brebes

Regional
'Selama 33 Tahun Bertugas, Tak Pernah Ada Kapolda Bernama Endang Bachtiar'

"Selama 33 Tahun Bertugas, Tak Pernah Ada Kapolda Bernama Endang Bachtiar"

Regional
Pos Penyekatan Puncak Cianjur Dijebol Pemudik di Malam Takbiran

Pos Penyekatan Puncak Cianjur Dijebol Pemudik di Malam Takbiran

Regional
4 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 3 Orang Tewas, Tembok dan Plafon Rumah Hancur

4 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 3 Orang Tewas, Tembok dan Plafon Rumah Hancur

Regional
Dugaan Penyebab Seorang Mahasiswi Bunuh Diri Terungkap dari Pesan WhatsApp

Dugaan Penyebab Seorang Mahasiswi Bunuh Diri Terungkap dari Pesan WhatsApp

Regional
Penumpang Bus Kompak Gunakan Seragam Karyawan, Ternyata Modus Pemudik

Penumpang Bus Kompak Gunakan Seragam Karyawan, Ternyata Modus Pemudik

Regional
Video Viral Puluhan Pedagang Hampir Bentrok dengan Satgas Covid-19 Bandar Lampung

Video Viral Puluhan Pedagang Hampir Bentrok dengan Satgas Covid-19 Bandar Lampung

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Pemuda Pungli Penjual Bakso Bakar | 'Otak Saya Bukan Pejabat, Saya Pelayan Rakyat'

[POPULER NUSANTARA] Video Pemuda Pungli Penjual Bakso Bakar | "Otak Saya Bukan Pejabat, Saya Pelayan Rakyat"

Regional
Penghuni Tertidur Saat Masak Ketupat Lebaran, Sebuah Rumah Terbakar

Penghuni Tertidur Saat Masak Ketupat Lebaran, Sebuah Rumah Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X