Jung Jawa, Kapal Raksasa Penguasa Lautan Nusantara. Ada Sejak Abad ke-8, Kini Hilang dari Peradaban

Kompas.com - 02/04/2021, 13:03 WIB
Ilustrasi aktivitas petani masa VOC kebudayaan.kemdikbud.go.idIlustrasi aktivitas petani masa VOC
Editor Rachmawati

Satu kapal memiliki panjang mencapai 50 depa atau setara 100 meter yang bisa menampung hingga 800 prajurit.

Sedangkan kapal ukuran kecil memiliki panjang 33 meter dengan kapasitas 121 prajurit.

Kehebatan Indonesia di bidang tekhnologi kapal juga diakui oleh seorang astronomer kesohor dari Yunani bernama Claudius Ptolemaeus

Ia menyebut kapal raksasa tersebut dengan kolandiaphonta, yang berarti kapal dari Sumatera atau Jawa.

Baca juga: Kebijakan-Kebijakan VOC di Bidang Politik

Kala itu di era 1500-an, orang Jawa dikenal menguasai kawasan Asia Tenggara dengan menguasai jalur rempah antara Maluku, Jawa, dan Malaka.

Lambat laun, pelabuhan Malaka juga menjadi pusat perdagangan pada masa itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terpusatnya perdagangan di pelabuhan Nusantara itu menjadi dorongan bagi orang di Jawa untuk terus mengembangkan kapal-kapal besar demi ekspansi kawasan dagangnya.

Niccolo da Conti seorang pedagang, penjelajah, dan penulis Italia menceritakan jika kapal kargo Jawa memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan kapal terbesar bangsa Portugis di masa itu yakni Kapal Flor de La Mar.

Baca juga: Perlawanan Etnis Tionghoa terhadap VOC

Sementara itu dalam buku “Majapahit Peradaban Maritim” yang ditulis oleh Irwan Djoko Nugroho, Jung Jawa disbeut memiliki ukuran 4 hingga 5 kali lipat Kapal Flor de La Mar.

Bahkan, kapal jung bisa memuat komoditas hingga 2.000 ton.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Regional
Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Regional
Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Regional
Didenda Rp 10 Juta Usai Warungnya Jadi Lokasi Pernikahan, Dendik: Kalau Tidak Kuat Bayar, Saya Dikurung Saja

Didenda Rp 10 Juta Usai Warungnya Jadi Lokasi Pernikahan, Dendik: Kalau Tidak Kuat Bayar, Saya Dikurung Saja

Regional
Rumah Kalapas Kotapinang Dibakar oleh Napi dan Pegawainya Sendiri

Rumah Kalapas Kotapinang Dibakar oleh Napi dan Pegawainya Sendiri

Regional
Baru Dilantik, 36 Pejabat Pemkot Solo Diminta Rajin Blusukan dan Aktif di Medsos

Baru Dilantik, 36 Pejabat Pemkot Solo Diminta Rajin Blusukan dan Aktif di Medsos

Regional
Bukan Tersangka, Anak dan Menantu Akidi Tio Hanya Wajib Lapor

Bukan Tersangka, Anak dan Menantu Akidi Tio Hanya Wajib Lapor

Regional
Dinkes Jateng Klaim Tingkat Kematian di Tempat Isolasi Terpusat Tak Sampai 5 Persen

Dinkes Jateng Klaim Tingkat Kematian di Tempat Isolasi Terpusat Tak Sampai 5 Persen

Regional
[POPULER NUSANTARA] Catatan Emas Greysia Polii/Apriyani Rahayu | Polemik Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio

[POPULER NUSANTARA] Catatan Emas Greysia Polii/Apriyani Rahayu | Polemik Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio

Regional
Demokrat Jateng Laporkan Unggahan Wamendes di Media Sosial ke Polisi

Demokrat Jateng Laporkan Unggahan Wamendes di Media Sosial ke Polisi

Regional
Momen Sandiaga Uno Video Call dengan Penjual Cilok Berjas: Halo Bapak Pejabat!

Momen Sandiaga Uno Video Call dengan Penjual Cilok Berjas: Halo Bapak Pejabat!

Regional
Pasien Covid-19 Dipulangkan Paksa Saat Kritis, Akhirnya Meninggal, Keluarga Tolak Jenazah Dimakamkan dengan Prokes

Pasien Covid-19 Dipulangkan Paksa Saat Kritis, Akhirnya Meninggal, Keluarga Tolak Jenazah Dimakamkan dengan Prokes

Regional
Stok Vaksin di Kota Semarang Nyaris Habis, Dinkes Jateng: Sambil Menunggu, Manfaatkan Dulu

Stok Vaksin di Kota Semarang Nyaris Habis, Dinkes Jateng: Sambil Menunggu, Manfaatkan Dulu

Regional
Satgas Covid-19 Maluku: Kalau Ada Pandangan Satgas Tak Berani dengan Pejabat, Itu Tidak Benar...

Satgas Covid-19 Maluku: Kalau Ada Pandangan Satgas Tak Berani dengan Pejabat, Itu Tidak Benar...

Regional
Merasa Terbantu Saat Terpapar Covid-19, Bripka Nuki 9 Kali Donorkan Plasma Konvalesen

Merasa Terbantu Saat Terpapar Covid-19, Bripka Nuki 9 Kali Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X