Mengapa Lumba-lumba Mendekat ke Pantai hingga Mati Terdampar di Tapanuli Selatan?

Kompas.com - 25/03/2021, 14:04 WIB
Kejadian demi kejadian lumba-lumba terdampar di pantai dilaporkan warga di berbagai daerah dalam delapan tahun terakhir. Foto ini merupakan upaya warga menyelamatkan lumba-lumba yang tersesat di Luwu, Sulsel-Februari 2021 Getty Images/SOPA ImagesKejadian demi kejadian lumba-lumba terdampar di pantai dilaporkan warga di berbagai daerah dalam delapan tahun terakhir. Foto ini merupakan upaya warga menyelamatkan lumba-lumba yang tersesat di Luwu, Sulsel-Februari 2021
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kematian seekor lumba-lumba jenis hidung botol yang terdampar di pantai di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menambah rangkaian kejadian lumba-lumba terdampar di pantai dan sungai di Indonesia.

Sejak tahun 2013, warga di berbagai daerah melaporkan temuan lumba-lumba terdampar dan kerap menyebutnya sebagai 'kejadian langka'.

Khusus untuk kejadian di Tapanuli Selatan pekan ini, warga setempat mengaku sebelumnya mereka melihat ribuan lumba-lumba lalu-lalang di pantai tersebut.

Baca juga: Cerita Lumba-lumba Mati di Tumpukan Sampah, Diduga Terbawa Badai Saat Cari Makan

Menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lumba-lumba hidung botol memang biasa bergabung dalam kawanan dengan jumlah banyak.

Namun tindakan mamalia laut itu mendekat ke pantai dinilai sebagai keputusan terpaksa yang membahayakan diri mereka.

Hari itu, Jumat (19/3/2021), Kepala Desa Muara Upu Husnul Amir Harahap mengaku merasa takjub melihat ribuan ekor lumba-lumba berenang hingga ke tepian pantai.

Baca juga: Kronologi Lumba-lumba Mati Terdampar di Pantai Tapanuli Selatan, Saksi Mata: Sebelumnya Ada Ribuan Ekor di Pinggir Pantai

Seekor lumba-lumba hidung botol ditemukan mati terdampar di pantai Muara Upu, Tapanuli SelatanNanda Fahriza Batubara Seekor lumba-lumba hidung botol ditemukan mati terdampar di pantai Muara Upu, Tapanuli Selatan
Menurutnya, fenomena ini sangat jarang terjadi di daerah tersebut.

Husnul melihat kawanan lumba-lumba nyaris memenuhi sisi pantai. Biasanya, menurut dia, nelayan setempat hanya melihat satwa itu di tengah laut.

"Kalau sebanyak itu sangat jarang terjadi. Baru kali ini. Jumlahnya mungkin ribuan karena tampak dari pinggir (pantai) sampai ke tengah," kata Husnul kepada wartawan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Baca juga: Seekor Lumba-lumba Mati Terdampar di Pantai Tapanuli Selatan, Sebelumnya Terlihat Banyak

Husnul memperkirakan munculnya lumba-lumba tersebut tak lain untuk berburu ikan-ikan kecil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Berwisata ke Puncak, Ribuan Pengendara Diputar Balik di Perbatasan Cianjur-Bogor

Hendak Berwisata ke Puncak, Ribuan Pengendara Diputar Balik di Perbatasan Cianjur-Bogor

Regional
Pria Pembuat Video Hina Palestina Jadi Tersangka UU ITE, Dianggap Sebar Konten SARA

Pria Pembuat Video Hina Palestina Jadi Tersangka UU ITE, Dianggap Sebar Konten SARA

Regional
Sebelum Ditutup, Objek Wisata Pariaman Hasilkan PAD Rp 60 Juta dalam Dua Hari Libur Lebaran

Sebelum Ditutup, Objek Wisata Pariaman Hasilkan PAD Rp 60 Juta dalam Dua Hari Libur Lebaran

Regional
Diduga Usai Ucapkan Kalimat Kode Ini, Camat di Kediri Terima Setoran Pungli

Diduga Usai Ucapkan Kalimat Kode Ini, Camat di Kediri Terima Setoran Pungli

Regional
Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Jadi Tersangka UU ITE

Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Satu Jenazah Korban Perahu Terbalik di Kedung Ombo Ditemukan, Dua Masih Dicari

Satu Jenazah Korban Perahu Terbalik di Kedung Ombo Ditemukan, Dua Masih Dicari

Regional
Pengemudi Perahu Terbalik di Kedung Ombo Berusia 13 Tahun, Polisi: Masih Diperiksa

Pengemudi Perahu Terbalik di Kedung Ombo Berusia 13 Tahun, Polisi: Masih Diperiksa

Regional
Perahu Terbalik di Kedong Ombo Tewaskan 6 Orang, Ganjar: Pengelola Harus Tanggung Jawab

Perahu Terbalik di Kedong Ombo Tewaskan 6 Orang, Ganjar: Pengelola Harus Tanggung Jawab

Regional
Sempat Dibuka, Seluruh Objek Wisata di Pariaman Mendadak Ditutup Mulai Hari Ini

Sempat Dibuka, Seluruh Objek Wisata di Pariaman Mendadak Ditutup Mulai Hari Ini

Regional
Pantai Anyer dan Tempat Wisata di Kabupaten Serang Ditutup

Pantai Anyer dan Tempat Wisata di Kabupaten Serang Ditutup

Regional
Polisi Tutup Akses Masuk Menuju Kawasan Wisata di Banten, Wisatawan yang Sudah Datang Dibubarkan

Polisi Tutup Akses Masuk Menuju Kawasan Wisata di Banten, Wisatawan yang Sudah Datang Dibubarkan

Regional
Bikin Video TikTok Kontroversial soal Palestina, Pria Ini Mengaku Iseng, Polisi: Kasusnya Sudah Kami Tangani

Bikin Video TikTok Kontroversial soal Palestina, Pria Ini Mengaku Iseng, Polisi: Kasusnya Sudah Kami Tangani

Regional
Pungli THR Belasan Juta Rupiah, Camat Purwoasri Dicopot, Dipindahkan dengan Jabatan Lebih Rendah

Pungli THR Belasan Juta Rupiah, Camat Purwoasri Dicopot, Dipindahkan dengan Jabatan Lebih Rendah

Regional
Seluruh Tempat Wisata di Banten Ditutup hingga 30 Mei, Ini Alasannya

Seluruh Tempat Wisata di Banten Ditutup hingga 30 Mei, Ini Alasannya

Regional
Masih Pandemi, tapi Pengunjung Pantai Batu Karas di Pangandaran Membeludak, Ini Kata Pemkab

Masih Pandemi, tapi Pengunjung Pantai Batu Karas di Pangandaran Membeludak, Ini Kata Pemkab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X