Buka Produksi Tembakau Sintetis Rumahan di Makassar, 3 Mahasiswa Ditangkap

Kompas.com - 14/03/2021, 16:13 WIB
5 pemuda yang dihadikan tersangka kasus peredarab narkoba jenis tembakau sintetis di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (13/3/2021). KOMPAS.COM/HIMAWAN5 pemuda yang dihadikan tersangka kasus peredarab narkoba jenis tembakau sintetis di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (13/3/2021).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi membongkar usaha produksi rumahan narkoba jenis tembakau sintetis yang terletak di Jalan Abdul Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (12/3/2021). 

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Indra Waspada Yudha mengatakan dari pengungkapan tersebut pihaknya menyita tembakau sintetis sekitar 1 kilogram lebih. 

Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap 5 orang pemuda. Dua di antaranya masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

Baca juga: Polisi Bandung Sita 150 Kg Tembakau Sintetis dari Industri Rumahan di Bekasi

Mereka berinisial VI (16), MI (19), MF alias Seto (19), MF (18), dan IZ (20).

"Kami jumlahkan kurang lebih 1 kilogram. Ada seratusan paket (disita)," kata Indra, Minggu (14/3/2021).

Indra mengatakan bahwa pengungkapan industri rumahan tembakau sintetis ini bermula dari penangkapan VI dan MI di Jalan Toa Daeng, Makassar, Kamis (11/3/2021) malam. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

VI dan MI merupakan kurir yang menyebarkan tembakau ini kepada pembeli. Dari penangkapan ini, polisi menyita 57 saset tembakau sintetis. 

Baca juga: Racik Tembakau Sintetis, 3 Mahasiswa Ditangkap di Apartemen Mewah

Polisi bongkar produksi stembakau sintetis rumahan

Dari penangkapan itu, polisi kemudian mengembangkan hingga membongkar produksi rumahan tembakau sintetis di salah satu rumah kos di Jalan Abdesir. Dari situ polisi menangkap Seto, MF dan IZ. 

"Dari ketiganya kami amankan 78 saset tembakau yang kami duga tembakau sintetis kemudian ada 4 saset lagi dan 3 tembakau di dalam tas MF," ujar Indra.

Seto, MF, dan IZ kata Indra berperan sebagai peracik tembakau sintetis tersebut. Selain mengamankan tembakau sintetis, polisi juga mengamankan beberapa bahan alkohol dan bibit tembakau yang siap edar. 

Baca juga: Pemilik Tembakau Sintetis Ganesha Seberat 22 Kilogram Diburu

Tembakau sintetis dipasarkan online di Instagram

Narkoba ini sendiri dipasarkan secara online melalui media sosial Instagram. 

"Jadi sistemnya menjual lewat online dengan nama akun @elboy nanti disitu pembeli berinteraksi dan akan ditempelkan di tempat yang ditentukan," ujar Indra. 

Indra mengungkapkan bahwa ketiga pelaku sudah beberapa kali berhasil memasarkan barang dagangannya. 

Mereka pun disangkakan Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup dan minimal 15 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Regional
Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Regional
Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

Regional
Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Regional
Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

Regional
Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Regional
Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Regional
BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

Regional
Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Regional
Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X