Hadiri KLB, 4 Ketua DPC Demokrat di Sulsel Dipecat

Kompas.com - 09/03/2021, 11:47 WIB
Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).  Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. ANTARA FOTO/ENDI AHMADMoeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

MAKASSAR, KOMPAS.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan memecat empat ketua dewan pimpinan cabang yang hadir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Keempat Ketua DPC Partai Demokrat di Sulsel yang dipecat yakni, Andi Insan Tanri (Ketua DPC Demokrat Kabupaten Sidrap), Andi Haeruddin (Ketua Demokrat Kabupaten Barru), Andi Muhammad Ridha (Ketua DPC Kabupaten Pangkep) dan H Ikrar Ikhsan (Ketua DPC Demokrat Kabupaten Takalar).

“Sudah ditunjuk langsung Plt Ketua DPC masing-masing daerah,” tegas Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle ketika dikonfirmasi, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Profil Apri Sujadi Bupati Bintan yang Dipecat dari Kader Demokrat oleh AHY, Tokoh Pembentukan Provinsi Kepri

Selle menegaskan, meski adanya KLB ilegal yang digelar di Deli Serdang, Partai Demokrat di Sulsel tetap solid.

Bahkan seluruh pengurus DPD dan DPC, kader inti serta anggota fraksi sementara berkumpul di Sekretariat Partai Demokrat Sulsel di Kota Makassar untuk merapatkan barisan untuk melakukan perlawanan.

Selain itu, ungkap Selle, tim hukum Partai Demokrat Sulsel sedang bekerja untuk memverifikasi hal-hal lain di luar empat DPC yang dipecat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim hukum Demokrat Sulsel sedang mengumpulkan bukti-bukti apakah ada unsur pidana yang melakukan pemalsuan dokumen seperti mengatasnamakan DPD atau DPC di arena KLB di Deli Serdang.

“Tim hukum masih bekerja. Yang lain lebih utama merapatkan barisan terutama DPD dan DPC serta kader inti dan anggota fraksi. Bagaimana kita menyatukan langkah ini bukan hanya perjuangan Partai Demokrat saja, melainkan menyelamatkan demokrasi di Indonesia,” bebernya. 

Baca juga: Marzuki Alie dan Lima Mantan Kader Gugat AHY, Demokrat: Menggelikan

Selle juga menuturkan, saat ini pihak kepolisian dan TNI menanyakan kondisi DPC masing-masing daerah di Sulsel efek dari KLB di Deli Serdang.  

“Beberapa teman dihubungi oleh anggota Kepolisian dan TNI sekedar menanyakan bagaimana kondisi DPC masing-masing daerah efek dari KLB. Semua teman-teman menyampaikan, tidak ada masalah. Kalau ada gangguan, kita siap melawan. Seperti adanya gerakan pengambilalihan kantor DPC di masing-masing daerah, tentu kami siap melawan jika ada indikasi-indikasi kegiatan seperti itu,” sebut Selle. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penularan Meluas, 89 Warga Klaster Hajatan Madiun Dievakuasi ke Rumah Sakit

Cegah Penularan Meluas, 89 Warga Klaster Hajatan Madiun Dievakuasi ke Rumah Sakit

Regional
Masuk Zona Merah, Pemkab Jepara Tambah Tempat Karantina untuk Pasien Covid-19

Masuk Zona Merah, Pemkab Jepara Tambah Tempat Karantina untuk Pasien Covid-19

Regional
Unnes Terima 3.873 Mahasiswa Jalur SBMPTN, Catat Jadwal Registrasi Ulangnya

Unnes Terima 3.873 Mahasiswa Jalur SBMPTN, Catat Jadwal Registrasi Ulangnya

Regional
2 Warga Nigeria dan 1 WNI Kendalikan Jaringan Sabu-sabu 1,1 Ton dari Balik Lapas

2 Warga Nigeria dan 1 WNI Kendalikan Jaringan Sabu-sabu 1,1 Ton dari Balik Lapas

Regional
Kronologi Suami Bawa Polisi Gerebek Istri yang Selingkuh dengan Kepala Desa

Kronologi Suami Bawa Polisi Gerebek Istri yang Selingkuh dengan Kepala Desa

Regional
Fakta Covid-19 Varian India Ditemukan di Jawa Timur, 3 Warga Terinfeksi

Fakta Covid-19 Varian India Ditemukan di Jawa Timur, 3 Warga Terinfeksi

Regional
Klaster Hajatan Nikah di Madiun Bertambah Jadi 88 Orang, Ada dari Keluarga Besan

Klaster Hajatan Nikah di Madiun Bertambah Jadi 88 Orang, Ada dari Keluarga Besan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penutupan Akses Dukuh yang Terpapar Covid-19 | Pengemudi Ojol Ditangkap Saat Antar Miras Pelanggan

[POPULER NUSANTARA] Penutupan Akses Dukuh yang Terpapar Covid-19 | Pengemudi Ojol Ditangkap Saat Antar Miras Pelanggan

Regional
Duduk Perkara Kerumunan Senam Massal di Bangka, Digelar Rutin tapi Tak Berizin, Banyak Peserta Langgar Prokes

Duduk Perkara Kerumunan Senam Massal di Bangka, Digelar Rutin tapi Tak Berizin, Banyak Peserta Langgar Prokes

Regional
275 Orang di Lapas Narkotika Sleman Positif Covid-19, Berawal dari Sipir Hilang Penciuman

275 Orang di Lapas Narkotika Sleman Positif Covid-19, Berawal dari Sipir Hilang Penciuman

Regional
Detik-detik 20 Warga Bakar Kapal Ikan, lalu Cegat dan Paksa Polisi Serahkan Seluruh Awaknya

Detik-detik 20 Warga Bakar Kapal Ikan, lalu Cegat dan Paksa Polisi Serahkan Seluruh Awaknya

Regional
Pokja Genetik UGM: Covid-19 Varian Delta di Kudus Lebih Menular dan Pengaruhi Respons Imun

Pokja Genetik UGM: Covid-19 Varian Delta di Kudus Lebih Menular dan Pengaruhi Respons Imun

Regional
8 dari 16 Kecamatan di Blora Zona Merah Covid-19, Bupati: Kalau Perlu Ada Jam Malam

8 dari 16 Kecamatan di Blora Zona Merah Covid-19, Bupati: Kalau Perlu Ada Jam Malam

Regional
Hendak Ditangkap, Pengedar Sabu Ini Ajak Duel Polisi, Pelaku Ditembak, Begini Kronologinya

Hendak Ditangkap, Pengedar Sabu Ini Ajak Duel Polisi, Pelaku Ditembak, Begini Kronologinya

Regional
Motor Anak Oleng Saat Lewati Puncak Bogor, Ayah Tewas Terpental ke Kebun Teh

Motor Anak Oleng Saat Lewati Puncak Bogor, Ayah Tewas Terpental ke Kebun Teh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X