Nurdin Abdullah Ditangkap KPK, Plt Gubernur Sulsel Tetap Lanjutkan Program yang Dicanangkan

Kompas.com - 01/03/2021, 16:12 WIB
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOPlt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, mengajak para jajarannya untuk fokus bekerja dan menjaga profesionalitas sebagai pejabat negara.

Ia pun mengaku kaget dengan kejadian beberapa hari terakhir ini. Salah satunya, kasus hukum yang menyeret nama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

“Kita empati dengan apa yang terjadi. Mari kita doakan yang terbaik untuk beliau. Semua orang punya aib. Tidak ada yang sempurna, pasti kita pernah melakukan kesalahan atau kekhilafan. Kita harus selalu mengingatkan dan banyak berdoa,” ujarnya saat memimpin Coffee Morning yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Wali Kota Makassar Tidak Lanjutkan Pembangunan Proyek Rancangan Nurdin Abdullah

Andi Sudirman pun mengimbau para jajarannya untuk tidak menyebarkan gosip atau berspekulasi terkait persoalan yang menimpa Nurdin Abdullah.

“Saya inginkan tidak ada pelayanan atau pekerjaaan yang terhambat. Roda pemerintahan harus berjalan,” jelasnya.

Dirinya meyakinkan jika program Prof Andalan yang dicanangkan bersama Nurdin Abdullah akan tetap dijalankan.

“Visi misi kita sama beliau (Nurdin Abdullah) sama.  Mari kita bekerja bersama, berdoa, dan mendukung. Saya selalu terbuka,” tuturnya.

Baca juga: Gaji dan Tunjangan 1.100 Anggota Satpol PP Makassar Belum Dibayar, Listrik Kantor Dicabut PLN

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap (OTT) Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Makassar, Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 01.00 Wita.

Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Selain Nurdin Abdullah, 5 orang lainnya berinisial AS (kontraktor), NU (sopir AS), SB (Adc Gubernur Prov. Sulsel), ER (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan), dan IR (Sopir ER) ikut diamankan.

Nurdin Abdullah bersama 5 orang lainnya ditangkap oleh tim KPK yang berjumlah 9 orang di rumah jabatan Gubernur Sulsel Jl Jenderal Sudirman, Makassar.

Dari penangkapan itu, tim KPK menyita 1 koper yang berisi uang Rp 1 miliar yang diamankan di rumah makan nelayan Jl Ali Malaka, Makassar. Nurdin Abdullah bersama 5 orang lainnya langsung dibawa ke Jakarta dengan menumpangi Pesawat Garuda GA 617 dengan pengawalan dari tim Gegana, Brimob Polda Sulsel.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awalnya Ragu Menanam Porang, Heriyanto Kini Ingin Garap Sampai 13 Hektare

Awalnya Ragu Menanam Porang, Heriyanto Kini Ingin Garap Sampai 13 Hektare

Regional
Sentra Perekonomian Jadi Titik Kemacetan Saat Libur Lebaran 2021 di Solo

Sentra Perekonomian Jadi Titik Kemacetan Saat Libur Lebaran 2021 di Solo

Regional
Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Kata Gubernur Sumsel

Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Dua Sepeda Motor Laga Kambing, Tiga Orang Tewas

Dua Sepeda Motor Laga Kambing, Tiga Orang Tewas

Regional
Suami Ditangkap Aniaya Perawat RS Siloam, Istri Minta Maaf dan Merasa Dipojokkan

Suami Ditangkap Aniaya Perawat RS Siloam, Istri Minta Maaf dan Merasa Dipojokkan

Regional
Virus Corona B1525 Ditemukan di Batam, Warga Kepri Diminta Waspada

Virus Corona B1525 Ditemukan di Batam, Warga Kepri Diminta Waspada

Regional
Sejarah Masjid Menara Kudus, Potret Akulturasi Islam-Hindu, dan Mitos Rajah Kalacakra

Sejarah Masjid Menara Kudus, Potret Akulturasi Islam-Hindu, dan Mitos Rajah Kalacakra

Regional
Polisi: Kami Menduga Sebelum Terjadi Ledakan Ada Aktivitas Meracik Bubuk untuk Membuat Petasan

Polisi: Kami Menduga Sebelum Terjadi Ledakan Ada Aktivitas Meracik Bubuk untuk Membuat Petasan

Regional
Ditanya Soal Peluang dan Survei di Pilkada DKI, Risma: Saya Mikir Bencana Dulu

Ditanya Soal Peluang dan Survei di Pilkada DKI, Risma: Saya Mikir Bencana Dulu

Regional
DPRD Jember Beri Rapor Merah Laporan Pertanggungjawaban Era Bupati Faida

DPRD Jember Beri Rapor Merah Laporan Pertanggungjawaban Era Bupati Faida

Regional
Ini KKB Pelaku Pembakaran di Kampung Dambet Papua

Ini KKB Pelaku Pembakaran di Kampung Dambet Papua

Regional
Cerita Petani Tebu Beralih Menanam Porang, dari Omzet Rp 9 Juta Kini Rp 100 Juta

Cerita Petani Tebu Beralih Menanam Porang, dari Omzet Rp 9 Juta Kini Rp 100 Juta

Regional
Chadisin, Anggota Banser Jombang Meninggal Dunia Saat Jadi Imam Shalat Tarawih dan Witir

Chadisin, Anggota Banser Jombang Meninggal Dunia Saat Jadi Imam Shalat Tarawih dan Witir

Regional
Saat Gubernur Menelepon Keluarga Perawat RS Siloam yang Dijambak dan Ditendang Ayah Pasien

Saat Gubernur Menelepon Keluarga Perawat RS Siloam yang Dijambak dan Ditendang Ayah Pasien

Regional
Bahan Petasan Meledak Saat Tarawih, Seorang Warga Tewas

Bahan Petasan Meledak Saat Tarawih, Seorang Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X