Gaji dan Tunjangan 1.100 Anggota Satpol PP Makassar Belum Dibayar, Listrik Kantor Dicabut PLN

Kompas.com - 01/03/2021, 15:27 WIB
Ilustrasi gaji, upah, rupiah ShutterstockIlustrasi gaji, upah, rupiah

 

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sebanyak 1.100 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar belum gajian dua bulan. Listrik kantornya pun dicabut oleh PLN karena tertunggak beberapa bulan.

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud yang dikonfirmasi, Senin (1/3/2021) mengatakan, selain dua bulan gaji anggotanya belum terbayar, tunjangan pada bulan Oktober 2020 juga belum terbayarkan.

 “Jumlah anggota saya itu 1.100 orang. Terus yang baru terbayar Januari dan ini sudah bulan Maret 2021. Sudah dibayar baru satu bulan yakni pada bulan Januari. Tapi baru gaji, belum operasional. Kan gaji sama tunjangan itu Rp 3 juta dan baru gaji dibayar. Sementara tunjangan Rp 1,5 juta belum dibayar,” ungkapnya.

Baca juga: Artidjo Alkostar Dimakamkam di Makam UII Yogya, Ketua KPK: Berpesan Jaga Integritas

Iman membeberkan, sebanyak 74 orang anggotanya yang berstatus PNS belum terbayar tunjangannya sejak bulan Desember 2020. Belum lagi, seluruh anggotanya belum mendapat tunjangan Covid-19 pada Oktober 2020.

“Tunjangan Covid-19 pada bulan Oktober 2020 juga belum terbayar sampai sekarang. Anggota saya dapat tunjangan itu, karena semua ikut bertugas dalam gugus tugas Covid-19 pada waktu itu. Itu semua belum dibayar,” terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iman menerangkan, tunjangan pada bulan Oktober 2020 seharusnya masih diperoleh anggotanya karena masih tergabung dalam tim Gugus Tugas Covid-19.

Pada bulan November 2020, tim Gugus Tugas Covid-19 telah dibubarkan dan tidak ada lagi tunjangan.

“Meski tim Gugus Tugas Covid-19 telah dibubarkan sejak November 2020, namun sampai akhir Februari 2020 anggota Satpol PP masih terus bertugas melakukan penertiban dan penerapan protokol kesehatan. Karena dalam penerapan itu, ada juga terlibat TNI dan Polri. Tapi tunjangan Covid-19 sudah tidak ada lagi, tapi anggota saya bertugas melakukan penertiban pagi, siang hingga malam,” terangnya.

Baca juga: Lagi, Klaster Covid-19 Rombongan Ziarah di Banyumas, Bupati: Sudah Dicegah Nekat Berangkat

Iman pun mengungkapkan kekecewaannya karena gaji maupun tunjangan anggotanya yang berjumlah ribuan orang itu belum terbayarkan hingga Februari 2021.

“Jadi yang belum ada gajinya itu di Februari 2021. Pada Januari 2021 belum juga, tapi baru sebagian dan belum full. Tunjangan operasionalnya belum. Jadi tugas double, tapi tunjangan dan operasional dibayar terlambat. Tapi kayaknya sudah tidak dibayar lagi pada bulan Februari, paling bulan Maret,” jelasnya.  

Selain gaji dan tunjangan anggotanya belum terbayarkan beberapa bulan, lanjut Iman, kantornya pun terpaksa gelap gulita.

Pasalnya, PLN telah melakukan pencabutan meteran karena telah melakukan tunggakan selama beberapa bulan.

“Kantor gelap, karena listrik sudah dicabut. Saya kurang tahu soal itu pemutusan listrik di kantor. Tapi anggota saya bisa bertugas di mana pun dan numpang di ruangan mana pun,” tambahnya.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Jatim Pantau Aktivitas Calo Plasma Konvalesen di Media Sosial

Polda Jatim Pantau Aktivitas Calo Plasma Konvalesen di Media Sosial

Regional
Terlibat Jual Beli Surat PCR Palsu, Oknum PNS Ditangkap, Sudah Beraksi 5 Kali

Terlibat Jual Beli Surat PCR Palsu, Oknum PNS Ditangkap, Sudah Beraksi 5 Kali

Regional
Banyak Warga Termakan Hoaks, Keterisian Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Wonogiri Minim

Banyak Warga Termakan Hoaks, Keterisian Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Wonogiri Minim

Regional
Puluhan Orang di Garut Keracunan, Diduga akibat Makanan

Puluhan Orang di Garut Keracunan, Diduga akibat Makanan

Regional
Nakes Bertumbangan, RSUD Wates Buka Lowongan Perawat Besar-besaran

Nakes Bertumbangan, RSUD Wates Buka Lowongan Perawat Besar-besaran

Regional
Kronologi Seorang Pemuda Tewas Saat Latihan Silat, Berawal Dipukul Pelatih di Bagian Dada

Kronologi Seorang Pemuda Tewas Saat Latihan Silat, Berawal Dipukul Pelatih di Bagian Dada

Regional
Hadiah Rp 100 Juta untuk Desa yang Berhasil Pertahankan Wilayah Bebas Karhutla

Hadiah Rp 100 Juta untuk Desa yang Berhasil Pertahankan Wilayah Bebas Karhutla

Regional
Kisah Bagas, Atlet Panahan Asal Klaten di Olimpiade Tokyo, Warisi Bakat dari Ibu

Kisah Bagas, Atlet Panahan Asal Klaten di Olimpiade Tokyo, Warisi Bakat dari Ibu

Regional
Selama 6 Bulan Terakhir, 17 TKW Cianjur Bermasalah di Luar Negeri

Selama 6 Bulan Terakhir, 17 TKW Cianjur Bermasalah di Luar Negeri

Regional
WN Timor Leste Ditangkap karena Masuk Indonesia Secara Ilegal, Mengaku Menjenguk Keluarga

WN Timor Leste Ditangkap karena Masuk Indonesia Secara Ilegal, Mengaku Menjenguk Keluarga

Regional
Cerita di Balik Video Viral yang Kakek Berjam-jam Bingung di Lokasi Vaksinasi Massal

Cerita di Balik Video Viral yang Kakek Berjam-jam Bingung di Lokasi Vaksinasi Massal

Regional
Kuras Rp 75 Juta dari Tabungan Pacarnya, Driver Taksi Online Ditangkap

Kuras Rp 75 Juta dari Tabungan Pacarnya, Driver Taksi Online Ditangkap

Regional
Wawalkot Yogyakarta Minta Masyarakat Tak Mudah Termakan Hoaks soal Covid-19

Wawalkot Yogyakarta Minta Masyarakat Tak Mudah Termakan Hoaks soal Covid-19

Regional
Kapal Perintis Berhenti Beroperasi di Maluku, Begini Penjelasan Pelni

Kapal Perintis Berhenti Beroperasi di Maluku, Begini Penjelasan Pelni

Regional
Suami yang Siram Istrinya dengan Air Panas Ditangkap, Ini Motifnya

Suami yang Siram Istrinya dengan Air Panas Ditangkap, Ini Motifnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X