Rekahan akibat Tanah Bergerak di Sukabumi Semakin Mengkhawatirkan, Tanah Ambles 5-10 Meter

Kompas.com - 01/03/2021, 15:33 WIB
Tim PVMBG-Badan Geologi menyelidiki bencana tanah bergerak di Dusun Ciheranng, Desa Cijangkar, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (14/2/2021). KOMPAS.COM/BUDIYANTOTim PVMBG-Badan Geologi menyelidiki bencana tanah bergerak di Dusun Ciheranng, Desa Cijangkar, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (14/2/2021).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kondisi pergerakan tanah di Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat semakin mengkhawatirkan.

Hal tersebut terlihat dari rekahan atau retakan tanah yang ada semakin hari menjadi lebih lebar dan dalam. Bahkan sudah mengakibatkan lahan yang dilintasi rekahan sudah semakin ambles.

Lahan yang terdapat sejumlah bangunan rumah itu sudah ambles mencapai 5 meter.

Di lerengannya sudah mengakibatkan longsoran yang menghasilkan meterial lumpur bercampur bebatuan dan pasir.

Baca juga: Jalan Putus Akibat Tanah Bergerak, 1.000 Warga di Cianjur Terisolasi

Dampak longsoran juga mengakibatkan aliran Sungai Cibodas yang posisinya lebih rendah dari Dusun Ciherang menjadi keruh.

"Melihat kondisi sekarang, di sebagian tempat semakin parah," ungkap Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Anita Mulyani saat berbincang dengan Kompas.com di Dusun Ciherang, Minggu (28/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia sebelumnya sekitar sepekan lalu rekahan atau tanah dalamnya sekitar 5 meter namun sekarang sudah ada yang mencapai 7 meter.

Bahkan ada juga yang mencapai 10 meter.

Baca juga: Dengar Dentuman Disertai Gempa, Warga Lokasi Bencana Tanah Bergerak Sukabumi Berhamburan Keluar

Begitu juga lebar rekahan tanah semakin lebar. Sebelumnya saat pertama melihat sekitar sebulan lalu ada yang 20 sentimenter, namun sekarang semakin melebar ada yang mencapai 1 meter.

"Semakin hari semakin mengkhawatirkan ya," ujar wanita penggemar mobil offroad itu.

Tempat pengungsian masih aman

Namun, lanjut Anita, tempat pengungsian yang memanfaatkan SD Negeri Ciherang masih relatif aman. Karena arah rekahan tanah terlihat ke tempat yang lebih rendah.

Sedangkan posisi bangunan SD, letaknya lebih tinggi dari lokasi yang diterjang bencana tanah bergerak. Jaraknya mencapai 200 meter.

Di lokasi, BPBD tetap bersiapsiaga dengan menempatkan Satgas BPBD.

Juga di lokasi bencana ini ada sejunlah relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan yang ikut membantu.

"Mereka terus memantau pergerakan tanah," kata dia.

Anita mengakui mendapatkan informasi, bila pergerakan kerap terjadi tengah malam. Hal tersebut telah menjadi perhatian BPBD untuk terus waspada.

"Jangan sampai pada saat  masyarakat sedang istirahat, terlelap tidur, tiba-tiba terjadi pergerakan tanah sporadis. Makanya kita menugaskan Satgas BPBD dan relawan untuk selalu memantau dan siap siaga," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Halangi Polisi dan Izinkan Warganya Gelar Pesta Pernikahan, Camat Ini Terancam Dicopot dari Jabatan

Halangi Polisi dan Izinkan Warganya Gelar Pesta Pernikahan, Camat Ini Terancam Dicopot dari Jabatan

Regional
PDI-P Jabar Siapkan 27 Posko, Sediakan Sembako hingga Oksigen untuk Warga

PDI-P Jabar Siapkan 27 Posko, Sediakan Sembako hingga Oksigen untuk Warga

Regional
Gelombang Tinggi Rusak Warung Tepi Pantai Gunungkidul

Gelombang Tinggi Rusak Warung Tepi Pantai Gunungkidul

Regional
5 WNI Ditangkap karena Coba Masuk Malaysia Saat Lockdown, 3 Positif Covid-19

5 WNI Ditangkap karena Coba Masuk Malaysia Saat Lockdown, 3 Positif Covid-19

Regional
Cerita Sulitnya Dapat Vaksin, Puskesmas Habis, Daftar Online Kuota Penuh

Cerita Sulitnya Dapat Vaksin, Puskesmas Habis, Daftar Online Kuota Penuh

Regional
Sudah Menunggu dari Subuh dan Berdesak-desakan, tapi Warga Tak Kunjung Dapat Vaksin

Sudah Menunggu dari Subuh dan Berdesak-desakan, tapi Warga Tak Kunjung Dapat Vaksin

Regional
Korupsi Rp 243 Juta, Mantan Kades Kabur 4 Bulan ke Malaysia, Mengaku Banyak Utang karena Proyeknya Gagal

Korupsi Rp 243 Juta, Mantan Kades Kabur 4 Bulan ke Malaysia, Mengaku Banyak Utang karena Proyeknya Gagal

Regional
Kisah Siamang Umang, Dianggap Anak Sendiri oleh Warga, 6 Tahun Bersama Akhirnya Berpisah

Kisah Siamang Umang, Dianggap Anak Sendiri oleh Warga, 6 Tahun Bersama Akhirnya Berpisah

Regional
Cerita Henoch, Importir yang Alih Profesi Jadi Penjual Kopi Keliling

Cerita Henoch, Importir yang Alih Profesi Jadi Penjual Kopi Keliling

Regional
Stok Oksigen di RSUD Sulbar Menipis, Hanya Tersisa 10 Tabung

Stok Oksigen di RSUD Sulbar Menipis, Hanya Tersisa 10 Tabung

Regional
Camat Diperiksa karena Halangi Polisi Bubarkan Kerumunan di Pesta Pernikahan

Camat Diperiksa karena Halangi Polisi Bubarkan Kerumunan di Pesta Pernikahan

Regional
Denda Telat Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Dihapus

Denda Telat Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Dihapus

Regional
Dituduh Mau Tawuran, 6 Anak Panti Asuhan Diperas Pelajar, Ternyata Uangnya untuk Beli Rokok

Dituduh Mau Tawuran, 6 Anak Panti Asuhan Diperas Pelajar, Ternyata Uangnya untuk Beli Rokok

Regional
Sempat Ditakut-takuti, Kakek yang Bersepeda Belasan Kilometer Mengaku Tambah Bugar Usai Divaksin

Sempat Ditakut-takuti, Kakek yang Bersepeda Belasan Kilometer Mengaku Tambah Bugar Usai Divaksin

Regional
Mobil Rescue Dinas Sosial Tabrak Pesepeda di Makassar, Korban Alami Luka pada Wajah

Mobil Rescue Dinas Sosial Tabrak Pesepeda di Makassar, Korban Alami Luka pada Wajah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X