Selidiki Kasus Suap Bupati Muara Enim, KPK Periksa 2 Pejabat di Polda Sumsel

Kompas.com - 01/03/2021, 14:53 WIB
Konferensi Pers Penetapan Tersangka Bupati Muara Enim Juarsah  oleh Deputi Penindakan Karyoto dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (15/2/2021) Irfan KamilKonferensi Pers Penetapan Tersangka Bupati Muara Enim Juarsah oleh Deputi Penindakan Karyoto dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (15/2/2021)

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif Juarsah saat ini masih berlanjut.

Terbaru, sebanyak dua orang saksi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polda Sumatera Selatan untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Adapun dua pejabat yang diperiksa itu yakni, pejabat bagian rumah tangga di Rumah Dinas Bupati Muara Enim bernama Habibi dan Kepala BKPSDM Muara Enim, Harson Sunardi. 

Baca juga: KPK Geledah Kantor BP Bintan Terkait Dugaan Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai

Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan dua saksi itu. Ali mengatakan, keduanya diperiksa sebagai saksi untuk menelusuri kasus yang menjerat Juarsah.

"Mereka (dua saksi) dimintai keterangan terkait tersangka atas nama Juarsah. Pemeriksaannya di Polda Sumsel," kata Ali lewat pesan singkat, Senin (1/2/2021).

Ali menerangkan, keterangan kedua saksi itu dibutuhkan untuk menelusuri lebih lanjut kasus suap 16 paket pengerjaan proyek jalan di Muara Enim.

Namun, sejauh ini KPK belum mendapatkan tersangka baru dari kasus tersebut.

"Kami masih menelusuri , dua saksi ini diperiksa untuk tersangka Juarsah terkait dugaan korupsi pengadaan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2019,"jelasnya.

Baca juga: KPK Eksekusi Mantan Plt Kadis PUPR Muara Enim ke Rutan Palembang

Terganjal kasus suap proyek pengerjaan jalan

Sebelumnya, Kabupaten Muara Enim mengalami kekosongan pemimpin usai Juarsah yang menjabat Bupati definitif ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi proyek pengerjaan jalan.

Sebelum naik menjadi Bupati, Juarsah merupakan Wakil Bupati Muara Enim yang berpasangan dengan Ahmad Yani.

Namun, Ahmad Yani lebih dulu dijebloskan oleh KPK ke sel tahanan hingga divonis hakim selama 5 tahun penjara karena telah menerima suap pengerjaan proyek jalan pada 2019 sebesar Rp3,03 miliar dari Robi Okta Fahlevi selaku kontraktor.

Kemudian, posisi Sekda Kabupaten Muara Enim pun sampai saat ini masih kosong, lantaran sudah pensiun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Tari Gending Sriwijaya, Dahulu Dipentaskan untuk Menyambut Tamu-tamu Kerajaan

Sejarah Tari Gending Sriwijaya, Dahulu Dipentaskan untuk Menyambut Tamu-tamu Kerajaan

Regional
Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda, Masyarakat Tak Perlu Bingung

Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda, Masyarakat Tak Perlu Bingung

Regional
Sempat Dinyatakan Hilang,  Bocah 4 Tahun Ditemukan Selamat Setelah Diterjang Banjir Bandang

Sempat Dinyatakan Hilang, Bocah 4 Tahun Ditemukan Selamat Setelah Diterjang Banjir Bandang

Regional
Kenapa Pantang Makan Jengkol, Petai, dan Bawang Putih jika Ingin Tes GeNose? Ini Jawabannya

Kenapa Pantang Makan Jengkol, Petai, dan Bawang Putih jika Ingin Tes GeNose? Ini Jawabannya

Regional
Cerita Pujiati Korban Gempa, Lemas Seketika Saksikan Rumahnya Ambruk di Depan Mata

Cerita Pujiati Korban Gempa, Lemas Seketika Saksikan Rumahnya Ambruk di Depan Mata

Regional
Cerita di Balik Video “Geger Geden Pendukung Pilkades Berujung Baku Hantam di Desa Gadudero'

Cerita di Balik Video “Geger Geden Pendukung Pilkades Berujung Baku Hantam di Desa Gadudero"

Regional
Tragis, Suami Istri di Lumajang Tewas Tertimpa Batu Besar Saat Gempa Malang

Tragis, Suami Istri di Lumajang Tewas Tertimpa Batu Besar Saat Gempa Malang

Regional
Remaja Tewas Terlindas Usai Adang Truk, Sopir Bisa Jadi Tersangka karena Pasal Ini

Remaja Tewas Terlindas Usai Adang Truk, Sopir Bisa Jadi Tersangka karena Pasal Ini

Regional
Ingat, Pantang Makan Petai, Jengkol, dan Bawang Putih jika Ingin Gunakan GeNose

Ingat, Pantang Makan Petai, Jengkol, dan Bawang Putih jika Ingin Gunakan GeNose

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 April 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 April 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 April 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 April 2021

Regional
Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda, Kemenag Minta Warga Bijak Menyikapi

Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda, Kemenag Minta Warga Bijak Menyikapi

Regional
Redam Bentrokan Massa Pendukung Pilkades, Ibu-ibu Teriak 'Sudah, Pulang, Le..'

Redam Bentrokan Massa Pendukung Pilkades, Ibu-ibu Teriak "Sudah, Pulang, Le.."

Regional
Kronologi Bentrok Antarpendukung di Pilkades Pati, Berawal Merekam Video di TPS

Kronologi Bentrok Antarpendukung di Pilkades Pati, Berawal Merekam Video di TPS

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 11 April 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 11 April 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X