Perjuangan Guru: Menantang Deras Sungai hingga Melibas Jalan Terjal demi Antar Tugas Siswa

Kompas.com - 16/02/2021, 13:40 WIB
Tampak Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Dasar Negeri Lumbung, Fransiskus Xaverius Geroda (tengah) dibantu oleh dua orang warga saat hendak menyeberangi Kali Maidang, Desa Maidang, Kecamatan Kambata Mapambuhang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (28/1/2021) siang. KOMPAS.com/TANGKAPAN LAYAR VIDEOTampak Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Dasar Negeri Lumbung, Fransiskus Xaverius Geroda (tengah) dibantu oleh dua orang warga saat hendak menyeberangi Kali Maidang, Desa Maidang, Kecamatan Kambata Mapambuhang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (28/1/2021) siang.

KOMPAS.com - Derasnya arus Sungai Maidang di Kecamatan Kambata Mapambuhang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan jadi halangan bagi Fransiskus Xaverius Geroda dan empat orang rekannya.

Sungai selebar kurang lebih 50 meter itu mereka tantang meski air sedang kencang.

Itu terlihat dari sebuah video berdurasi 3 menit 30 detik yang viral di media sosial.

Baca juga: Kisah 5 Guru Pertaruhkan Nyawa Seberangi Sungai Deras Selebar 50 Meter demi Pengabdian

Kata Fransiskus, video tersebut diambil pada 28 Januari 2021 sekitar pukul 12.30 WITA.

"Kalau di video itu persis terjadi dua minggu lalu, pada tanggal 28 Januari (2021). Yang ambil videonya itu kebetulan teman guru yang duluan ke sebelah kali," tuturnya kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Senin (15/2/2021) malam.

Menyeberangi sungai hingga jalan kaki

Fransiskus dan empat temannya itu merupakan guru Sekolah Dasar Negeri Lumbung. Saat itu, mereka sedang mengantar tugas siswa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka terpaksa melawan deras sungai karena belum ada jembatan penghubung di wilayah itu.

Baca juga: Nestapa Guru Honorer: Bahagia Baru Terima Gaji Setelah 4 Bulan, Mendadak Dipecat lewat Pesan Singkat

Biasanya saat menyeberanginya, tugas-tugas siswa mereka wadahi kantong plastik biar tidak basah.

"Kertas (yang berisikan tugas siswa) tidak basah karena ada kantongnya. Semuanya kami simpan dalam kantong plastik dan diisi dalam tas," ujar Fransiskus.

 

Tak hanya menantang derasnya arus, terjalnya jalan pun mereka libas.

Para guru juga rela berjalan sejauh kurang lebih 4 kilometer untuk bisa sampai di rumah siswa tertentu.

Adapun jumlah siswa di sekolah tersebut adalah 73 orang.

"Jalan kaki, tidak ada akses jalan rayanya. Yang paling jauh sekitar 4 kilometer. Jadwalnya setiap pekan, kasih tugas baru, ambil tugas lama," ucap Fransiskus yang menjabat Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Dasar Negeri Lumbung.

Baca juga: “Pak, Saya Kangen Pengen Ketemu Pak Guru Bu Guru”

Bangga bisa mengabdi

Fransisku dan rekan-rekannya harus melakukan itu karena tempat mereka mengajar belum bisa menerapkan pembelajaran online dari rumah.

Pasalnya, tidak ada jaringan internet di daerah itu. Pun dengan listrik.

Desa Maidang merupakan wilayah yang terisolasi dengan jarak sekitar 49 kilometer dari Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur.

Meski harus berpeluh keringat dan bahkan bertaruh keselamatan jiwa, Fransiskus merasa bangga bisa mengabdi kepada dunia pendidikan.

Baca juga: Tak Ada Aktivitas di Kelas, Lemari di SD Ini Jadi Tempat Bertelur Ayam

Sesampainya di rumah siswa, lelah itu terbayar.

"Kalau sudah sampai di rumahnya anak-anak, bertemu orangtua murid. Kemudian anak-anak lagi, itu ada kebanggaan tersendiri," kata dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Sumba, Ignasius Sara | Editor: David Oliver Purba)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X