Perjuangan Tim TNI-Polri Buru Penambang Emas Liar, 8 Jam Susuri Hutan, Giring 34 Alat Berat Keluar

Kompas.com - 12/02/2021, 15:13 WIB
Puluhan petugas saat membagi tim sebelum menyusuri kawasan hutan desa seluas 5.330 hektar untuk menemukan penambang emas ilegal Suwandi/KOMPAS.comPuluhan petugas saat membagi tim sebelum menyusuri kawasan hutan desa seluas 5.330 hektar untuk menemukan penambang emas ilegal

JAMBI, KOMPAS.com - Petugas gabungan TNI-Polri habis-habisan memberantas aktivitas kejahatan lingkungan penambangan emas ilegal di Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Dalam sepekan, sudah 34 alat berat dikeluarkan dari dalam kawasan hutan.

Namun masyarakat belum puas. Mereka terus berdemo di kantor Bupati Sarolangun, menuntut aktivitas tambang dihentikan dan memecat kepala desa setempat, yang diduga terlibat penambangan emas ilegal.

Atas demo itu, Bupati Sarolangun, Cek Endra menonaktifkan sementara Kades Lubuk Bedorong Bayu Yustino dari jabatannya.

Baca juga: Tambang Emas Ilegal Sebabkan Banjir, Polda Jambi Ambil 13 Alat Berat dari Lokasi

Sementara itu, tim gabungan kembali menyusuri hutan berhari-hari dan berjalan kaki selama sekitar delapan jam, untuk mencari penambang emas ilegal yang masih beroperasi.

"Dua hari petugas dalam hutan. Dan aktivitas penambangan emas ilegal tidak ditemukan," kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto melalui pesan singkat, Jumat (12/2/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan petugas gabungaan sebanyak 40 personel diturunkan dan delapan jam berjalan kaki menyusuri hutan dan sungai, lalu membuat tenda seadanya dalam hutan.

Petugas gabungan mulai masuk hutan untuk melakukan penindakan sejak Rabu (10/2/2021) sampai malam hari berikutnya, baru keluar.

Baca juga: Tambang Emas Liar di Lebak Mengalami Longsor, 4 Orang Tewas, 2 Hilang

Saat masuk hutan untuk menemukan penambang emas ilegal baik yang menggunakan alat berat, dompeng dan melarut. Petugas dibagi dalam dua kelompok.

Tim pertama menyusuri rute hutan desa Lubuk Bedorong lalu sungai Onasori dan aliran sungai Siva.

Tim kedua mengintai dengan jalur hutan Desa Lubuk Bedorong, sungai Limun, sungai Siva, sungai Jernih dan Aliran sungai Jernih Ulu.

Hutan desa Lubuk Bedorong memang luas. Sesuai dengan SK dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2017 lalu, hutannya seluas 5.330 hektar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X