Ancam Petugas dengan Pedang, Pemuda di Bondowoso Tolak Pemakaman Ibunya dengan Protokol Covid-19

Kompas.com - 12/02/2021, 09:29 WIB
Petugas tengah melakukan proses pemakaman jenazah M (41) warga Desa Kajar, Tenggarang, Bondowoso secara protokol Covid-19. Anaknya sempat menolak pemakaman secara protokol Covid-19 sambil mengancam dengan senjata tajam mirip sebilah pedang. (SURYAMALANG.COM/POLRES BONDOWOSO)Petugas tengah melakukan proses pemakaman jenazah M (41) warga Desa Kajar, Tenggarang, Bondowoso secara protokol Covid-19. Anaknya sempat menolak pemakaman secara protokol Covid-19 sambil mengancam dengan senjata tajam mirip sebilah pedang.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - S (20) warga Desa Kajar, Tenggarang, Kabupaten Bondoswoso berteriak-teriak menolak pemakaman ibunya dengan protokol kesehatan.

Aksinya terbuat ia lakukan di RSUD dr Koesnadi. Padahal berdasarkan hasil tes swab, sang ibu berinisial M (41) dinyatakan positif Covid-19.

Petugas sempat meredam amarah S. Namun sesampai di rumah, S kembali marah dan tetep kekeh menolak ibunya dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Marah Ibunya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19, Pemuda Ini Ancam Petugas Pakai Pedang

Bahkan amarahnya membuncah dan dengan kalap ia mengambil senjata tajam pedang dari dalam rumah.

Ia kemudian menggunakan pedang tersebut untuk mengancam petugas kesehatan agar pemakaman ibunya bisa dilakukan secara normal.
'
Tak hanya itu. Ia juga mengancam aparat TNI, polisi, dan Satpol PP yang ada di lokasi.

Baca juga: Mencekam, Pemuda Ini Tolak Ibunya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19, Ancam Petugas Pakai Pedang

Alhasil oleh petugas keamanan, S diamankan sebelum ambulans yang membawa jenazah M datang.

"Alhasil, pemuda itu kami amankan sebelum mobil jenazah datang agar suasana tidak semakin gaduh. Karena mengancam masyarakat dan aparat dengan senjata tajam, kami akan memproses perkara ini," kata Kasatreskrim Polres Bondowoso, AKP Agung Ari Bowo seperti dilansir dari Suryamalang.com, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

"Sejak di RSUD dr Koesnadi, pemuda itu sudah berteriak-teriak menolak ibunya dimakamkan sesuai protokol Covid-19, padahal berdasar hasil tes swab, ibunya positif Covid-19. Petugas rumah sakit sudah berupaya meredamnya," tambah Agung.

Sementara itu Sekretaris BPBD Bondowoso, Adi Sunaryadi mengatakan setelah petugas mengamankan S, jenazah M tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan

Langkah tersebut diambil karena berdasarkan hasil tes swab, M dinyatakan positif Covid-19.

"Kami tetap memakamkan sesuai protokol Covid-19," pungkas dia.

(Editor : Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X