Mahasiswa Unnes Protes Pemberian Doktor Honoris Causa untuk Nurdin Halid, Rektor Dapat Kartu Merah

Kompas.com - 12/02/2021, 05:04 WIB
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan aksi diam dan memberikan kartu merah kepada rektor di depan Rektorat, Kamis (11/2/2021). KOMPAS.com/istimewaMahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan aksi diam dan memberikan kartu merah kepada rektor di depan Rektorat, Kamis (11/2/2021).

SEMARANG, KOMPAS.com - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan aksi diam di depan rektorat kampusnya, Kamis (11/2/2021).

Mereka memprotes pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid karena sosoknya yang dianggap kontroversial.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan kartu merah kepada rektor karena tetap memberikan gelar kehormatan tersebut secara daring dan luring di Auditorium Unnes Semarang.

Baca juga: Rektor Unnes soal Gelar Kehormatan untuk Nurdin Halid: Berperan Majukan Sepak Bola

Eks narapidana kasus korupsi ini menerima gelar doktor kehormatan pada bidang industri olahraga berbasis koperasi multi-pihak.

Pemberian gelar kehormatan itu dinilai tidak layak diberikan kepada Nurdin Halid karena memiliki rekam jejak yang kelam.

Presiden Mahasiswa BEMKM Unnes, Wahyu Suryono Pratama, menyayangkan pemberian gelar kehormatan tersebut yang dinilai sangat politis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seharusnya gelar kehormatan diberikan kepada sosok yang penuh prestasi dan kontribusi luar biasa bagi bangsa dan negara, bukan kepada sosok yang kontroversial dan penuh kepentingan politik," jelasnya di sela demonstrasi, Kamis.

Menurutnya, pada masa kepemimpinannya di PSSI, Nurdin tidak bisa dikatakan baik dan menorehkan prestasi.

"Justru PSSI pada masa kepemimpinannya mengalami kemunduran-kemunduran baik dari kultur sepak bola yang tidak mendukung para atletnya, atau para mafia bola yang gencar dalam pengaturan skor pertandingan," ungkapnya.

Baca juga: Diprotes Mahasiswa soal Gelar Kehormatan, Nurdin Halid: Dalam Demokrasi Biasa

Ia mengakui pemberian gelar kehormatan kepada tokoh atau pejabat publik sejatinya bukan suatu hal yang dilarang.

Namun perlu dikaji lagi pemberian gelar kehormatan tersebut kepada siapa dan atas dasar apa.

"Tentunya berdasarkan payung hukum yang ada, pemberian gelar kehormatan tersebut tidak asal diberikan kepada seseorang," ucapnya.

Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Ketua Umum Nurdin Halid pada Kamis (11/2/2021).KOMPAS.com/unnes Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Ketua Umum Nurdin Halid pada Kamis (11/2/2021).
Pemberian gelar kehormatan kepada tokoh atau pejabat publik yang dianggap layak merupakan hak yang dimiliki oleh perguruan tinggi.

Hal tersebut mengacu Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Sebagaimana juga dalam Permenristekdikti Nomor 65 tahun 2016 tentang Gelar Doktor Kehormatan.

Baca juga: Unnes Beri Gelar Doktor Honoris Causa kepada Nurdin Halid, Mahasiswa Protes

Aturan itu menyebut gelar kehormatan tersebut dapat diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorang yang dianggap telah berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial, budaya, dan berjasa dalam bidang kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Sementara itu, Rektor Unnes Fathur Rokhman mengatakan, gelar tersebut diberikan karena Nurdin Halid dinilai berperan dalam memajukan sepak bola di Indonesia.

"Pemberian gelar Doktor Honoris Causa bagi Nurdin Halid didasarkan kajian Program Studi Doktor Pendidikan Olahraga di Pascasarjana Universitas Negeri Semarang terhadap kinerja persepakbolaan nasional pada masa kepemimpinan Nurdin Halid, yang dianggap memiliki kontribusi terhadap dimulainya pendekatan industri dalam pengelolaan organisasi sepakbola di Indonesia," terangnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.