Diduga Demi Gaya Hidup, Sosialita Bandar Lampung Tipu Klinik Kecantikan hingga Rugi Rp 150 Juta

Kompas.com - 08/02/2021, 11:12 WIB
Ilustrasi penipuan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penipuan.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Diduga demi memenuhi gaya hidup seorang sosialita di Bandar Lampung menipu klinik kecantikan mencapai Rp 150 juta.

Modus penipuan itu yakni dengan berbohong telah mentransfer sejumlah uang untuk biaya perawatan kecantikan setelah mendapat pelayanan di Limonia Beauty Center.

Kuasa hukum Limonia Beauty Center, Wilius Prayitno mengatakan, kasus itu sebenarnya telah dilaporkan ke Polda Lampung pada akhir Januari 2020 lalu.

Baca juga: Siswi SMP di Aceh Jadi Kuli Bangunan Demi Bertahan Hidup, Ini Respons Camat

Pada laporan dengan nomor LP/B-184/I/2020/LPG/SPKT itu disebutkan, pemilik klinik kecantikan melaporkan seorang perempuan berinisial LRK telah melakukan penipuan.

“Penipuan terlapor sudah berlangsung sejak tahun 2019,” kata Wilius saat dihubungi, Senin (8/2/2021).

Sejak dilaporkan, kata Wilius, terlapor sudah dipanggil sebanyak tiga kali oleh penyidik. Namun, terlapor selalu mangkir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sudah tiga kali, tapi tidak kooperatif,” kata Wilius.

Baca juga: Viral di Medsos Satu Keluarga Tinggal di Tenda Terpal Reyot, Pemkab Bener Meriah Santuni Beri KTP dan KK

Wilius menduga, penipuan tersebut dilakukan oleh LRK untuk menopang gaya hidup selayaknya sosialita.

“Infonya, sudah banyak yang jadi korban tipu dari yang bersangkutan, kebanyakan di bidang fashion dan kecantikan,” kata Wilius.

Modus jadi pelanggan

Wilius mengungkapkan, modus penipuan yang dilakukan oleh LRK adalah dengan menjadi pelanggan terlebih dahulu.

“Awalnya terlapor ini jadi pelanggan rutin, dan selalu membayar usai mendapatkan perawatan,” kata Wilius.

Lantaran rutin melakukan perawatan, LRK pun dikenal sebagai pelanggan loyal di klinik yang berada di Jalan Sultan Hasanudin, Teluk Betung Selatan itu.

Namun, hal tersebut dimanfaatkan oleh LRK.

“Setelah beberapa lama, setiap usai perawatan, terlapor membayar hanya dengan menunjukkan bukti transfer ke kasir,” kata Wilius.

Klinik kecantikan rugi Rp 150 juta

Menurut Wilius, bukti pembayaran melalui transfer yang diaku oleh terlapor itu adalah modus penipuan.

“Ternyata (transfer) itu fiktif. Ini sudah dilakukan terlapor sejak Juni 2019,” kata Wilius.

Lebih lanjut Wilius mengatakan, kasir klinik tidak melakukan kroscek karena sudah mempercayai LRK.

“Jika dirinci, kerugian klien kami mencapai Rp 150 juta,” kata Wilius.

Polisi: kasus masih proses penyelidikan

Wilius menambahkan, saat ini kasus penipuan tersebut ditangani oleh Polresta Bandar Lampung.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Komisaris Rezky Maulana mengatakan, kasus itu masih tahap penyelidikan atas laporan korban.

“Masih dalam proses penyelidikan,” kata Rezky kepada Kompas.com. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X