Kabupaten Bogor Tak Ikut Aturan Ganjil Genap, Bupati: Pakai Cara Kita Sendiri

Kompas.com - 05/02/2021, 14:11 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin usai pelantikan kepala desa di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/2/2021). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin usai pelantikan kepala desa di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/2/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak akan menerapkan aturan ganjil genap seperti yang dilakukan daerah tetangganya, yakni Kota Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin menyebut bahwa Pemkab Bogor punya kebijakan tertentu berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

PPKM skala mikro ini, sebut Ade, mewajibkan tim Satgas ditingkat RT/RW, desa, hingga kecamatan berperan lebih aktif lagi dengan cara memperketat kampung atau wilayah pelosok.

Baca juga: Polisi Tutup Alun-alun Kabupaten Bandung Selama 2 Hari

"Ya dengan cara kita sendiri lah, yaitu lebih banyak kepada pemanfaatan atau memberdayakan para ketua RT, RW dan desa," kata Ade usai pelantikan kepala desa di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (5/2/2021).

Ade yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa kebijakan ganjil genap perlu menyesuaikan aspek luas wilayah yang tak sebanding dengan Kota Bogor.

Begitu pula dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang sangat besar, menembus angka 6 juta jiwa.

"Kalau itu diterapkan ya enggak bisa, kan pintu kita banyak, besar, dan 28 kali lebih luas dari kota. Jadi kita tidak bisa sama seperti yang di kota," kata Ade.

Baca juga: Kisah Haminjon di Tanah Batak, Dulu Melebihi Emas, Sekarang di Ambang Cemas (Bagian II)

Menurut dia, yang terpenting bahwa kebijakan aturan harus memperhatikan dan memikirkan bagaimana kondisi sosial masyarakat di masa pandemi.

Menurut Ade, menjaga tingkat kedisiplinan menjadi tantangan dan tugas dari Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan dan desa, dibantu oleh RT dan RW.

Dengan demikian, efektivitas penerapan PPKM skala mikro tersebut tergantung dari pola hidup dan kesadaran masyarakat sendiri.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai antisipasi membeludaknya kunjungan saat ganjil genap di Kota Bogor, Ade mengatakan bahwa pihaknya akan mengawasi spot wisata dan menekankan masyarakat untuk kembali disiplin pada protokol kesehataan.

"Antisipasi kunjungan pasti di tiap-tiap tempat wisata. Kita sudah imbau untuk tetap melaksanakan prokes dan itu kan ada pembatasan, tidak boleh full begitu, jadi itu pasti dalam hal ini membubarkan kalau ada kerumunan," kata Ade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X