Kompas.com - 02/02/2021, 10:49 WIB

BATAM, KOMPAS.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau mengungkap kasus video porno yang melibatkan anak di Batam.

Dari ketiga pelaku, dua di antaranya merupakan anak umur 15 tahun dan 13 tahun.

Sementara satu pelaku lainnya adalah seorang pria berinisial MP.

Ketiganya ditangkap atas dugaan pembuatan video porno yang disebarkan melalui grup percakapan WhatsApp.

Baca juga: Pegawai Bapelkes Kepri Membuat 450 Konten Foto dan Video Seks Anak

Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto mengatakan, tempat kejadian perkara (TKP) berada di Batam.

Polisi pertama kali mendapatkan video porno tersebut pada Rabu (27/1//2021).

Polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku.

“Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya, yaitu kasus fotografer pornografi terhadap anak di bawah umur berinisial RS," kata Arie melalui sambungan telepon, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Pemkot Padang Bedakan Pakaian ASN Mulai 1 Februari 2021

Dari kasus sebelumnya, Arie mengatakan, pihaknya mendapati adanya dugaan kejahatan lain, yaitu adanya jaringan pornografi anak dibawah umur.

Kemudian setelah kasus ini berhasil diungkap, pihaknya juga menangkap tiga orang tersangka yang dua di antaranya masih berusia anak.

“Ada tiga tersangka, dua di antaranya masih di bawah umur yang merupakan admin grup WhatsApp tersebut dan satu tersangka berinisial MP sebagai penyebar video dan foto pornografi,” kata Arie.

Menurut Arie, di dalam grup WhatsApp tersebut terdapat 51 anggota.

Grup WhatsApp tersebut sudah terbentuk sejak 2 tahun lalu.

“Diduga membernya sebagaian besar merupakan anak-anak yang berada di Batam dengan konten video dan foto sebanyak 141 konten," kata Arie.

 

Modus pelaku

Dalam kasus ini, modus pelaku dengan membuat suatu grup WhatsApp, kemudian menyebarkan konten pornografi atau video porno untuk dapat diakses dan diketahui oleh orang lain, termasuk anak di bawah umur.

Barang bukti yang diamanakan adalah empat unit ponsel.

Pasal yang diterapkan adalah Pasal 29, Pasal 33 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pelaku terancam hukuman penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 12 tahun.

"Kami akan terus mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada lagi beberapa aplikasi grup atau beberapa sarana media lain yang digunakan menyebarkan konten pornografi,” kata Arie.

Arie mengatakan, kejadian ini harus menjadi keprihatinan.

Orangtua diminta tidak lengah mengawasi anak-anak yang diberikan kebebasan untuk menggunakan ponsel atau gawai.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama agar ke depan tidak ada lagi grup WhatsApp yang memang tidak perlu dilihat oleh anak-anak kita,” kata Arie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.