Heboh Jagal Kucing di Medan dan Hilangnya Kucing Sonia yang Bernama Tayo

Kompas.com - 29/01/2021, 05:43 WIB
Seorang warga membuka karung di depan rumah di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai pada Kamis (28/1/2021) siang. Di dalam karung tersebut ditemukan lebih dari 3 kepala kucing. Sebelumnya, sebuah akun Instagram viral karena mengunggah temuan kepala kucingnya di dalam karung. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeorang warga membuka karung di depan rumah di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai pada Kamis (28/1/2021) siang. Di dalam karung tersebut ditemukan lebih dari 3 kepala kucing. Sebelumnya, sebuah akun Instagram viral karena mengunggah temuan kepala kucingnya di dalam karung.

KOMPAS.com - Sonia Rizki hanya bisa terduduk lemas setelah menemukan kucingnya yang hilang selama beberapa hari di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Tangis Sonia pecah ketika kucing kesayangannya yang bernama Tayo itu ditemukan hanya tersisa kepalanya.

Kini Sonia berupaya memperkarakan temuannya itu melalui jalur hukum.

Baca juga: Viral, Foto Perempuan Menangis Dapati Kucingnya Tinggal Kepala di Dalam Karung

Temukan di dalam karung

Sonia Rizki, pemilik kucing Tayo dan yang mengunggah foto dan video viral di akun Instagramnya. Kepada wartawan dia menjelaskan bagaimana awalnya sehingga menemukan kepala Tayo di karung tersebut.KOMPAS.com/DEWANTORO Sonia Rizki, pemilik kucing Tayo dan yang mengunggah foto dan video viral di akun Instagramnya. Kepada wartawan dia menjelaskan bagaimana awalnya sehingga menemukan kepala Tayo di karung tersebut.
Penelusuran Sonia berawal ketika kucingnya yang bernama Tayo menghilang.

Dia mendapatkan keterangan dari warga yang melihat kucingnya dimasukkan ke dalam karung oleh seseorang.

Sonia bersama saudaranya pun mencari Tayo di kawasan rumahnya, Tangguk Bongkar 3 hingga Tangguk Bongkar 7.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sempat ditunjukkan alamat yang salah, Sonia akhirnya mendapatkan lokasi yang dituju.

Menurutnya, orang-orang mengetahui bahwa orang yang diduga mengambil Tayo senang memakan kucing dan anjing.

"Pertama saya tanya ke tetangga saya, katanya ada 2 anak-anak yang melihat kucingnya dimasukkan ke dalam goni. Memang orang sini semua pada tahu kalau misalnya bapak yang ini suka motongin kucing dan anjing untuk dikonsumsi, biasanya untuk sekalian minum tuak gitu, biasanya," kata Sonia kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Meski menemukan alamat yang dimaksud, Sonia gagal bertemu dengan orang yang bersangkutan.

Hendak pulang, Sonia melihat di depan rumah itu terdapat sebuah karung goni dengan cairan diduga darah di sekitarnya.

"Terus saya tanya, apa ini, Pak. Itu anjing kak, bukan kucing, kata keluarganya. Karena kami penasaran, kami buka aja kan ternyata di situ banyak kepala kucing. Kemarin saya pas buka ada sekitar 4 atau 5 kepala kucing terus saya juga merasa salah satu kucing saya ada di situ," kata dia.

Baca juga: Kesaksian Tetangga Jagal Kucing di Medan: Tiap Hari Ada Pemotongan Kucing...

 

Ilustrasishutterstock Ilustrasi
Menangis sejadi-jadinya, berupaya bawa ke jalur hukum

Kisah tersebut juga dibagikan Sonia melalui akun Instagramnya, @soniarizkikarai.

Ada beberapa foto yang dia unggah, salah satunya ialah saat dirinya membuka karung goni di depan sebuah rumah.

Dia menuliskan keterangan bahwa telah menemukan kepala Tayo.

"Setelah itu saya lemas ga bisa sambil nangis, lalu buk wulan bilang 'nia ini ada kepala tayo', saya pun tak sanggup lagi berdiri dan menangis sejadi-jadinya," tulis keterangan dalam foto itu.

Sonia bercerita sempat cekcok dengan pria yang diduga pemilik rumah. Pria itu marah dan memakinya karena menganggap kehadirannya membuat bising.

"Saya udah lapor ke sana kemari, tapi ga ada hasil, bahkan saya udah bawak kepala kucing saya sebagai bukti ke polsek tapi sampai di polsek polisinya ga tau pasal tentang kucing dan abis itu mereka ketawa ketawa ga jelas," tulis keterangan foto tersebut.

Namun Sonia kembali dipanggil oleh polisi dan diminta ke polsek lain yang sesuai dengan lokasi kejadian.

Kepada wartawan, Sonia menjelaskan alasannya mengupayakan agar kasus bisa ditangani secara hukum.

"Harapannya, dihentikan lah. Biar tak ada korban kucing dan anjing selanjutnya. Masih banyak makanan yang lebih layak, dibandingkan kucing dan anjing. Saya pun bingung kenapa banyak yang sudah tahu tapi bungkam," kata Sonia.

Baca juga: Viral Cerita Sadis Perburuan Kucing di Medan, Sherina Munaf: Ini Tak Pantas Terjadi di Indonesia

Polisi datangi lokasi kejadian

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi
Pantauan Kompas.com di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kamis (28/1/2021), lokasi itu persis seperti gambar yang diunggah Sonia.

Masih ada karung lusuh dengan darah di sekitarnya.

Di dalam parit juga terlihat benda mengapung yang diduga usus hewan dan mengeluarkan bau busuk.

Aparat Polsek Medan Area saat itu pun mengecek lokasi dan membukan karung di sudut tumpukan kayu.

Sempat mengira isi perut babi, polisi kemudian menduga isi karung itu adalah beberapa kepala kucing yang bulunya rontok.

Dikeluarkanlah dua kepala kucing itu dan diletakkan di atas potongan kayu, hingga kemudian memasukkannya kembali ke karung.

"Kita bawalah ini ke Polsek (Medan Area). Kita bawa barangnya ini," ujar anggota kepolisian.

Baca juga: Dicopot dari Jabatan Ketua Harian DPD I Golkar, James Arthur: Partai Belum Minta Klarifikasi Saya

 

Ilustrasi hukumShutterstock Ilustrasi hukum
Dinilai langgar undang-undang

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rianto memastikan tim sudah diturunkan ke lokasi.

"Tim masih mencari ibu itu. Maksudnya gini, biar kita jumpa juga ibu itu, kemarin katanya ke kantor polisi. Kantor polisi mana," katanya ketika dikonfirmasi melalui telepon.

Rianto menilai ada unsur pelanggaran jika benar kucing itu disantap oleh manusia.

"Undang-undangnya ada itu. Karena itu kan binatang bukan boleh dimakan. Ini ada aturan apalagi itu hewan peliharaan. Pasalnya itu ada, nanti kita cari pasal yang menjerat dia (pelaku) lah," kata dia.

Baca juga: Viral Cerita Sadis Perburuan Kucing di Medan, Polisi Dalami Laporan Pemilik

Kesaksian tetangga

Ilustrasi kucing persia.PIXABAY/PIDEPU Ilustrasi kucing persia.
Seorang warga di sekitar lokasi Henroy Panggabean mengatakan, memang di lokasi ditemukannya kucing, hampir setiap hari ada pemotongan kucing.

"Sering di sini. Tiap hari. Motongnya di sini. Kucing kecil tak mau diambilnya. Jadi kepalanya dan isinya dibuang," kata dia.

Di lokasi itu, menurut pantauan Kompas.com, ada karung yang sempat dibuka oleh polisi.

Ternyata isinya, ada tiga kepala kucing.

"Orang sini juga nyah yang motong," kata dia sembari menyebut nama seseorang.

Sementara warga lainnya, R Sialagan mengatakan, beberapa kali melihat orang mengeluarkan kucing hidup dari dalam karung.

Namun, dia tak tahu bagaimana kucing itu mati di tempat tersebut.

"Gak tau detailnya kek mana. Sering lah liat di sini, orang ngeluarin kucing dari karung di pinggir jalan. Habis itu pas lewat lagi, kucing-kucing itu udah mati. Entah diapakan selanjutnya," tutur dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Medan, Dewantoro | Editor : Farid Assifa, Aprilia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X