Terima Pengunjung Lebih dari 25 Persen Kapasitas, Sebuah Kafe di Madiun Ditutup

Kompas.com - 27/01/2021, 17:09 WIB
TUTUP?Petugas Satpol dan Damkar Kota Madiun menutup sementara sebuah kafe yang berdiri di lahan Pusdikbang SDM Perhutani Madiun lantaran melanggar protokol kesehatan di masa PPKM dengan menerima pengunjung melebihi 25 persen dari kapasitas tempat duduk, Rabu (27/1/2021). KOMPAS.COM/Dokumentasi Diskominfo Kota MadiunTUTUP?Petugas Satpol dan Damkar Kota Madiun menutup sementara sebuah kafe yang berdiri di lahan Pusdikbang SDM Perhutani Madiun lantaran melanggar protokol kesehatan di masa PPKM dengan menerima pengunjung melebihi 25 persen dari kapasitas tempat duduk, Rabu (27/1/2021).

MADIUN, KOMPAS.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Madiun menutup sebuah kafe di Jalan Rimbakaya, Kota Madiun, Rabu (27/1/2021).

Kafe yang berada di area Pusdikbang SDM Perum Perhutani Madiun itu ditutup karena kedapatan menerima pengunjung melebihi kapasitas yang ditetapkan.

Baca juga: ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

Selama PPKM, Pemkot Madiun membatasi jumlah pengunjung kafe atau restoran, yakni sebanyak 25 persen dari kapasitas tempat duduk.

 

"Berdasarkan hasil pengawasan kami dan pihak kepolisian dari Polres Madiun Kota, di lokasi ini terbukti melanggar protokol kesehatan di masa PPKM. Mereka menerima pengunjung lebih dari 25 persen dari kapasitas tempat duduk sehingga menimbulkan kerumunan," ujar Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono kepada Kompas.com, Rabu (27/1/2021) siang.

Satpol dan Pemadam Kebakaran Kota Madiun menutup kafe itu mulai hari ini hingga Jumat (29/1/2021). Penutupan itu sebagai teguran agar pengelola kafe lebih ketat menerapkan protokol kesehatan selama PPKM.

Sunardi mengatakan penutupan ini tidak hanya berdasarkan pemantauan lapangan saja. Sebelum menutup, petugas mendapatkan informasi awal dari masyarakat.

“Dari informasi itu petugas mengumpulkan bukti-bukti untuk melakukan tindakan,” jelas Sunardi.

Ia menambahkan durasi penutupan kafe tidak akan berlangsung lama karena penindakan itu bersifat teguran.

Kendati demikian, Satpol PP dan Damkar akan melaporkan penutupan itu kepada Wali Kota Madiun Maidi dan tim Satgas Covid-19 Kota Madiun.

Baca juga: Sekretaris Daerah Manggarai Timur Positif Covid-19, Jalani Isolasi Mandiri

Sunardi berharap penutupan satu kafe dan satu restoran karena melanggar protokol kesehatan selama PPKM dapat menjadi pelajaran bagi tempat usaha lainnya.

Pihaknya akan menindak tegas setiap usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan selama PPKM berlangsung hingga 8 Februari 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X