Kompas.com - 27/01/2021, 11:39 WIB
Salah satu rumah mewah di perumahan elit Citraland yang rubuh. (FOTO: Capture video) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYASalah satu rumah mewah di perumahan elit Citraland yang rubuh. (FOTO: Capture video)


LAMPUNG, KOMPAS.com – Video dua rumah mewah yang roboh di perumahan elite di Bandar Lampung, menjadi viral di media sosial.

Video berdurasi 1 menit yang tersebar di media sosial dan grup WhatsApp tersebut menayangkan detik-detik dua rumah yang masih dalam tahap pembangunan itu roboh.

Pada video tersebut terlihat ambruknya dua rumah itu terjadi setelah tanah di lokasi tersebut perlahan mengalami longsor.

Baca juga: Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Kedua rumah tersebut berada di Blok 9 Cluster Da Vinci, Perumahan CitraLand yang berada di Jalan Raden Imba Kusuma, Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Perumahan tersebut adalah salah satu perumahan elite yang berada di Kota Bandar Lampung.

Desi, warga setempat yang berjarak tiga rumah dari lokasi kejadian mengatakan, robohnya rumah tetangganya itu terjadi pada Selasa (26/1/2021), sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Warga Agam Temukan 53 Butir Telur Buaya di Kebun Sawit

Menurut Desi, rumah senilai Rp1,5 miliar yang ambruk itu belum dihuni dan masih dalam tahap pembangunan.

“Ya ambruk karena tanahnya longsor. Mulanya rumah yang di ujung jalan, yang warna putih itu,” kata Desi di lokasi, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Tabrak Monyet Menyeberang Jalan, 2 Perempuan Dibawa ke Rumah Sakit

Lantaran khawatir terjadi longsor susulan, Desi dan anggota keluarganya langsung mengeluarkan barang-barang dari dalam rumahnya.

“Rumah saya kan dekat, takut ada longsor susulan,” kata Desi.

Sementara itu, Staf Manajer CitraLand Heri Gunawan mengatakan, sudah ada pertemuan antara pihak pengembang dengan pemilik rumah.

“Kami akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” kata Heri.

Heri menambahkan, lokasi longsor terjadi di bagian yang ditimbun.

“Sudah diperhitungkan semuanya sebelum dibangun, namun longsor tetap terjadi,” kata Heri.

DPRD akan mengkaji lokasi perumahan

Anggota DPRD Bandar Lampung Yuhadi mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terkait lokasi dan penyebab longsor di perumahan tersebut.

“Masih kami kaji penyebabnya,” kata Yuhadi.

Yuhadi menambahkan, lokasi perumahan itu berada di lereng atau lembah yang wilayah sekitarnya adalah zona hijau resapan air.

“Jika di lembah, idealnya tidak bisa dibangun, karena bukit kan harus dikeruk atau ditimbun. Ini juga harus dikaji secara geografis, jika masuk zona hijau, tentu tidak boleh ada pembangunan,” kata Yuhadi.

Sementara itu, Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, secara teknis lokasi perumahan itu berada di lereng dan perbukitan yang tentu rawan longsor.

“Dilihat dari konturnya, itu perbukitan. Tentu land clearing harus mantap, tanah harus padat, karena sangat mungkin terjadi longsor,” kata Irfan.

Irfan mengatakan, perlu juga dilihat rekomendasi analisis dampak lingkungan (amdal) dalam pembangunan kawasan perumahan tersebut.

“Bagaimana jika merambat ke permukiman lainnya,” kata Irfan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X