Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Kompas.com - 21/01/2021, 18:28 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein meminta keterangan kepada pengemudi kendaraan yang akan masuk wilayah Banyumas di jalan raya Desa Jompo, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021) sore. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein meminta keterangan kepada pengemudi kendaraan yang akan masuk wilayah Banyumas di jalan raya Desa Jompo, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021) sore.

BANYUMAS, KOMPAS.com - Tim gabungan mulai mencegat kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021) sore.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, kegiatan digelar di lima titik secara bersamaan, yaitu di Kecamatan Sokaraja, Pekuncen, Lumbir, Tambak dan Somegede.

"Di jalan-jalan nasional. Ini jalan kecil, tapi banyak warga luar kota yang tidak bawa surat keterangan bebas Covid-19," kata Husein di jalan raya Desa Jompo, Kecamatan Sokaraja yang merupakan perbatasan Banyumas dan Purbalingga, Kamis.

Baca juga: Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Berdasarkan pantauan Kompas.com di perbatasan Banyumas dan Purbalingga, sejumlah kendaraan dari luar kota memilih putar balik, karena tidak dapat menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19.

"Tadi ada yang balik lagi, enggak mau (menjalani tes cepat yang disiapkan di lokasi). Saya sampaikan kalau masuk Banyumas harus rapid test antigen, kalau hanya lewat saja saya kasih toleransi," ujar Husein.

Husein mengatakan, kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkala di perbatasan wilayah hingga masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir pada 25 Januari 2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto mengatakan, di lokasi pihaknya memfasilitasi tes cepat antigen dan swab PCR.

Untuk tes cepat antigen, warga diminta membayar secara mandiri sebesar Rp 250.000. Sedangkan tes swab PCR diberikan secara gratis.

Baca juga: Warga Banyumas yang ke Luar Kota Wajib Kantongi Hasil Tes Cepat Antigen

"Kalau hasil rapid test antigen positif, akan dilanjutkan dengan tes swab PCR, tapi hanya untuk warga Banyumas, kalau warga luar Banyumas kami minta kembali ke daerah asal," jelas Sadiyanto.

Diberitakan sebelumnya, setelah lebih dari sepekan penerapan pemberlakuan pengetatan kegiatan masyarakat (PPKM), Pemkab Banyumas akan memperketat wilayah perbatasan.

Pendatang dari luar kota wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 tes cepat antigen atau tes swab PCR.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X