Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Kompas.com - 21/01/2021, 10:21 WIB
Pythag Kurniati

Editor

KOMPAS.com - Bagian tubuh manusia berupa kepala ditemukan di Pantai Kis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (19/1/2021).

Bagian tubuh itu ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain sepak bola di pantai.

Ada dugaan, temuan itu ada bagian tubuh korban Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh.

Baca juga: Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Jarak lima mil dari Pulau Lancang

TNI Angkatan Laut (AL) melibatkan unsur udara pesawat CN-235 MPA untuk turut membantu pencarian korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh Sabtu pekan lalu di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid yang secara langsung memimpin pencarian di lokasi mengatakan, pelibatan pesawat CN-235 Patmar ini dimaksudkan untuk mengamati permukaan di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.DOK. TNI AL TNI Angkatan Laut (AL) melibatkan unsur udara pesawat CN-235 MPA untuk turut membantu pencarian korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh Sabtu pekan lalu di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid yang secara langsung memimpin pencarian di lokasi mengatakan, pelibatan pesawat CN-235 Patmar ini dimaksudkan untuk mengamati permukaan di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Polisi yang mendapatkan laporan menduga, temuan bagian tubuh itu berkaitan dengan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Sebab jarak antara Pantai Kis dengan Pulau Lancang tempat jatuhnya pesawat tak sampai 5 mil.

"Dugaan kami itu salah satu bagian, atau kami sebutnya body part dari penumpang pesawat Sriwijaya Air, karena jarak antara Pulau Lancang ke Pantai Kis tidak sampai 5 mil," kata Kapolsek Pakuhaji AKP Dodi Abdul Rohim, saat dikonfirmasi, Rabu (20/1/2021).

Potongan tubuh lalu dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan diserahkan ke Pos Basarnas di Mauk.

Kemudian potongan tubuh itu dikirim menggunakan KRI Rigel ke Posko JICT, Tanjung Priok.

Baca juga: Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

 

Petugas Polsek Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mengevakuasi potongan tubuh yang diduga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan di sekitar Pantai Kis, Selasa (19/1/2021)Dok. Polsek Pakuhaji Petugas Polsek Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mengevakuasi potongan tubuh yang diduga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan di sekitar Pantai Kis, Selasa (19/1/2021)
Kondisi bagian tubuh sudah rusak

Dodi menyebut kondisi potongan tubuh itu sudah rusak.

Meski demikian, masih ada beberapa helai rambut yang kemungkinan dapat digunakan untuk identifikasi.

Usai kejadian itu, pihaknya melakukan penyisiran di pantai jika masih ditemukan lagi benda yang berkaitan dengan Sriwijaya Air.

"Kami sisir, karena sudah satu minggu. Kami yakin ada body part terbawa ke pesisir, kami lakukan penyisiran terus, besok dilanjutkan kembali," kata dia.

Baca juga: Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Basarnas sudah temukan 324 kantong bagian tubuh

Melansir Antara, hingga pencarian hari ke-12, Rabu (20/1/2021), Basarnas telah menemukan 324 kantong berisi bagian tubuh.

Selain itu Basarnas juga menemukan 64 kantong berisi serpihan kecil pesawat.

Kemudian ada 55 potongan besar pesawat dan sejumlah bagian lain, yakni kotak hitam perekam data pesawat (FDR) serta pelindung atau casing dari perekam suara kokpit (CVR).

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Banten, Acep Nazmudin | Editor : Abba Gabrillin) Antara

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com