Kompas.com - 19/01/2021, 22:48 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat secara simbolis memulai pemasangan patok trase Jalan Tol Yogyakarta - Bawen di Desa Banyurejo, Tempel, Sleman (Foto Dokumentasi Humas Pemkab Sleman) KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAGubernur DIY Sri Sultan HB X saat secara simbolis memulai pemasangan patok trase Jalan Tol Yogyakarta - Bawen di Desa Banyurejo, Tempel, Sleman (Foto Dokumentasi Humas Pemkab Sleman)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Trase Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sudah memasuki tahapan pemasangan patok, Selasa (19/1/2021).

Proses pemasangan secara simbolis diawali dengan pengecoran semen oleh Gubernur Daeraj Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwo X (HB X) dan Bupati Sleman Sri Purnomo.

Pemasangan patok jalan tol sepanjang 8,25 kilometer di awali di Desa Banyurejo.

"Adanya infrastruktur jalan tol ini jelas akan mempermudah konektivitas," ujar Sri Sultan HB X dalam keterangan tertulis Humas Pemkab Sleman, Selasa (19/01/2021).

Baca juga: Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Agustus 2021

Sri Sultan menyampaikan Jalan tol ini akan menyatukan kawasan Yogya, Solo dan Semarang (Joglosemar), sehingga dapat mengurangi biaya transaksi.

"Meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pendapatan antar wilayah," ungkapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, saat ini rencana pembangunan jalan tol bertujuan untuk kelancaran akses antar wilayah serta mewujudkan pemerataan pembangunan dalam pengembangan wilayah.

"Sebagian besar pembangunan jalan tol melalui wilayah Kabupaten Sleman sehingga akan memiliki dampak dan manfaat yang cukup besar bagi pembangunan wilayah dan sangat berpengaruh pada struktur keruangan wilayah Kabupaten Sleman," tuturnya.

Baca juga: Mobil Terbakar di Tanjakan Bawen, Balita 10 Bulan Selamat, Ini Kronologinya

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman Tahun 2011-2031 yang telah mengamanatkan pembangunan Jalan Tol yang terdiri dari 2 ruas yaitu Yogyakarta – Bawen dan Yogyakarta – Surakarta.

"Kami berharap proses pembangunan jalan tol ini akan semakin lancar ke depannya tanpa hambatan dan halangan suatu apa pun, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno menambahkan, ada 916 bidang tanah yang terdampak pembangunan ini.

"Luas mencapai 49,6 hektar dan panjang 8,25 kilometer," ungkapnya.

Lokasi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen melintasi tiga kecamatan yaitu Mlati, Tempel dan Seyegan yang meliputi tujuh desa dan 28 dusun.

Baca juga: Bangun Tol Yogyakarta-Bawen, Konsorsium BUMN Siapkan Rp 14,26 Triliun

Wilayah Kecamatan Tempel meliputi Desa Banyurejo, Tambakrejo dan Sumberrejo. Kecamatan Seyegan meliputi Desa Margokaton, Margodadi dan Margomulyo. Sedangkan untuk Kecamatan Mlati melintasi Desa Tirtoadi.

"Pemasangan patok ini diperkirakan akan selesai dalam dua bulan," sebutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X