Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Kompas.com - 16/01/2021, 10:29 WIB
Gelombang pasang dan angin kencang terjadi di Kabupaten Sangihe dan menyebabkan genangan air di permukiman warga Dok. BPBD SangiheGelombang pasang dan angin kencang terjadi di Kabupaten Sangihe dan menyebabkan genangan air di permukiman warga

MANADO, KOMPAS.com - Cuaca ekstrem melanda seluruh wilayah Sulawesi Utara dalam dua hari terakhir hingga Sabtu (16/1/2020).

Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, permukiman warga di beberapa kelurahan tergenang air.

"Hujan deras mendera Tahuna semalam. Air naik di beberapa pemukiman seperti Kelurahan  Apengsembeka, Pintu Aer, dan seputaran Pertamina. Terpantau tadi pagi air sudah surut," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Rivolius Pudihang melalui pesan singkat, Sabtu.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Pihak BPBD tetap waspada, karena cuaca buruk masih terjadi.

"Apalagi sudah ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh BMKG dan seluruh wilayah terdampak cuaca buruk," ujar Rivo.

Gelombang pasang dan angin kencang juga terjadi di Kelurahan Tidore.

"Menyebabkan genangan air di sekitar Kelurahan Tidore. Untuk longsor belum ada informasi. Begitu juga kerugian dan kerusakan belum terkonfirmasi," ujar Rivo.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Pemda Sangihe melalui BPBD telah menyalurkan bantuan kepada keluarga yang terdampak.

"Saya mengimbau agar masyarakat waspada dan siap siaga menghadapi keadaan alam saat ini," kata dia.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulut pada Sabtu pagi.

Imbauan peringatan dini tersebut mengenai seluruh wilayah atau 15 kabupaten dan kota di Sulut yang berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga pukul 12.00 WITA.

Selain itu, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi.

Gelombang setinggi 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di delapan wilayah, yakni laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan utara Sulut, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, Kepulauan Sitaro, Bitung-Likupang, laut Maluku bagian utara, dan Teluk Tomini bagian timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X