Desa di Jombang Sudah 13 Hari Terendam Banjir, Ini Penyebab Air Tak Kunjung Surut

Kompas.com - 14/01/2021, 06:54 WIB
Suasana banjir hari ke-12 di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (12/1/2021). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSuasana banjir hari ke-12 di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (12/1/2021).

JOMBANG, KOMPAS.com - Banjir yang melanda Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tak kunjung surut selama dua pekan.

Banjir melanda dusun itu sejak awal tahun. Total 13 hari dusun itu telah terendam banjir.

Hingga Rabu (13/1/2021), belum ada tanda-tanda banjir akan surut. 

Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengungkapkan, kondisi banjir yang melanda Dusun Beluk lebih parah dibanding tahun sebelumnya.

Menurut dia, salah satu faktor dominan yang membuat banjir tak kunjung surut adalah curah hujan yang tinggi karena dampak fenomena la nina.

"Problemnya memang setiap tahun, namun tahun ini lebih besar dan lebih lama. Saya pantau makin naik airnya karena (faktor) hujan (terjadi) setiap hari," ujar Mundjidah saat meninjau lokasi banjir, Rabu.

Mundjidah menyebutkan, tak ada kesalahan teknis dari pembangunan Dam Sipon di Kabupaten Mojokerto yang merupakan muara aliran Sungai Avur Watudakon atau penyaring sampah di depan dam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 2 Penumpang Sriwijaya Air yang Pakai Identitas Orang Lain Akan Menikah, Ini Alasannya ke Pontianak

"Tidak ada kesalahan teknis. Memang (faktor) alam, hujannya terus, setiap hari," kata Mundjidah.

Selain tingginya curah hujan, kata Mundjidah, penyebab banjir amelanda dalam waktu yang cukup lama, yakni banyaknya sampah di aliran sungai Avur Watudakon.

Tingginya volume sampah membuat aliran sungai Avur Watudakon ke Dam Sipon tersendat di penyaring sampah, sehingga air sungai meluber ke perkampungan warga.

Ia mengatakan, untuk mengurangi genangan air yang membanjiri Dusun Beluk, salah satu upayanya adalah membersihkan sampah yang menghambat laju aliran air di Dam Sipon.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Miftahul Ulum mengungkapkan, untuk menangani banjir akibat luapan sungai Avur Watudakon, pihaknya sudah melakukan normalisasi sungai beberapa bulan lalu.

 

Saat banjir melanda, kata Ulum, pihaknya bersama masyarakat setempat dan BBWS juga melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di penyaring sampah di depan Dam Sipon.

"Seminggu lalu kami menurunkan alat berat di trash track. Volume sampahnya tinggi sekali, tapi yang bagian atas sudah berhasil diangkat, bagian bawah yang belum," kata Ulum kepada Kompas.com di kantornya, Rabu.

Pada Kamis (14/1/2021), ungkap Ulum, pihaknya bersama-sama dengan BBWS Brantas dan Pemkab Mojokerto, akan melakukan pengambilan dan pembersihan sampah di bagian bawah trash track.

"Rencananya hari Kamis kita lakukan pengambilan sampah. Kemudian alat berat yang dari BBWS dan PJT akan disiagakan untuk mengambil sampah, sampai dengan musim hujan berakhir," ujar Ulum.

Petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Rizal Arifuddin mengatakan, pembangunan tanggul yang belum selesai serta volume sampah sungai menjadi penyebab utama banjir tidak kunjung surut.

Baca juga: Viral, Video Pasangan Pengantin Menikah di Dekat Mobil Jenazah

Beberapa bulan lalu, ungkap dia, BBWS Brantas melakukan normalisasi sungai Avur Watudakon dan avur Sungai Balongkrai di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Selain mengeruk tanah sedimen, proyek normalisasi sungai tersebut juga membuat tanggul dengan memanfaatkan tanah yang dikeruk dari sungai.

Namun, kata Rizal, hingga memasuki musim hujan, belum semua aliran sungai selesai dinormalisasi maupun dibangun tanggul.

"Pembangunan kami belum selesai. Jadi, tanggul kami yang dari Balongkrai dan Jombok, terhenti di perbatasan Jombang dan Mojokerto, sehingga yang dari arah Jombang memang belum ada tanggulnya. Jadi ketika hujan air melimpah. Itu (penyebab banjir) yang pertama," kata Rizal, saat dikonfirmasi di lokasi banjir di Dusun Beluk, Rabu.

Menurut dia, masalah berikutnya yang menjadi penyebab banjir di Dusun Beluk, serta Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yakni tingginya volume sampah yang tersangkut di penyaring sampah di depan Dam Sipon.

"(Sampah) yang tersangkut banyak, ada bagian atas dan ada yang bagian bawah. Sementara ini kita masih mampu membersihkan yang bagian atas, sehingga kita berusaha dengan berbagai cara untuk membersihkan screen yang bagian bawah," kata Rizal.

 

Sebelumnya, banjir melanda Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, sejak awal Januari 2021.

Pantuan Kompas.com, kondisi banjir pada Rabu atau pada hari ketiga belas, masih sama dengan sehari sebelumnya.

Banjir menggenangi sepanjang jalan Dusun Beluk, pekarangan rumah, hingga sebagian besar rumah warga.

Baca juga: Protes Warga Terdampak Banjir ke Bupati: Ayo Masuk kalau Berani, Jangan Hanya di Sini

Ketinggian banjir bervariasi. Di jalan raya dan pekarang rumah warga, ketinggian banjir antara 30 hingga 80 centimeter.

Sedangkan di rumah-rumah warga, ketinggian antara 15 hingga 50 centimeter.

Banjir tersebut menyebabkan 170 rumah serta sekitar 90 hektar lahan pertanian terdampak banjir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X