Positif Covid-19, Wagub Maluku Jalani Karantina Mandri, Tetap Bekerja dari Rumah

Kompas.com - 08/01/2021, 19:14 WIB
Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nataniel Orno (kedua kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (18/12/2019). Barnabas Orno diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Maluku Barat Daya untuk bersaksi bagi tersangka Direktur/Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Artha John Alfred dalam kasus dugaan korupsi menerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoWakil Gubernur Maluku Barnabas Nataniel Orno (kedua kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (18/12/2019). Barnabas Orno diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Maluku Barat Daya untuk bersaksi bagi tersangka Direktur/Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Artha John Alfred dalam kasus dugaan korupsi menerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

 

AMBON, KOMPAS.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku memastikan kondisi Wakil Gubernur Barnabas Nataniel Orno baik dan stabil.

Barnabas bersama istri dan sejumlah anggota keluarga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka saat ini menjalani karantina mandiri di rumahnya, Karang Panjang, Kota Ambon.

Baca juga: Gubernur Maluku Ingin Jadi Penerima Vaksin, Satgas Covid-19: Nanti Kita Lihat Syaratnya

Juru bicara Penanganan Covid-19 Maluku Doni Rerung mengatakan, Barnabas tetap menjalankan tugas dari rumah.

"Kondisi Pak Wagub sangat baik, dan beliau tetap bekerja dan bertugas seperti biasa, bertugasnya dari rumah," kata Doni kepada Kompas.com saat dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021).

Selain wakil gubernur, kondisi istri dan sejumlah anggota keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama karantina mandiri, Barnabas dan keluarganya beraktivitas seperti biasa.

"Beliau juga berolah raga seperti lari-lari kecil di halaman rumah, jadi tidak ada masalah beliau sangat sehat," ujarnya.

Berdasarkan hasil tracing, Barnabas dan istrinya diduga terpapar Covid-19 dari salah satu anak mereka yang hendak ke Jakarta.

"Jadi anak Pak Wagub mau balik ke Jakarta tapi kan ke Jakarta minta antigen dan setelah rapid test antigen reaktif lalu swab hasilnya positif," katanya.

Menurut Doni, satgas telah melakukan tracing kepada seluruh keluarga Wagub Barnabas dan sejumlah pegawai.

Baca juga: Soal Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Pengusaha Mal: Surabaya Bukan Episentrum Covid-19

Hasilnya dari 25 orang yang menjalani swab,  18 di antaranya positif Covid-19. 

"Pak Wagub dan istri ini statusnya OTG ya, mereka tanpa gejala," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X