DPRD DIY Dorong Pemprov Perluas Daerah yang Berlaku Pembatasan Sosial

Kompas.com - 07/01/2021, 10:36 WIB
Wakil ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana saat ditemui wartawan di kantor DPRD DIY Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoWakil ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana saat ditemui wartawan di kantor DPRD DIY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong Pemerintah Provinsi DIY memperluas daerah yang diberlakukan pembatasan sosial.

Saat ini pemerintah pusat sudah menetapkan tiga dari empat kabupaten di DIY yang diperketat kegiatan masyarakatnya. Ketiga daerah itu adalah Gunungkidul, Sleman, dan Kulon Progo.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengusulkan, seluruh kota dan kabupaten di dibatasi kegiatan masyarakatnya.

Baca juga: Pemprov DIY Siap Ikuti Aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa-Bali

“Saya mengusulkan sebaiknya pembatasan di DIY diperluas untuk lima kabupaten kota. Kota Yogyakarta dan Bantul juga perlu dilakukan hal yang sama,” Ujar Huda melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (7/1/2021).

Usulan itu dilontarkan Huda karena mobilitas warga DIY yang melintasi kabupaten dan kota tinggi.

Dia mencontohkan pada siang hari warga yang beraktivitas di Kota Yogyakarta lebih banyak jika dibanding saat malam hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan pada malam hari, warga yang beraktivitas kebanyakan dari kabupaten lain di DIY.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di DIY Paling Cepat Dimulai pada Februari 2021

“Bisa jadi warga beraktivitas di kota, tertular dan kembali ke tempat tinggalnya di Bantul atau kabupaten lain, dengan memperluas pembatasan jauh lebih efektif,” ucapnya.

Selain mengusulkan untuk memperluas area pembatasan, Huda juga mengusulkan agar Pemerintah DIY melakukan screening massal di lokasi yang berisiko tinggi.

Screening massal ini mesti dirancang baik secara metodologi sehingga bisa efektif memotret dan dilakukan tindakan pencegahan penularan,” beber Huda.

Baca juga: Malam Tahun Baru di Tengah Pandemi, Warga Tetap Berkerumunan di Pusat Kota Yogyakarta

Menurutnya, screening bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, memanfaatkan alat deteksi dini Covid-19 yaitu GeNose.

“Kita pinjam dulu alat yang sudah ada dan ready selama dua pekan atau sebulan, sekaligus membuat pilot project screening massal di wilayah DIY menggunakan metodologi yang baik,” sebut Huda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.