Belum Ada Aturan, Keluar Masuk Palembang Tak Wajib Rapid Test Antigen

Kompas.com - 21/12/2020, 15:13 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung yang akan menonton film di salah satu bioskop di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/11/2020). Pemerintah Kota Palembang kembali mengizinkan bioskop kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas memeriksa suhu tubuh pengunjung yang akan menonton film di salah satu bioskop di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/11/2020). Pemerintah Kota Palembang kembali mengizinkan bioskop kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Para pendatang dari luar Kota Palembang, Sumatera Selatan, sampai saat ini belum diwajibkan melakukan rapid test antigen sebagai salah satu upaya mencegah penularan Covid-19.  

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kota Palembang Nur Purwoko. 

Menurut Nur, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Satgas RI nomor 3 tahun tahun 2020, kewajiban pendatang yang masuk dan keluar untuk rapid test antigen sejauh ini baru diberlakukan untuk Pulau Jawa dan Bali.

Baca juga: Surat Edaran Walkot Palembang, Tak Ada Pesta Kembang Api di Jembatan Ampera

Sementara, untuk di Palembang sampai saat ini belum ada aturan soal kewajiban tersebut. 

"Dari Pemerintah Provinsi Sumsel dan Palembang belum menerbitkan aturan itu. Kecuali kemarin di Babel, yang mengeluarkan aturannya adalah pemerintah daerah," kata Nur melalui sambungan telepon, Senin (21/12/2020). 

Dijelaskan Nur, meskipun belum ada aturan wajib rapid test antigen, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang telah menyediakan layanan tersebut. 

Dengan demikian, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Bali dan Pulau Jawa bisa menyertakan hasil pemeriksan rapid test antigen. 

Untuk rapid test antigen, dikenakan biaya Rp 200.000. Sementara rapid test antibodi Rp 85.000. 

"Lokasi pemeriksaan rapid test antigen ada di dekat stasiun LRT bandara SMB II," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengeluarkan surat edaran nomor 59/SE/PP/2020 tentang ketentuan adaptasi kebiasaan baru di tempat ibadah, pariwisata dan fasilitas umum lainnya pada pelaksanaan Operasi Lilin 2020 dan tahun baru 2021. 

Baca juga: Palembang Kembali Zona Merah, Warga Diminta Rayakan Tahun Baru di Rumah

Dalam surat edaran tersebut, tertulis enam peraturan yang harus diikuti oleh masyarakat saat masa pandemi Covid-19. 

Pada peraturan nomor 2, masyarakat dilarang untuk mengadakan kegiatan atau acara pergantian tahun baru seperti organ tunggal, pesta kembang api, pasar malam dan kegiatan lainnya yang dapat menyebabkan kerumunan atau berkumpulnya orang banyak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X