Putra Presiden Diprediksi Menang Pilkada Solo, Pengamat: Rentan Dinasti Politik

Kompas.com - 11/12/2020, 05:55 WIB
Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). Berdasarkan hasil hitung cepat internal partai hingga Rabu (9/12/2020) sore, pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa memperoleh suara sekitar 85 persen, atau unggul atas pasangan Bagyo Wahyono-FX. Suparjo dengan suara sekitar 14 persen pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Pilkada 2020. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHACalon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). Berdasarkan hasil hitung cepat internal partai hingga Rabu (9/12/2020) sore, pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa memperoleh suara sekitar 85 persen, atau unggul atas pasangan Bagyo Wahyono-FX. Suparjo dengan suara sekitar 14 persen pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Pilkada 2020. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

SEMARANG, KOMPAS.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka unggul sementara dalam hitung cepat Komisi Pemilihan Umum di Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah.

Meski minim rekam jejak dalam dunia politik, Gibran yang diusung PDI P ini diprediksi menang di Pilkada Kota Solo dengan perolehan suara lebih dari 80 persen.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Wijayanto menilai kemenangan Gibran sebagai Wali Kota Solo sangat mungkin bisa diraih mengingat Gibran adalah putra Presiden.

"Namun, jika dilihat dari sisi etika atau fatsun politik, pencalonan Gibran sebagai wali kota seharusnya dihindari. Sebab, hal tersebut rentan terjadinya dinasti politik," jelasnya saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Kerja Keras Kader PDI-P Militan di Balik Unggulnya Gibran-Teguh

Dia mengatakan anggapan tersebut menuai perdebatan panjang sebab sebagian pengamat membantah bahwa apa yang terjadi bukanlah dinasti politik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Alasannya politik dinasti hanya terjadi di masa kerajaan, yaitu ketika anak raja secara otomatis langsung menjadi raja. Tanpa proses pemilihan yang demokratis. Sedangkan Gibran melalui pemilihan. Orang bebas untuk memilihnya atau tidak. Tanpa ada paksaan," katanya.

Selain itu, lanjut dia karena alasan hukum yaitu bahwa setiap warga punya hak konstitusional untuk maju dalam pemilihan dan warga negara berhak untuk memlilih atau tidak memilihnya.

"Benarkah demikian? Menurut saya tidak sesederhana ini. Tidak semudah itu," ujarnya

Menurutnya, dinasti politik merupakan kekuatan politik yang melibatkan suatu kelompok yang memiliki kekerabatan yang mendominasi kekuasaan.

Dia menyebut ada tiga jenis dinasti politik di Indonesia antara lain jenis regenerasi yaitu satu keluarga memimpin terus menerus.

"Selanjutnya, jenis lintas kamar yaitu satu keluarga memiliki posisi eksekutif dan legislatif," ucap Wijayanto.

Kemudian, jenis lintas daerah atau political octopus yaitu sebuah keluarga menguasai jabatan strategis di berbagai daerah dalam satu wilayah.

"Jika itu terjadi akan berdampak negatif karena rawan korupsi, membrangus meritokrasi, merusak kaderisasi, merusak demokrasi internal partai dengan lobi, identik dengan kemiskinan, untuk beberapa kasus juga konflik kepentingan," ujarnya.

Maka dari itu, kata dia sebagai seorang pemimpin keduanya harus menegakkan etika politik.

Selain itu, menyadari bahwa ada amanah besar yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Juga perlu law enforcement dari penegak hukum agar jangan sampai terjadi penyalahgunaan kewenangan. Serta pengawasan masyarakat dan media," ungkapnya.

Baca juga: Real Count KPU Pilkada Solo Data 51,43 Persen: Gibran-Teguh 86,4 Persen dan Bagyo-Supardjo 13,6 Persen

Hasil sementara real count KPU melalui pilkada2020.kpu.go.id pada Kamis (10/12/2020) pukul 19.56 WIB diperoleh suara masuk sebanyak 677 dari 1.231 TPS atau 55,00 persen.

Pasangan nomor urut 01 Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa meraih 122.919 suara atau 86,5  persen.

Sedangkan, pasangan nomor urut 02 Bagyo Wahyono dan Suparjo Fransiskus Xaverius meraih 19.196 suara atau 13,5 persen.

Update hasil penghitungan suara riil atau real count melalui website KPU atau Sirekap tidak bisa menjadi dasar penentuan pemenang Pilkada 2020.

Penentuan pemenang tetap didasarkan pada pengumuman KPU berdasarkan hasil rekapitulasi manual KPU yang dilakukan secara berjenjang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X