Kota Tasikmalaya Zona Merah, Pasien Masuk IGD Pun Antre, Gedung Isolasi Ditambah

Kompas.com - 08/12/2020, 14:02 WIB
Pembatasan jam malam wilayah perkotaan Tasikmalaya akibat terus melonjaknya kasus Covid-19 akan mulai diberlakukan lagi sejak hari ini Senin (7/12/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPembatasan jam malam wilayah perkotaan Tasikmalaya akibat terus melonjaknya kasus Covid-19 akan mulai diberlakukan lagi sejak hari ini Senin (7/12/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kota Tasikmalaya seusai ditetapkan zona merah tengah menyiapkan gedung tambahan isolasi terpusat. Padahal, 

Gedung lokasi karantina para pasien terkonfirmasi corona dinilai efektif tak menyebarkan lagi ke orang-orang terdekatnya.

"Apalagi sekarang paling rawan adalah klaster keluarga di wilayah Kota Tasikmalaya. Selain itu ada juga klaster pesantren yang selama ini paling banyak pasien positif corona yang sedang dikarantina," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, kepada wartawan, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Jam Malam Kembali Berlaku di Tasikmalaya, Pasien RS Sampai Antre

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya secara total terdapat 1.070 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat ini daerahnya sudah masuk risiko tinggi atau zona merah karena ada peningkatan dari sebelumnya yang masih zona oranye.

"Ini harus menjadi kewaspadaan. Seluruh stakeholder harus bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini. Yuk kita sama-sama kembali mengendalikan Covid-19," ujar dia.

Uus mengaku ada beberapa langkah yang akan dilakukan Pemkot Tasikmalaya seperti menambah tempat isolasi terpusat untuk menampung pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasalnya, saat ini terdapat 592 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang statusnya masih aktif.

Baca juga: Muncul Klaster Tempat Senam di Tasikmalaya, 40 Orang Dites Swab

Sementara kapasitas tempat isolasi terpusat di Kota Tasikmalaya hanya dapat menampung sekitar 200 pasien.

"Sampai sekarang di IGD RSUD yang pasien terkonfirmasi antre saat mau masuk ke ruangan isolasi," tambah dia.

Klaster pesantren

Khusus kasus terkonfirmasi dari klaster pesantren menjalani isolasi di lingkungan pesantren sendiri. Sementara kasus tanpa gejala lainnya menjalani isolasi mandiri.

Untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri, harus ada pengawasan secara ketat karena berpotensi menyebabkan klaster keluarga, dan berujung menjadi klaster komunal. Dampaknya, akan diberlakukan karantina mikro jika itu terus menyebar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X