Ladang Ganja Seluas 500 Meter Persegi Ditemukan di Empat Lawang

Kompas.com - 07/12/2020, 21:33 WIB
Pondok milik warga yang menanam ganja ditemukan polisi di kawasan Tematang Selih Bukit Barisan, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. HANDOUT/POLRES EMPAT LAWANGPondok milik warga yang menanam ganja ditemukan polisi di kawasan Tematang Selih Bukit Barisan, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

EMPAT LAWANG, KOMPAS.com - Ladang ganja siap panen seluas 500 meter persegi ditemukan polisi di kawasan Tematang Selih, Bukit Barisan, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Dari penggerbekan tersebut, petugas mendapatkan 300 batang ganja siap panen yang telah ditanam oleh para pelaku.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Empat Lawang Iptu Rusdiyanto mengatakan, polisi awalnya menggerebek ladang ganja milik pelaku berinisial M seluas 300 meter yang ditanam sebanyak 200 batang.

Baca juga: Suara Tembakan di Tol Jakarta-Cikampek, Pekerja di Rest Area Mengira Penangkapan Teroris

Namun, M melarikan diri saat penggerbekan berlangsung, sehingga saat ini telah ditetapkan sebagai buronan.

Selanjutnya, polisi kembali melakukan penyelidikan dan menemukan ladang ganja seluas 200 meter milik N (45).

Lahan yang tak jauh dari lokasi pertama tersebut ditanami sebanyak 100 batang ganja.

"N ini sedang berada di pondoknya saat kita tangkap. Setelah dilakukan penyelidikan, dia menanam 100 pohon ganja di ladang tersebut. Pondok yang digunakan tersangka sudah dibakar berikut ganja yang ditemukan, ada 50 batang lagi dibawa ke Polres sebagai barang bukti," kata Rusdiyanto kepada wartawan, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Data Terbaru, 6 Daerah di Jabar Jadi Zona Merah

Rusdiyanto menyebutkan, lokasi ladang ganja itu jauh dari kawasan penduduk.

Polisi harus menempuh perjalanan sekitar 4,5 jam hingga akhirnya sampai ke ladang.

Para pelaku diduga memanfaatkan lokasi sekitar yang rimbun agar tanaman ganja tersebut tak diketahui oleh polisi.

"Total dari dua lokasi ladang ganjanya mencapai 500 meter persegi. Sekarang masih dikembangkan, kemungkinan ada ladang yang lain," ujar Rusdiyanto.

Menurut Rusdiyanto, tanaman ganja di dua lokasi itu dalam kondisi siap panen.

Dari keterangan N, polisi akan melakukan penyelidikan mengenai lokasi penjualan tanaman ganja tersebut.

"Sejauh ini tersangka menjual masih di kawasan Empat Lawang. Tapi kemungkinan juga  berada di luar wilayah sini. Sekarang masih dikembangkan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X