LSI Denny JA Rilis Hasil Survei Pilkada Kabupaten Bandung, Dadang-Sahrul Unggul

Kompas.com - 05/12/2020, 19:22 WIB
Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Bandung 2020 sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Jumat (4/9/2020). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANADadang Supriatna-Sahrul Gunawan, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Bandung 2020 sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Jumat (4/9/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com- Jelang pencoblosan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020,  Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru dalam ajang Pilkada Kabupaten Bandung.

Peneliti senior LSI Denny JA, Toto Izzul Fatah mengatakan survei yang dilakukan pada periode 30 November sampai 1 Desember 2020 menggunakan metodologi standar yakni multistage random sampling.

Wawancara dilakukan dengan tatap muka menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 1.050 orang responden dan margin of error 3,1 persen.

Baca juga: Survei LSI: Pasangan Dadang - Sahrul Gunawan Berpeluang Menang Pilkada Kabupaten Bandung

Hasil survei tersebut menunjukkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna yang berpasangan dengan artis Sahrul Gunawan unggul dengan perolehan angka 45,7 persen.

Sementara pasangan nomor urut 1 Kurnia-Usman 28,2 persen dan  pasangan nomor urut 2 Yena-Atep berada di posisi buncit dengan perolehan 14,0 persen.

"Dari pengalaman survei LSI Denny JA melakukan ratusan kali survei, posisi elektabilitas dengan selisih di atas 15 persen dalam H-seminggu menjelang pemungutan suara seperti terjadi di Kabupaten Bandung, biasanya tidak pernah mengubah posisi urutan pemenang. Pasangan nomor 3 kemungkinan yang akan menang," kata Toto dalam rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemungkinan kemenangan yang akan diraih pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3 Dadang Supriatna Sahrul Gunawan bukan tanpa alasan.

Baca juga: Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Menurut Toto, dalam hasil survei dua pekan lalu, Dadang-Sahrul memiliki elektabilitas 45,9 persen.

Sementara Paslon nomor urut 1 Kurnia-Usman 28,9 persen dan Paslon nomor urut 2 Yena-Atep  13,4 persen.

Menurut Toto, tidak ada pergerakan elektabilitas yang dinamis dikarenakan semua kandidat dalam posisi dukungan yang relatif stabil.

Toto menambahkan, dinamika mungkin akan terjadi pada selisih perolehan suara yang lebih mendekati urutan di atasnya.

Misalnya, Kurnia-Usman naik dengan elektabilitas di atas 30 persen.

Kendati demikian hal tersebut tetap akan menyulitkan Paslon Kurnia- Usman untuk bisa menyalip Paslon Dadang-Sahrul yang stabil memiliki elektabilitas di atas 45 persen.

"Hanya tsunami politik dan money politic yang biasanya mengubah drastis posisi elektabilitas seperti itu. Tapi tidak mudah bagi dua kompetitor Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan untuk membuat isu besar itu," bebernya.

Baca juga: Ridwan Kamil Kaget, Warga Kabupaten Bandung Pelanggar Protokol Kesehatan Tertinggi se-Jabar

Sebab rumus umumnya, lanjut Toto, seperti berlaku pada tsunami politik, yaitu seberapa besar mayoritas publik tahu dan seberapa mayoritas publik percaya.

Begitu pula jika ingin menggunakan money politics. Apabila hal tersebut tidak dilakukan secara masif maka tidak  akan banyak memberi efek signifikan.

Bahkan bisa jadi, alih-alih ingin mendongkrak suara, yang terjadi malah diskualifikasi.

Dengan kata lain, lanjut Toto, sebaiknya semua kandidat berpikir ulang untuk melakukan praktik money politics.

Sebab, selain akan merusak tatanan demokrasi, juga berpotensi pidana.

Baca juga: Gagal Nyaleg, Sahrul Gunawan Maju Jadi Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung

Dari temuan data terbaru LSI Network Denny JA, ada beberapa faktor penting yang membuat pasangan Dadang Supriatna- Sahrul Gunawan konsisten berada di posisi elektabilitas tertinggi.

"Karena Bedas memiliki dukungan yang relatif merata di semua segmen demografis baik gender, suku, agama, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, usia, profesi, pemilih partai, pemilih ormas dan bahkan dukungan setiap zona dapil," ungkap Toto.

Di samping itu, dalam simulasi personal, elektabilitas Dadang Supriatna juga relatif aman di posisi 40 persen.

Hal yang membedakan dengan dua pasangan lainnya adalah suntikan elektabilitas yang cukup besar dari calon wakilnya, Sahrul Gunawan yang unggul dari calon wakil bupati lainnya dengan perolehan elektabilitas 48,9 persen.

Baca juga: Tingkat Perceraian di Kabupaten Bandung Melonjak di Masa Pandemi Covid-19

Sementara calon wakil bupati lainnya, Usman Sayogi hanya 16,3 persen dan mantan bintang Persib Bandung Atep Rizal memiliki  elektabilitas 20,0 persen.

"Kenaikan elektabilitas pasangan Dadang-Sahrul juga terjadi pada pemilih yang berkategori strong supporter, dari sebelumnya 24,5 persen naik menjadi 29,5 persen. Ini artinya, pasangan Dadang- Sahrul sudah punya bekal suara militan 29,5 persen yang tidak akan berubah sampai hari H pencoblosan. Bandingkan dengan modal suara militan pasangan Kurnia-Usman yang hanya 19,6 persen dan Yena-Atep hanya 8,5 persen," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.