Survei LSI: Pasangan Dadang - Sahrul Gunawan Berpeluang Menang Pilkada Kabupaten Bandung

Kompas.com - 16/11/2020, 14:17 WIB
Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Bandung 2020 sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Jumat (4/9/2020). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANADadang Supriatna-Sahrul Gunawan, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Bandung 2020 sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Jumat (4/9/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru untuk Pilkada Kabupaten Bandung.

Dalam survei tersebut, jika Pilkada digelar hari ini, Senin (16/11/2020), pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan (DS-Sahrul) berpeluang besar memenangkan kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung

Hasil survei terbaru LSI Denny JA merilis pasangan nomor urut 3 Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan mengantongi modal elektabilitas cukup tinggi yakni sebesar 45,9 persen.

Pasangan ini yang diusung PKB, Nasdem, Demokrat dan PKS serta didukung sejumlah partai non parlemen. 

Sementara elektabilitas dua paslon lainnya yakni pasangan Kurnia Agustina - Usman Sayogi sebesar 28,9 persen dan paslon Yena Iskandar - Atep  sebesar 13,4 persen.

Baca juga: Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Dukungan merata

Survei tersebut dilakukan pada 2-6 November 2020  dengan menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka dengan margin of error 4,8 persen kepada jumlah responden sebanyak 440 orang di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.

"Keunggulan pasangan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan ini juga terpotret merata di hampir seluruh daerah pemilihan (dapil). Kecuali di dapil 5 seperti Majalaya, Paseh, Ibun dan Solokanjeruk yang cukup kompetitif dukungan untuk Paslon Kurnia-Usman," kata

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah dalam keterangan resmi yang diterima , Senin (26/11/2020).

Toto menjelaskan, potensi kemenangan pasangan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan terpotret dari beberapa variabel penting dalam survei.

Misalnya, dukungan unggul yang relatif merata di hampir semua segmen demografis seperti gender, usia, suku, agama, ormas, tingkat pendidikan, penghasilan, profesi, bahkan pemilih parpol.

Baca juga: Pilkada Bandung, Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan Jadi yang Pertama Daftar ke KPU

 

Dukungan besar dari kaum perempuan

Sementara dari segi gender, pasangan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan juga memperoleh dukungan cukup besar dari kaum perempuan, yakni 50,9 persen. Sementara, kaum pria yang memilih keduanya berada di angka 40,9 persen.

Sedangkan, Nia-Usman dipilih oleh 28,6 persen perempuan dan 29,1 persen pria. Lalu, Yena-Atep mendapat dukungan 10,0 persen kaum hawa, dan 16,8 persen pria.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X