Polisi Tangkap 2 Pelaku Perusak Kantor DPRD DIY Saat Demo Tolak Omnibus Law

Kompas.com - 30/11/2020, 22:00 WIB
Polisi saat menunjukkan barang bukti yang digunakan untuk perusakan gedung DPRD DIY Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoPolisi saat menunjukkan barang bukti yang digunakan untuk perusakan gedung DPRD DIY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap dua pelaku perusakan kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta saat demo tolak UU Omnibus Law yang berakhir ricuh pada tanggal 8 Oktober lalu.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto mengatakan, setelah aksi tersebut pihaknya mendapatkan laporan perusakan papan nama DPRD DIY.

Setelah kejadian itu, lanjutnya, ada beberapa video yang memperlihatkan beberapa orang melakukan perusakan dan melempar papan nama DPRD DIY.

"Setelah dilakukan pencocokan di video dengan beberapa data di media sosial akhirnya berhasil diamankan dua orang pelaku. Keduanya diamankan di rumahnya masing-masing," katanya, saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Sri Sultan Minta Pelaku Perusakan Kantor DPRD DIY Diproses Hukum

Kedua pelaku yang ditangkap yakni D, warga Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman dan E, warga Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman.

"Keduanya masih di bawah umur yaitu masih berusia 16 tahun, warga Kecamatan (Kapanewon) Gamping dan Sleman," ucapnya.

Dari tangan kedua pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa potongan besi dan pakaian yang dipakai pelaku saat melakukan perusakan.

"Jaket yang diamankan warna kuning, karena di video yang bersangkutan menggunakan jaket warna kuning. Jadi kalau membuka kembali video yang TKP di depan tulisan kantor DPRD, yang pakai jaket warna kuning dan biru sudah diproses," ungkapnya.

Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law Ricuh, Kaca Gedung DPRD DIY Pecah dan Mobil Polisi Dirusak

Dikatakannya, kedua pelaku saat demo berlangsung ricuh berjalan ke arah papan nama di pagar tembok depan Kantor DPRD DIY.

Pelaku mencopot papan nama menggunakan tangan dan melemparkannya ke arah petugas yang tengah mengamankan aksi unjuk rasa.

"Yang bersangkutan sudah diproses. Inisial D dan E ditangkap tanggal 14 Oktober dan dalam waktu dekat berkas yang 2 orang ini sudah sampai Kejaksaan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah P21," kata Yuliyanto.

Atas perbuatannya, kedua pelaku disangkakan Pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun 6 bulan.

Dia juga menyebut bukan tidak mungkin ada penambahan tersangka.

"Pasti ada penambahan, tinggal menunggu waktu saja," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Sederet Fakta Musibah Gas Geothermal Mandailing Natal, 5 Warga Tewas, Kronologi hingga Penjelasan Pengelola

Sederet Fakta Musibah Gas Geothermal Mandailing Natal, 5 Warga Tewas, Kronologi hingga Penjelasan Pengelola

Regional
Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Regional
Manajemen Artis TikTok Pembuat Kerumunan di Madiun Mengaku Lalai: Kami Akan Lebih Hati-hati

Manajemen Artis TikTok Pembuat Kerumunan di Madiun Mengaku Lalai: Kami Akan Lebih Hati-hati

Regional
Gara-gara Ada 2 Kepala Dinas, Kantor Kadis PU Bina Marga Jember Disegel DPRD

Gara-gara Ada 2 Kepala Dinas, Kantor Kadis PU Bina Marga Jember Disegel DPRD

Regional
Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Regional
Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Regional
ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

Regional
Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X