Terdesak Utang, Penjaga Kelenteng Curi Minyak Goreng dan Kotak Angpao

Kompas.com - 29/11/2020, 20:01 WIB
Kabag Ops Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Pujiono menginterogasi CAP (24) tersangka pencurian kotak angpao Klenteng Hok Tek Bio di Mapolres Purbalingga, Jawa Tengah. KOMPAS.COM/Dok Humas Polres PurbalinggaKabag Ops Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Pujiono menginterogasi CAP (24) tersangka pencurian kotak angpao Klenteng Hok Tek Bio di Mapolres Purbalingga, Jawa Tengah.

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Purbalingga meringkus pelaku pencurian di rumah ibadah Kelenteng Hok Tek Bio, Purbalingga, Jawa Tengah.

Tersangka berinisial CAP (24) asal Kecamatan Bobotsari kabur selama empat bulan ke daerah Wonosobo sebelum akhirnya dijebak polisi saat pulang ke rumah.

Kabag Ops Polres PurbaIingga, Ajun Komisaris Pujiono mengatakan, tersangka mengambil sejumlah barang di antaranya minyak goreng, besi beton dan kotak angpao berisi uang Rp 9 juta di Kelenteng Hok Tek Bio.

"Kerugian total ditaksir mencapai lebih dari Rp 13 juta," katanya kepada wartawan, Minggu (29/11/2020).

Baca juga: Kades di Purbalingga Bawa 2 Karung Uang Koin untuk Bayar Pajak

Tersangka leluasa mengambil sejumlah barang di Klenteng Hok Tek Bio karena ia bekerja sebagai penjaga di tempat ibadah tersebut.

"Saat ada kesempatan tersangka mengambil barang berharga milik klenteng," terangnya.

Pujiono mengungkapkan, identitas tersangka dapat diidentifikasi berkat kamera CCTV. Namun saat akan ditangkap, tersangka ternyata sudah lebih dulu kabur ke luar kota.

"Tersangka sempat kabur ke rumah istrinya di wilayah Kabupaten Wonosobo. Namun kami memancing tersangka pulang ke Purbalingga dan berhasil diringkus pada Selasa (24/11/2020)," ujarnya.

Dari pengakuannya, tersangka nekat melakukan aksi pencurian karena terdesak masalah ekonomi.

Hasil curian tersebut dijual untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan membayar utang.

"Tersangka mengaku memiliki utang ratusan juta untuk merintis usaha jas pengiriman. Namun usahanya gagal sehingga tidak bisa membayar utang," katanya.

Dari peristiwa tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu jeriken bekas minyak goreng seberat 10 liter, tiga buah amplop angpao warna merah dan satu buah kotak angpao besi milik klenteng.

Baca juga: Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling lama tujuh tahun," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X