Kompas.com - 29/11/2020, 17:23 WIB
Kasim Khow (kedua dari kanan) bebas dari Lapas Porong Sidoarjo, Sabtu (28/11/2020). Dokumentasi Humas Kemenkumham JatimKasim Khow (kedua dari kanan) bebas dari Lapas Porong Sidoarjo, Sabtu (28/11/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kasim Khow alias Cimot alias Tate Ko alias Amar, terpidana kasus terorisma penghuni Lapas Kelas I Surabaya Porong, dibebaskan Sabtu (28/11/2020).

Pria 33 tahun warga Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, itu divonis 3,5 tahun pada Mei 2019 lalu karena terbukti terlibat dalam pendistribusian bahan peledak kepada kelompok teroris di Poso.

Harusnya, Kasim bebas pada 11 Agustus 2021. Dia lalu mendapatkan remisi 6 bulan 15 hari sehingga waktu bebas dimajukan menjadi 28 Januari 2021.

Dia lalu dibebaskan lebih awal lagi untuk menjalani program Cuti Menjelang Bebas (CMB).

"Program CMB ini baru pertama di Indonesia. Kami menggandeng yayasan sebagai pihak ketiga. Yayasan juga sebagai pihak penjamin," kata Kalapas Kelas I Surabaya Porong, Gun Gun Gunawan, dikonfirmasi, Minggu (29/11/2020).

Baca juga: 150 Prajurit TNI yang Dikirim ke Poso untuk Buru Kelompok Mujahidin Pernah Bertugas di Papua, Aceh, dan Timor Timur

Yayasan dumaksud adalah Yayasan Lingkar Perdamaian di bawah pengelolaan mantan teroris kelompok Jamaah Islamiyah Ali Fauzi di Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan.

Selama menjalani masa pembimbingan di Yayasan Lingkar Perdamaian kata Gun Gun, Kasim Khow masih wajib lapor di Lapas Bojonegoro.

"Jadi sebelum kembali ke tengah masyarakat, dia dibina dulu di yayasan agar lebih siap," jelasnya.

Kasim Khow divonis 3,5 tahun penjara oleh majalis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Mei 2019 lalu karena terlibat aksi terorisme.

Kasim terbukti ikut mendistribusikan bahan peledak untuk kelompok teroris Poso.

Sebelum dipindahkan ke Lapas Porong, Kasim Khow adalah penghuni Lapas Super Maximum Security di Gunung Sindur, Bogor Jawa Barat.

Dia dipindahkan ke Lapas Porong pada 11 Maret 2019.

Baca juga: Memburu Kelompok Teroris MIT di Poso, Kapolda Sulteng: Ada di Hutan Pegunungan

Sepuluh hari setelahnya, dia bersedia mengungkap ikrar setia kepada NKRI.

"Ini termasuk rekor cepat, masih 10 hari tinggal di Lapas Porong sudah ikrar setia kepada NKRI," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X