Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Kompas.com - 28/11/2020, 09:30 WIB
Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKetua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 40 anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya diketahui reaktif seusai tes wajib corona jelang dua pekan lagi pencoblosan Pilkada Serentak.

Terlebih wilayah berstatus zona merah tersebut jumlah kasus positifnya semakin hari terus bertambah dengan total keseluruhan 526 kasus sampai Jumat (27/11/2020) kemarin.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda mengatakan, pada Kamis (26/11/2020) dilaksanakan tes wajib bagi semua anggota Bawaslu Kabupaten, kecamatan, desa sampai TPS (Tempat Pemungutan Suara) rapid test oleh tim gugus tugas.

Hal ini sesuai dengan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan. 

 

"Sebanyak 40 orang diantaranya reaktif. Mereka sudah tes swab dan sedang menunggu hasilnya sekarang," jelas Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda, kepada Kompas.com lewat telepon, Sabtu (28/11/2020) pagi.

Baca juga: Jelang Coblosan Pilkada, KPU Karawang Kekurangan 2.243 Surat Suara

Petugas yang kena corona akan diganti

Dodi menambahkan, tes wajib bebas corona tersebut dilaksanakan jelang pencoblosan guna mencegah penyebaran Covid-19 saat proses pemungutan suara.

Jika anggotanya yang reaktif hasil rapid test dinyatakan terkonfirmasi hasil tes swab, pihaknya pun akan segera mengganti kekosongan petugas bawaslu oleh pendaftar lainnya.

"Kalau nanti hasil tes swab bagi 40 anggota bawaslu yang sudah dilantik itu ada yang positif, kita akan segera menggantinya dengan pendaftar dengan nilai di bawahnya nantinya. Semua anggota yang reaktif tersebar di 13 kecamatan dengan total 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya," tambah Dodi.

Dodi berharap proses pemungutan suara yang akan digelar 9 Desember nanti tak sampai terganggu di Kabupaten Tasikmalaya meski saat ini berstatus zona merah Covid-19.

Baca juga: Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Regional
PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

Regional
Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Regional
Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Regional
Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Regional
Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Regional
Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X