Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Kompas.com - 27/11/2020, 16:55 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19 (tes cepat Covid-19). SHUTTERSTOCKIlustrasi rapid test Covid-19 (tes cepat Covid-19).

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) Pilkada serentak di Jawa Tengah menolak menjalani rapid test.

Padahal, regulasi KPU telah mengatur kewajiban menjalani rapid test bagi seluruh penyelenggara Pilkada 2020 terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

KPU Jawa Tengah pun tengah berupaya secara persuasif agar mereka bersedia mengikuti pemeriksaan tersebut.

"Proses rapid sedang berjalan. Cuma memang ada kendala, sebagian petugas enggan dites. Tapi kami terus lakukan pendekatan, karena ini persyaratannya bagi penyelenggara Pemilu. KPPS maksimal akan melayani 500 pemilih di TPS agar dipastikan semuanya aman," kata Ketua KPU Jawa Tengah Yulianto Sudrajat, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: 7 Petugas KPPS Gunungkidul Terkonfirmasi Positif Covid-19

Pihaknya mencatat petugas KPPS yang menolak rapid test awalnya ada di daerah Wonosobo.

Namun belakangan diketahui di daerah Sragen dan Purbolinggo juga ada sejumlah petugas KPPS juga menolak untuk rapid test.

Yulianto tidak menyebutkan secara pasti jumlah petugas KPPS yang menolak rapid test.

Alasan mereka menolak diduga karena takut setelah mengetahui hasil dari rekannya yang reaktif.

"Ada di Wonosobo tapi tidak terlalu signifikan jumlahnya. Pemda juga akan membantu kami, seperti kepala desa, tokoh masyarakat untuk membujuk mereka agar mau ikut rapid test," ucapnya.

Baca juga: Hadiri Konsolidasi Paslon, Oknum ASN hingga KPPS di Wonogiri Dipanggil Bawaslu

Menurutnya, rapid test merupakan syarat wajib bagi petugas untuk mensukseskan Pilkada dengan standar protokol kesehatan.

Jika mereka menolak atau mengundurkan diri, maka KPU memastikan penggantian petugas KPPS sudah didapatkan sebelum hari pencoblosan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

Regional
Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Regional
Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Regional
ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

Regional
Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Regional
Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Regional
Bupati Pangandaran Positif Covid-19 Setelah 'Swab' Ketiga

Bupati Pangandaran Positif Covid-19 Setelah "Swab" Ketiga

Regional
Kisah Nenek 80 Tahun yang Hidup Seorang Diri

Kisah Nenek 80 Tahun yang Hidup Seorang Diri

Regional
Seekor Anak Gajah Sumatera Kena Jerat Pemburu, Kakinya Infeksi

Seekor Anak Gajah Sumatera Kena Jerat Pemburu, Kakinya Infeksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X