Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, Bupati Bogor Sampai Ketua RT di Megamendung Akan Diperiksa

Kompas.com - 19/11/2020, 13:44 WIB
Ribuan jamaah menyambut kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Rizieq Shihab dijadwalkan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHRibuan jamaah menyambut kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Rizieq Shihab dijadwalkan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polda Jabar berencana memeriksa 10 orang terkait kegiatan Rizieq Shihab di Markas Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh tiga ribu orang lebih ini diduga ditemukan pelanggaran protokol kesehatan.

Lalu siapa saja 10 orang yang dipanggil ini?

Baca juga: Polda Jabar soal Pemeriksaan Kerumunan Rizieq Shihab: Ridwan Kamil Pasti Hadir, Bupati Bogor Belum Ada Konformasi

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan sepuluh orang yang dipanggil ini terdiri dari Bupati Bogor, pejabat pemerintah Kabupaten Bogor, perangkat kewilayahan setempat hingga penyelenggara kegiatan.

"Untuk rencana pemanggilan klarifikasi khususnya yang akan dipanggil di Polda Jabar yaitu selain dari ibu Bupati, itu ada Kades Sukagalih, Ketua RW 3, Camat Megamendung, kemudian Kasatpol PP-nya," ucap Erdi di Mapolda Jabar, Kamis (19/11/2020).

"Kemudian panitia, dimana panitia tersebut itu merupakan penyelenggaranya itu dari FPI yang ada di daerah sana. Lalu kepala desa ya kemudian ketua RT nya, kemudian sekdanya dan dan terakhir adalah bhabinkamtibmasnya," lanjut Erdi.

Baca juga: Bupati Bogor Akan Diperiksa soal Kerumunan Rizieq Shihab, Polda Jabar Belum Terima Surat Resmi Positif Covid-19

Dipanggil untuk diminta klarifikasi

10 orang ini yang dipanggil ini akan di mintai klarifikasi sejauh mana mereka mengetahui kegiatan-kegiatan peletakan batu pertama yang dihadiri Rizieq Shihab di Pesantrenya pada tanggal 13 November 2020 lalu.

Menurut Erdi, acara tersebut dihadiri oleh tiga ribu orang lebih. Dalam situasi pandemi ini kegiatan peletakan batu pertama di Megamendung ini diduga melanggar protokol kesehatan. Karenanya Mabes Polri dan Polda Jabar melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran itu.

Nantinya penyelidikan akan meliputi sejauh mana proses terselenggaranya kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat daerah akan dimintai klarifikasinya terkait kegiatan itu.

Baca juga: 10 Orang Dipanggil Terkait Acara Rizieq, Mulai Bupati Bogor hingga Gubernur Jabar

 

"Mungkin izinnya, kemudian bagaimana satuan tugas gugus Covid-nya, apakah memonitor atau tidak, sampai ke pejabat yang terendah RT-RW bahkan babinkamtibmas akan kita minta keterangan," ucap Erdi.

Penyidik akan melihat sejauh mana tingkat pelanggaran protokol kesehatan itu.

Seperti diketahui, Gubernur Ridwan Kamil akan dilakukan pemeriksaan di Mabes Polri, dan Bupati Bogor Ade Yasin akan diperiksa di Mapolda Jabar, Jumat (20/11/2020) besok.

"Besok kita menunggu apakah bapak Gubernur dapat hadir di bareskrim, begitu juga Bupati Bogor dan perangkatnya apakah besok juga akan hadir di Polda, kita tunggu saja ya nanti perkembangan akan kita sampaikan selanjutnya terima kasih," kata Erdi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X